Keselamatan Publik

Amankah Tempat Bermain Anak Anda?

Tempat Bermain Anak

Tempat bermain anak atau yang biasa disebut dengan playground saat ini tersedia di banyak daerah. Dari aspek keselamatan, tempat ini sangat menarik. Keselamatan di tempat bermain anak mungkin terdengar asing. Padahal jika berbicara tentang tempat bermain, apakah ada bahaya yang perlu diperhatikan di tempat ini?

Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (AS), setiap tahun, lebih dari 200.000 anak berusia 14 tahun ke bawah dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit AS dengan cedera yang berhubungan dengan peralatan bermain. Lebih dari 20.000 anak-anak ini dirawat karena cedera otak traumatis, termasuk gegar otak.

Bagaimana dengan di Indonesia? Tidak ada data statistik mengenai angka kecelakaan di tempat bermain anak di Indonesia. Namun, Anda mungkin masih ingat dengan kejadian yang sempat viral pada tahun 2018. Saat seorang ayah yang menendang anak. Kejadian itu terjadi dipicu karena anak dari ayah tersebut tersambar ayunan yang dinaiki oleh anak lain.

Gambar Ilustrasi Playground. Diakses dari https://live.staticflickr.com/1799/29147729148_a9536341b3_b.jpg

Aspek Keselamatan Tempat Bermain Anak

Lantas bagaimana ditinjau dari aspek keselamatan? Keselamatan di tempat bermain anak ternyata memang perlu mendapatkan perhatian. Sesuai konsep keselamatan, mengenali bahaya merupakan sebuah kewajiban sebelum mulai beraktivitas.

Kenali bahaya yang ada di tempat tersebut, mungkin itu yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk mengizinkan anak menggunakan fasilitas tersebut. Dengan banyaknya pilihan, kita bisa melihat bagaimana beragamnya desain tempat bermain tersebut.

Ada tempat bermain yang menggunakan alat bermain yang soft, namun ada pula yang menggunakan alat bermain yang keras. Hal yang sangat perlu diperhatikan adalah, jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan. Menurut brainline.org, peralatan di tempat bermain didesain berbeda sesuai dengan kelompok umurnya. Jadi peralatan bermain di tempat bermain untuk balita akan berbeda dengan kelompok umur diatasnya.

Perawatan tempat bermain yang satu dan lainnya pun berbeda-beda. Ada tempat bermain yang dikelola oleh profesional, sehingga lebih aman. Namun, ada juga yang dilakukan seadanya. Perbedaan akan tampak jelas dari kebersihan, keamanan serta kerapihan tempat bermain.

Gambar Ilustrasi Playground Age Category. Diakses dari https://www.nationwidechildrens.org/-/media/nch/700childrens/2019/09/blog-playground-safety-graphic.ashx?la=en&hash=FE7706D6654F2807CEF23ADE3B012B54

Tips Keselamatan Tempat Bermain Anak

Berikut beberapa tips keselamatan untuk playground, dilansir dari safekids.org :

1. Awasi anak saat menggunakan alat bermain

  • Awasi anak secara aktif di taman bermain. Hal ini tidak akan sulit, mereka mungkin akan memanggil Anda untuk melihat mereka memanjat, melompat, dan bermain ayunan.
  • Periksa taman bermain tempat anak-anak anda bermain. Cari bahaya, seperti peralatan berkarat atau rusak dan permukaan yang berbahaya. Laporkan setiap bahaya ke pihak terkait.
  • Ajari anak bahwa mendorong, atau berkerumun saat di taman bermain bisa berbahaya.
  • Berpakaianlah yang sesuai untuk bermain. Lepaskan kalung, dompet, syal, atau pakaian dengan tali yang dapat tersangkut pada peralatan dan menimbulkan bahaya tercekik. Bahkan helm bisa berbahaya di taman bermain.
  • Cara bermain anak kecil bisa berbeda dengan anak yang lebih besar. Penting untuk memiliki area bermain terpisah untuk anak di bawah 5 tahun.

2. Pilih area bermain yang tepat berdasarkan usia anak

  • Pastikan anak-anak menggunakan peralatan bermain yang sesuai dengan usianya. Area bermain terpisah untuk anak di bawah 5 tahun seharusnya tersedia dan dipelihara.
  • Untuk bayi yang sedang belajar berjalan, area bermain harus memiliki permukaan yang halus dan mudah untuk diinjak.
  • Jika bayi Anda memiliki kontrol kepala yang cukup baik dan dapat duduk dengan penyangga (biasanya berusia sekitar 9 bulan), cobalah lihat apakah ia cocok bermain disana.

3. Pastikan permukaan taman bermain aman

  • Hindari taman bermain dengan permukaan yang tidak menyerap benturan, seperti aspal, beton, rumput, tanah atau kerikil.
  • Bahan permukaan yang direkomendasikan meliputi: pasir, kerikil halus, serpihan kayu, mulsa dan karet. Tikar karet, rumput sintetis, dan bahan buatan lainnya juga merupakan permukaan yang aman dan membutuhkan lebih sedikit perawatan.
  • Permukaan harus setidaknya 12 inci dalam dan memanjang setidaknya 6 kaki ke segala arah di sekitar peralatan. Tergantung pada ketinggian peralatan, permukaan mungkin perlu diperpanjang lebih dari 6 kaki.
  • Untuk ayunan, pastikan permukaannya memanjang, di bagian belakang dan depan, dua kali tinggi palang penahan. Jadi jika bagian atas set ayunan setinggi 10 kaki, permukaannya harus memanjang 20 kaki.

4. Pastikan taman bermain diinspeksi dan dipelihara oleh personil yang kompeten

  • Periksa kembali dengan sekolah dan pusat penitipan anak anda untuk memastikan mereka memiliki peralatan bermain yang sesuai usia dan terpelihara dengan baik.
  • Jika ada bahaya di taman bermain umum atau halaman belakang, segera laporkan dan jangan biarkan anak-anak menggunakan peralatan sampai aman.
  • Laporkan setiap bahaya keamanan taman bermain kepada organisasi yang bertanggung jawab atas lokasi tersebut (misalnya, sekolah, otoritas taman, atau pengawas area).

Demikian artikel untuk kesempatan ini. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih!

Penulis : Permana Eka Satria

Referensi

Baca Tulisan

Permana Eka Satria

I might be not an expert but I learn from the experts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button