Keselamatan Publik

Keselamatan Dalam Event : Aman di Konser

Event di Indonesia

Keselamatan dalam sebuah event/acara saat ini menjadi issue hangat yang diperbincangkan. Tahun 2022 merupakan awal yang menjanjikan bagi event organizer atau promotor acara. Karena pada tahun ini, acara-acara dengan skala besar mulai diizinkan dalam masa pandemi.

Tentu dengan adanya acara besar ini, industri hiburan kembali bergaung. Pegiat seni mulai memunculkan karya baru. Pemusik bersemangat untuk berkarya dan menampilkan karyanya. Bahkan sejumlah artis kenamaan skala internasional pun berdatangan.

keselamatan dalam event
Gambar iilustrasi event musik. Diakses dari : https://unsplash.com/photos/NYrVisodQ2M?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditShareLink

Beragam sisi positif bermunculan tentu akan diiringi oleh sisi negatifnya. Beberapa event “terpaksa” dihentikan atau bahkan dibatalkan. Kita ambil contoh acara festival musik di Jakarta serta ada pula konser musik artis mancanegara di Tangerang yang harus dihentikan sebelum waktunya berakhir.

Faktor keselamatan dan keamanan adalah alasan dibalik penghentian dan pembatalan tersebut. Lantas, sebenarnya tips keselamatan apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan sebuah event?

Tips Keselamatan

Beberapa tips keselamatan yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Membuat peraturan dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi untuk mengendalikan risiko.
  • Memastikan aktivitas pekerjaan dalam persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian event terkoordinasi dan dikomunikasikan dengan baik.
  • Menyediakan informasi mengenai keselamatan dan kesehatan yang sesuai dengan aktivitas untuk karyawan dan kontraktor / siapapun yang terlibat.
  • Memastikan kompetensi karyawan, kontraktor / siapapun yang terlibat dalam aktivitas kerja.
  • Memantau pemenuhan peraturan K3 yang telah dibuat.
  • Meninjau ulang peraturan K3 yang telah dibuat.
Gambar ilustrasi event penyanyi. Diakses dari : https://unsplash.com/photos/hgO1wFPXl3I?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=creditShareLink

Secara garis besar, faktor-faktor tersebut merupakan implementasi dari manajemen K3. Bahaya akan selalu ada dalam setiap event, tinggal bagaimana penyelenggara mengidentifikasi, mengendalikannya.

Identifikasi bahaya merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum menyelenggarakan sebuah event. Karena dengan begitu, penyelenggara akan mengetahui bahaya apa yang akan mereka hadapi dan dapat menentukan langkah-langkah pengendaliannya.

Kesimpulan

Setelah sekian lama berada dalam kondisi pembatasan sosial, akhirnya kita mendapatkan kelonggaran. Event yang ketika itu menjadi hal yang dilarang untuk dilakukan, akhirnya bisa mendapatkan izin untuk diselenggarakan.

Namun, perlu kita ketahui, dengan antusias masyarakat yang sangat besar setelah sekian lama dibatasi aktivitas sosialnya, menyimpan bahaya. Untuk itu, diperlukan manajemen keselamatan yang baik dalam penyelenggaraan sebuah event.

Penulis : Permana Eka Satria

Referensi

Managing Event. Health and Safety Executive. Diakses dari: https://www.hse.gov.uk/event-safety/managing-an-event.htm

Baca Tulisan

Permana Eka Satria

I might be not an expert but I learn from the experts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button