Berita Kecelakaan Kerja

Kecelakaan Fatality Akibat Casing Menggelinding di Sumur Pengeboran

Pada 6 September 2017, sebuah kejadian fatality dan lost time incident terjadi pada sumur pengembangan. Kejadian tersebut berawal dari kegiatan lifting casing dan pemboran pada jam 20.25. Casing merupakan pipa besi besar yang dirangkai dan dimasukan ke dalam titik bor baru.

Tumpukan pipa besi casing
Tumpukan Casing. Credit: 123rf.com

Penjelasan Kejadian

  • Pada pukul 20.00 WITA setelah tailgate meetin g, korban 1 (Floorman), korban 2 (Derrickman), dan 1 operator forklift memindahkan casing 13 3/8″ di area pipe rack dengan menggunakan forklift.
  • Pukul 20.25 WITA saat casing diletakkan di atas pipe rack, tiba-tiba casing menggelinding mengakibatkan kedua korban terjatuh.
  • Korban 1 dalam keadaan tidak sadar dan korban 2 dalam keadaan sadar dievakuasi ke poliklinik Field Bunyu. Korban langsung ditangani oleh dokter dan paramedis perusahaan.
  • Pukul 21.10 WITA Korban 1 dinyatakan meninggal karena patah tulang belakang. Korban 2 mengalami patah tulang kaki dan dipasang bidai, kondisi stabil, denyut dan tensi darah baik. Dilakukan observasi untuk penanganan lanjutan.

Penyebab Awal dan Penjelasan Kejadian

  • Telah dilakukan tailgate / toolbox meeting sebelum pekerjaan pemindahan casing dilakukan.
  • Pekerjaan pemindahan casing menggunakan forklift sebanyak 2 stack telah dilakukan oleh crew yang bekerja shift pagi.
  • Pekerjaan pemindahan casing menggunakan forklift untuk menumpuk stack ketiga dilanjutkan oleh crew shift malam (korban 1 dan 2) dengan SIKA dan JSA yang sama dengan pekerjaan shift pagi.
  • Pada saat kejadian posisi korban 1 dan 2 berada di atas piperack (terdapat bahaya jatuh akibat working at height) yang seharusnya dalam pekerjaan pemindahan casing menggunakan forklift ini tidak boleh ada pekerja di atas piperack.
  • Pada saat pelaksanaan penumpukan stack ketiga, stoper piperack (patok penahan) yang terpasang hanya setinggi dua tumpukan (stack). Korban 1 dan 2 berinisiatif menggunakan stoper piperack dari kayu yang bukan peruntukkannya.
  • Pada saat operator forklift mulai menggelindingkan tiga joint casing 13 3/8” di tumpukan ketiga, stoper piperack yang terbuat dari kayu patah tidak mampu menahan beban momentum dari tiga joint casing yang sedang menggelinding. Korban 1 dan 2 diperkirakan terjatuh dari piperack dengan ketinggian sekitar 1,5 meter akibat menghindar dari gelindingan tiga joint casing. Akibat jatuh dari ketinggian tersebut korban 1 meninggal patah tulang belakang dan korban 2 patah tulang telapak kaki.
Gambar rekonstruksi kecelakaan fatality sumur bor
Gambar rekonstruksi kecelakaan

 

Rekonstruksi Posisi Korban ketika terhimpit
Gambar posisi korban ketika terhimpit

Rekomendasi Tindakan Perbaikan

  • Dalam pelaksanaan pekerjaan yang berisiko tinggi dalam hal ini pekerjaan lifting dan rigging, walaupun telah memiliki Permit to Work / Surat Izin Kerja Aman dan dilakukan JSA, harus tetap diawasi oleh personil HSE untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan SIKA dan JSA yang sudah disusun maupun apabila ditemukan unsafe condition dan / atau unsafe act.
  • Pekerjaan lifting dan rigging material berbentuk tubular dalam hal ini casing semestinya diangkat menggunakan crane dan diikat dengan websling oleh operator crane dan rigger yang memiliki kompetensi.
  • Pemberian refreshment training materi safety lifting rigging bagi semua crew rig.

Referensi

SKK Migas. 2017. Kecelakaan Tambang Kegiatan Pemboran Sumur Pengembangan . Safety and Health Learnt #17-7, SKK migas.

 

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Close
Close