Aspek OrganisasiDasar K3

Risiko dan Peluang dalam ISO 45001 dan 31000

Risk and Opportunity in ISO 45001 & 31000

Setiap aktivitas mengandung risiko untuk berhasil atau gagal. Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan dan keparahan dari suatu kejadian. Misalnya dalam ujian masuk perguruan tinggi. Seorang siswa yang belajar dengan baik memiliki peluang untuk lulus lebih besar dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar dengan baik.

Akan tetapi, dampak jika tidak lulus bagi masing-masing siswa berbeda. Ada siswa yang dengan enteng menerima ketidaklulusannya. Namun, ada siswa yang menangis bahkan sampai mengurung diri di kamarnya. Semakin besar potensi terjadinya suatu kejadian dan semakin besar dampak yang ditimbulkannya, maka kejadian tersebut dinilai mengandung risiko tinggi.

ISO 31000: 2018 sendiri mendefinisikan risiko sebagai “the effect of uncertainty on objectives”. Artinya Risiko adalah “EFEK KETIDAKPASTIAN” pada kemampuan organisasi untuk mencapai TUJUAN.

Risiko adalah “the effect of uncertainty on objectives”ISO 31000: 2018

Ada tiga Poin utama dalam definisi baru tersebut:

  1. Efek, efek yang dimaksud pada poin ini adalah penyimpangan dari apa yang diharapkan, bisa positif atau negatif. Risiko terkait keselamatan kerja umumnya bersifat negatif.
  2. Ketidakpastian, ketidakpastian pada poin ini adalah kurangnya informasi atau pengetahuan tentang suatu peristiwa, kemungkinan/probability atau konsekuensinya/keparahan
  3. Tujuan, suatu aktivitas hanya dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan dapat berupa keuangan, kesehatan dan keselamatan, tujuan lingkungan. Sehingga, definisi ini menyebabkan transparansi dalam diskusi dengan pemangku kepentingan karena tujuan dibuat eksplisit/tegas/tersurat.

Dengan adanya Risiko, ukuran kemungkinan kerugian negatif yang akan timbul dari sumber bahaya (hazard) tertentu akan terjadi, yang konsekuensinya bisa menimbulkan kerugian pada PEAR:

  • manusia (People),
  • lingkungan (Environment),
  • peralatan produksi (Asset) dan bahkan
  • reputasi perusahaan (Reputation).

Sehingga risiko seringkali dinilai negatif dikarenakan ada kerugian yang disebabkan paparan risiko tersebut. Nah, mengapa kita sebagai bagian dari K3 terlalu sibuk dengan pengelolaan efek risiko negatif (Risk) dan jarang sekali melakukan pengelolaan efek risiko yang bersifat positif berupa peluang (Opportunity). Kita serius sekali ketika membahas tentang risiko, terutama data administrasi seperti HIRADC, Incident Frequency Rate, frequency rate dan lain-lain tetapi jarang melakukan inovasi bahkan kurang memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia di pasar. Seringkali, kita melupakan bahwa didalam risiko yang berkaitan dengan K3 tidak hanya risiko negatif saja.

risiko dan peluang ISO 31000 45001
Di balik risiko ada peluang

Complacency terutama dikarenakan sudah memiliki sertifikasi dari standar atau regulasi menyebabkan kita sudah merasa memiliki perfoma K3 yang bagus. Sudah waktunya tim K3 lebih banyak aktif dan menjadi terdepan dalam operasional perusahaan membantu ke arah sustainability, bukan lagi hanya sebagai administrasi data pendukung tambahan yang ditampilkan di awal presentasi oleh perusahaan sebagai bukti bahwa perusahaan sudah punya department K3.

Apakah karena karir seorang praktisi K3 itu penuh dengan risiko dan hampir tidak memiliki Opportunity? Dikarenakan insiden yang selalu muncul tanpa henti sehingga tim K3 fokus melakukan hal-hal yang berkaitan dengan insiden tersebut tanpa melihat bahwa ada peluang yang lain. Karena sebagian besar insiden OHS terkait dengan manusia sehingga bagaikan sebuah paradox, yang sebagian besar root cause nya tidak tepat, sehingga fokus K3 menjadi keliru juga.

Untuk Opportunity sendiri, organisasi harus melakukan identifikasi dalam peluang peningkatan K3 termasuk peluang dalam adaptasi terhadap pekerja, organisasi kerja serta lingkungan kerja serta peluang-peluang lain untuk meningkatkan SMK3.

Kemudian, suatu organisasi juga tidak mungkin berjalan tanpa memikirkan risiko dan peluang. Hal ini dapat kita gali kembali apakah ada potensi peluang yg dapat diambil atau ada identifikasi masalah yang punya potensi positif / improvement. Inilah yang dikatakan opportunity.

Berangkat dari Istilah “di balik musibah selalu ada hikmah“. Artinya, sesuatu akan selalu berpasangan begitu juga dengan risiko yang selalu ada peluang. Kita membutuhkan pengetahuan wawasan dan pengalaman dalam menyikapi risiko yang dihadapi. Olehnya itu, pada saat identifikasi tidaklah tepat hanya mengandalkan pemikiran seorang, melainkan akan jauh lebih baik jika banyak orang, karena pasti pengetahuan, wawasan dan pengalaman akan berbeda-beda.

pintu risiko dan peluang
Ada peluang tersembunyi di antara risiko

.
Sebenarnya, pendekatan Analogi Risk & Opportunity (risiko dan peluang), jika dikaitkan dengan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, trheat) adalah sejajar dengan threat & opportunity. Artinya jika “Weakness” dalam SWOT adalah “Hazard” pada ISO 45001 dan 31000, maka “strong” nya SWOT adalah “Existing Control/Facility (Safety Equipment) / Competency / Program / Barrier“. Dimana, dengan melihat “Existing Control / Barrier” yang kita miliki, maka opportunity apa yang bisa kita dapatkan agar definisi opportunity pada subklausul 3.22 pada 45001 dan subklausul 6.5.2 pada 31000 bisa terpenuhi.

Sebagai contoh: existing facility yang dimiliki adalah “tim tanggap darurat yang handal”, maka opportunity terhadap OHS Performance adalah “mengutilisasi mereka untuk mengedukasi seluruh karyawan mengenai tanggap darurat sesuai dengan fungsi kerjanya”, dimana positif impactnya, jika terjadi kondisi emergency, maka respon semakin cepat, konsekuensi termitigasi lebih baik, karena personil sekitar bisa melakukan tindakan awal (mendahului response) sebelum tim tanggap darurat tiba di lokasi.

Sehingga, risiko baik dalam finansial ataupun K3 haruslah diidentifikasi dan dikelola dengan baik serta tetap mempertimbangkan peluang-peluang yang dapat meningkatan kinerja K3.

Semoga bermanfaat!

Referensi:

Andi Balladho

Master Candidate of Occupational Safety Health and Environmental Management USAHID Jakarta

Komentar Anda?

Back to top button
Close