Aspek PersonalBudaya Selamat (Safety Culture)

4 e-color DISC untuk Pengembangan Budaya K3

Tipe kepribadian dominance, influence, steadiness dan compliance untuk pengembangan budaya K3

DISC merupakan tools yang bermanfaat untuk mengembangkan budaya K3 berbasis individu. Selama ini, pengembangan budaya K3 yang dilakukan dengan program behavior based safety menyamaratakan keberadaan individu. Padahal, setiap individu memiliki ciri khasnya masing-masing. DISC membuat kita dapat mengetahui kepribadian individu untuk menentukan pendekatan K3 yang lebih tepat.

Teori DISC

Pada tahun 1928, William Moulton Marston, seorang pengacara dan psikologis mempublikasikan penemuannya dalam bidang emosi manuasi dalam bukunya Emotions of Normal People (Emosi Manusia Normal). Dia menyatakan bahwa manusia mengilustrasikan emosinya dengan menggunakan 4 tipe perilaku yaitu dominance (D), Influence (I), Submission (S) dan Compliance (C).

Baca juga:

Ciri khas masing-masing tipe perilaku adalah sebagai berikut:

Dominan

Orang dengan tipe dominan biasanya bersifat leader, problem solver dan multi tasker.

Leader:

  • Mandiri.
  • Baik dalam menangani krisis.
  • Pendorong tim untuk mengambil keputusan.
  • Berani berbicara.
  • Pengingat bagi tim agar berkonsentrasi pada tujuan.

Problem solver:

  • Inovatif dalam memperoleh hasil.
  • Menyambut tantangan tanpa takut.
  • Memiliki kemampuan untuk mengatasi hambatan.
  • Menerima setiap resiko yang ada.

Multitasker:

  • Melihat masalah dari gambaran yang besar.
  • Mampu menangani beberapa proyek.
  • Dapat melakukan fungsi-nya dengan baik dengan beban kerja yang berat.
tipe kepribadian DISC
“Personality” berasal dari “persona” yang artinya topeng

Influence (I)

Orang dengan tipe influence biasanya memiliki sifat influencer, communicator, peace maker.

Influencer

  • Partisipatif manager, memberi pengaruh dan menginspirasi.
  • Memberikan arahan, kepemimpinan.
  • Menyelesaikan tujuan melalui orang.
  • Memotivasi tim.
  • Spontan dan menyenangkan.

Communicator

  • Komunikator yang baik.
  • Menyampaikan dengan jelas.
  • Akan menawarkan pendapat.
  • Baik untuk menjadi juru bicara.
  • Persuasive.
  • Baik dalam berdiskusi.
  • Merespon dengan baik untuk hal yang tak terduga.

Peacemaker

  • Menciptakan suasana yang damai.
  • Enthusiastic, good sense of humor.
  • Positive attitude.
  • Bekerja sama dengan baik dengan banyak orang.
  • Menerima orang lain.

Steadiness (S)

Orang dengan sifat steadiness biasanya bersifat relationship builder,team player dan voice of reason.

Relationship builder

  • Mudah berteman.
  • Membuat orang lain merasa nyaman berteman dengannya.
  • Menunjukan ketulusan.
  • Fakus pada pertemanan dan hubungan baik.
  • Berusaha membangun suatu hubungan pertemanan.
  • Menunjukkan rasa sabar pada orang lain.

Team player:

  • Sebagai seorang manager yang berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah.
  • Mencapai tujuan melalui hubungan personal.
  • Buys into team goals.
  • Dapat sangat memperkuat tim.
  • Loyal, dapat diandalkan.
  • Memberikan keterampilan khusus.

Voice of reason:

  • Dapat melihat pada sisi yang termudah.
  • Penuh akal sehat.
  • Memberikan stabilitas.

Compliance

Orang dengan tipe kepribadian compliance cenderung bersifat organizer, quality control, data analysts dan diplomat.

Organizer:

  • Senang mengorganisir.
  • Manager yang melakukan sesuatu sendiri
  • Membuat dan memelihara sistem
  • Berpikir masuk akal
  • Bekerja sangat sistematis

Quality control:

  • Berusaha tetap berpikir logis dan konsisten
  • Mengendalikan hal-hal detil
  • Teliti
  • Menekankan kualitas

Data analyst:

  • Menganalisa hambatan
  • Mengevaluasi kemajuan tim
  • Fokus pada tugas-tugas
  • Senang menanyakan pertanyaan penting

Diplomat:

  • Baik dalam berdiplomasi
  • Berusaha mencari keputusan bersama
  • Menawarkan pendekatan secara tidak langsung
  • Akan berbagi risiko dan tanggung jawab

Masing-masing tipe kepribadian ini memiliki ciri khas dalam berperilaku:

Gaya Kerja dan bicara:

  • Tipe D: Cara tercepat yang ada, “Trust me
  • Tipe I: Cara mengasyikan yang ada, “Like Me
  • Tipe S: Cara termudah, “Assure me
  • Tipe C: Cara terbaik dan terefisien, “Inform me

Metode kontrol dalam memerintah:

  • Tipe D: Pemaksaan terhadap karakter “Do it!”
  • Tipe I : Pengajakan verbal “you can do it”
  • Tipe S: Menurunkan kecepatan “We can do it
  • Tipe C: Informasi “Lets do it right

Hambatan berkomunikasi:

  • Tipe D: Terlalu memaksa dan agresif
  • Tipe I: Cenderung berkata terlalu banyak
  • Tipe S: Terlalu permisif dan performa kurang
  • Tipe C: Berbicara terlalu sedikit dan terlalu berfikir

Ketakutan terbesar:

  • Tipe D: Dimanfaatkan, kehilangan kekuasaan
  • Tipe I: Penolakan, kehilangan pengakuan sosial
  • Tipe S: Kehilangan keamanan, perubahan
  • Tipe C: Dikritisi, memberikan data yang tidak benar
Kepribadian seperti topeng yang bisa diganti

Tidak ada yang paling baik dan paling buruk

Tipe kepribadian DISC ini bersifat netral dan tidak ada yang paling baik atau paling buruk. Bayangkan saja, jika semua orang di dunia ini memiliki sifat Dominan (D) maka dunia tidak akan berjalan seperti saat ini karena semua orang ingin menjadi pemimpin dan tidak ada yang ingin menjadi tim yang diminta melakukan ini dan itu oleh pemimpin.

Selain itu, tipe kepribadian ini bersifat fleksibel seiring waktu. Artinya, tipe kepribadian dapat berubah tergantung faktor dari dalam atau dari luar yang dialami oleh kita. Seseorang pada suatu saat dapat menjadi orang dominan dan saat yang lain bisa menjadi steady.

Tipe kepribadian DISC ini memang menyebar, namun persebarannya tidak merata di semua orang di mana kebanyakan orang bersifat steady. Menurut sebuah sumber, persebaran tipe kepribadian adalah sebagai berikut:

  • Dominant : 3%
  • Influencing: 11%
  • Steadiness: 69%
  • Compliance: 17%
Persebaran DISC
Komposisi persebaran DISC

Cara Mengetahui Tipe Kepribadian

Banyak tes yang bisa kita pakai untuk mengetahui tipe kepribadian berdasarkan konsep DISC ini. Salah satu tes yang bisa kita pakai secara gratis, langsung, mudah dan on-line adalah via equilibria.com. Tes ini hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan menyelesaikan 35 pertanyaan. Sebanyak 668.074 orang telah melakukan tes ini.

Tes ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Buka https://www.equilibria.com/PDI-home
  2. Pilih age group yang sesuai
  3. Pilih Bahasa yang Anda ingin pakai untuk ujian. Tes ini juga telah mengakomodir Bahasa Indonesia
  4. Klik “start now for free”
  5. Anda akan diminta memasukkan nama dan email pribadi Anda karena hasil tes akan dikirimkan via email
  6. Anda akan dihadapkan dengan beberapa soal dengan 4 pilihan jawaban. Anda diminta memilih mana yang paling sesuai dan yang paling tidak sesuai
  7. Hasil akhir dari tes ini adalah sebuah gambar seperti gambar manusia yang menggambarkan kecenderungan Anda terhadap 4 tipe kepribadian. Tipe kepribadian yang paling sesuai akan digambarkan sebagai diagram yang terbesar dan diletakkan di bagian kepala.
Hasil e-color

Fleksing untuk Komunikasi yang Lebih Baik

Manusia tidak mungkin bisa hidup tanpa adanya konflik. Antar tipe kepribadian dan bahkan dalam tipe kepribadian yang sama sangat mungkin terjadinya konflik yang bisa menimbulkan clash. Oleh karenanya, kita harus pintar menempatkan posisi kita dalam fleksing untuk membuatkan komunikasi yang lebih baik.

Fleksing merupakan pengembangan komunikasi yang berbeda sesuai dengan lawan yang diajak interaksi. Fleksi ini selain berguna dalam menghadapi konflik, dia juga berguna ketika kita ingin mengembangkan budaya K3 yang disesuaikan denga tipe kepribadian masing-masing.

Berikut adalah tabel kompatibilitas antar tipe kepribadian

 Cara fleksing ke Tipe kepribadian lawan bicara   
Tipe Kepribadian KitaDISC
DSalah satu berubah ke steadinessBersikap lebih personal, fokus pada perasaan, terbuka terhadap sikap "bersenang-senang" mereka, berikan pengakuan/penghargaan, berikan kebebasanBerikan perhatian pada perasaan dan tujukkan perhatian personal, bersikap suportif dan berikan arahan yang jelas, memperlambat kecepatan, mendengarkanPerlambat kecepatan, mendengarkan, jangan mendominasi, beri perhatian pada detail
IOrientasi pada hasil dan pekerjaan, jangan main perasaan, rencanakan pekerjaan, teroganisir, hindari persaingan kekuasaansalah satu berubah ke compliancePerlambat kecepatan, mendengarkan,jangan mendominasi, tunjukkan dukunganPerlambat kecepatan, mendengarkan, jangan mendominasi, orientasi pada pekerjaan, jangan main perasaan, sistematik, teroganisir, detil, faktual
SAmbil keputusan, tunjukkan semangat, lebih berfokus pada pekerjaan, jangan main perasaan, teroganisir, ungkapkan pemikiranAmbil keputusan, tunjukkan semangat, fokus pada gambaran besar, ungkapkan pemikiran, berikan pengakuan/penghargaanSalah satu berubah ke dominanLebih berfokus pada tugas, jangan main perasaan, sistematis, teroganisir, detil, faktual
CAmbil keputusan, tunjukkan semangat, fokus pada gambaran besar, ungkapkan pemikiranAmbil keputusan, berikan perhatian pada perasaan dan tunjukkan perhatian personal, tunjukkan semangat, terbuka terhadap sikap bersenang-senang, ungkapkan pemikiran, tunjukkan pengakuan atau apresiasiBerikan perhatian pada perasaan dan tunjukkan perhatian personal, bersikap suportif dan berikan arahan yang jelas, jangan terlalu logisSalah satu berubah ke influence

Demikianlah penjelasan mengenai 4 e-color DISC, semoga bersifat implementatif dan bermanfaat untuk rekan-rekan semua. Apabila kurang jelas, silakan ajukan pertanyaan pada kolom di bawah.

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3

Komentar Anda?

Back to top button
Close