Bahaya Alarm Palsu yang Berulang

Tahukah Anda cerita tentang gembala domba yang menipu dengan kedatangan serigala? Anak gembala itu berulang kali menipu penduduk desa dengan berteriak meminta tolong karena ada serigala datang. Padahal tidak ada serigala. Setelah beberapa lama, semua orang menghiraukannya. Suatu hari, seekor serigala benar-benar datang (1). Ketika anak itu berteriak minta tolong, tidak seorang pun memercayainya. Dalam versi legenda Inggris di abad ke 15, serigala itu bahkan juga memakan anak tersebut – mungkin merupakan analogi yang cocok untuk bahaya menghiraukan alarm di industri proses!

Gambar 1. Legenda anak kecil yang menipu masyarakat dengan keberadaan serigala

Apakah di pabrik Anda terdapat alar yang tidak dapat diandalkan, berulang kali memberikan alarm palsu karena sensornya salah atau karena diset terlalu dekat dengan kondisi operasi yang normal? Apakah Anda akan memperhatikan jika satu dari alarm yang tidak dapat diandalkan ini ternyata memberikan peringatan yang nyata, yang memerlukan aksi? Atau, alarm mengganggu yang menunjukkan perubahan kecil dari kondisi operasi sebenarnya? Jika Anda mendapatkan banyak hal seperti ini, Anda mungkin akan gagal memerhatikan alarm yang sebenarnya!

US Chemical Safety Board (CSB) menginvestigasi kecelakaan pada tahun 2010 di sebuah pabrik di West Virginia,di mana sebuah alarm dihiraukan, dan mengakibatkan kebocoran bahan kimia ke dalam bangunan (gambar2 dan 3). Sebuah rupture disc di suatu reaktor yang mengandung methyl chloride, sebuah gas yang beracun dan mudah terbakar, pecah dan mengeluarkan methyl chloride ke line vent. Rupture disc tersebut didesain untuk memberikan alarm ketika pecah, dan alarm ini bekerja.

Akan tetapi, sebelumnya telah terjadi alarm palsu, memberikan signal kalau disc tersebut pecah padahal tidak. Para operator tidak mengira bahwa disc tersebut telah diperbaiki, dan mengasumsikan kalau alarm kali ini pun adalah alarm palsu. Di sana ada line drain dengan lubang di vent, ke dalam bangunan proses. Methyl chloride keluar melalui lubang tersebut ke dalam bangunan yang biasanya tidak ada orang. Kebocoran ini terjadi selama 5 hari sampai pendeteksi gas untuk bahan kimia lainnya terpicu. Diperkirakan terdapat sekitar 2000 pounds (900kg) methyl chloride telah bocor.

Gambar 2 & 3. Rupture disc (sambungan yang pecah)

Menyikapi alarm palsu

 ➢ Jangan pernah menghiraukan alarm. Alarm harus menunjukkan prosedur cepat tanggap secara spesifik, dan Anda harus selalu mengikuti prosedur ini. Pastikan bahwa Anda memahami prosedur cepat tanggap tersebut dan telah dilatih untuk mengikutinya.

➢ Jika Anda memiliki alarm yang mengganggu, khususnya alarm keselamatan, yang “chatter” atau berada dalam kondisi alarm, laporkan masalah tersebut ke instrument dan automation engineer dan manajemen. Dan bekerja sama lah dengan mereka untuk memperbaiki masalah ini.

➢ Jika Anda memiliki alarm yang tidak memerlukan respon, bekerjalah dengan engineer dan Manejemen Anda untuk mematikan alarm tersebut. Jangan menukar set point alarm jika tidak dibenarkan.

➢ Pastikan perubahan apapun terhadap alarm dan peralatan, set point alarm, atau alarm prosedur cepat tanggap, direview secara mendalam dengan menggunakan prosedur MOC pabrik Anda. Hal ini meliputi pemberitahuan kepada semua pihak terlibat akan perubahan tersebut, dan training untuk prosedur yang telah dimodifikasi akibat perubahan tersebut.

Referensi

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process Safety Beacon – October 2017 – Indonesian.” Center for Chemical Process Safety. October 1. Accessed November 3, 2011. https://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201710/indonesian.

Tergesa Membuat Celaka

Apakah Anda pernah membuang kertas ke tempat sampah, namun Anda tidak membawa kertas tersebut ke tempat sampah melainkan Anda melempar kertas tersebut ke tempat sampah? Ternyata, Anda gagal memasukkan kertas tersebut, Anda pun terpaksa harus berjalan, mengambil kertas dan meletakkan kertas ke tempat sampah. Apa yang didapatkan? Sebenarnya, Anda akan melakukan pekerjaan tambahan untuk kembali, mengambil kertas, dan meletakkannya di tempat sampah. Bagaimana jika Anda tidak kembali? Mungkin seseorang akan melakukannya untuk Anda.

Hal yang sama juga berlaku dalam keselamatan proses. Jika Anda tidak melakukannya secara benar sejak pertama kali, Anda akan melakukan hal itu berulang kali atau harus meminta orang lain untuk melakukannya. Bedanya, keselamatan proses tidak sesedarhana membuang sampah dari lantai. Tidak melakukan tugas-tugas keselamatan proses (contohnya: mengecek instrument atau mengikuti prosedur) secara benar pada kali pertama maka hasilnya bisa sangat buruk untuk Anda, rekan kerja Anda, komunitas serta lingkungan.

Mengapa penting?

Mengambil jalan pintas pada tempat kerja telah berkontribusi terhadap kecelakaan terkait dengan keselamatan proses. Contoh jalan pintas yang dilakukan adalah:

  • Gagal untuk mengikuti prosedur
  • Mematikan alarm tanpa mengambil tindakan pengendalian
  • Gagal untuk memeriksa status tempat kerja secara keseluruhan
  • Melakukan sebuah prosedur tempat kerja tanpa membawa check sheet

Anda mungkin saja melakukan aktivitas ini ratusan kali, tetapi manusia hanya 99% dapat akurat. Tetapi, Anda memiliki kemungkinan 10 kali lipat untuk keluar dari prosedur yang rumit jika Anda tidak menggunakan checklist.

Prosedur yang tidak layak, tidak akurat atau tidak digunakan secara benar telah menciptakan kecelakaan besar dengan banyak kasus fatal dan luka-luka. Sebagai contoh, pada desember 1994, sebuah ledakan terjadi di pabrik pupuk pada Port Neal, Iowa. Pada kasus tersebut, terdapat 4 kasus fatal, 18 luka, banyak property hancur disertai dengan pelepasan zat kimia yang menciptakan dampak lingkungan yang signifikan.  Tim investigasi dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat menyimpulkan bahwa “ledakan dihasilkan dari kurangnya prosedur operasional keselamatan yang tertulis” sehingga menghasilkan kondisi rentan terhadap bahaya ledakan.

Gambar Kecelakaan Pupuk di Port Neal Iowa Tahun 1994

Sumber: https://www.exponent.com/experience/process-plant-explosion/?pageSize=NaN&pageNum=0&loadAllByPageSize=true

Bagaiamana jika sebuah pekerjaan tidak mudah untuk dilakukan? Mungkin ada pembacaan indikator instrument yang mengharuskan kita untuk naik tinggi dengan tangga, membuka tutup wadah atau tangki  untuk mengecek ketinggian, atau untuk pergi ke ujung tempat kerja hanya untuk mengecek posisi valve. Sangat mudah untuk melewatkan semua itu jika Anda sibuk. Anda mungkin akan berharap orang lain akan melakukan hal tersebut untuk Anda, namun jika semua orang berpikiran seperti itu, lantas siapa yang akan membereskannya?

Apa yang bisa dilakukan?

Selalu megikuti prosedur secara lengkap. Jika prosedur tidak akurat atau tidak benar, jelaskan masalah tersebut ke supervisor Anda. Mereka tetap ingin aktivitas tersebut untuk dilakukan secara benar dan selamat.

  • Ketika melakukan inspeksi lapangan, manfaatkan waktu dengan baik dan lakukan dengan teliti
  • Jika ada poin inspeksi yang sulit untuk diakses, instrument pengukur yang habis kalibrasinya atau tidak berfungsi, cairan yang tidak diketahui menetes dari pipa, agitator yang bergetar terlalu banyak, pompa yang mengeluarkan suara aneh, atau apapun itu yang tidak terlihat atau terdengar benar ketika Anda inspeksi, catat ini di ceklis dan komunikasikan dengan supervisor. Tidak ada orang yang dapat mengatasi masalah jika orang tersebut tidak tahu masalahnya apa.

Referensi:

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process Safety Beacon – September 2017 – English.” AICHE. September 1. Accessed September 18, 2017. https://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201709/english.

Bahaya Tekanan Berlebih dan Kondisi Vakum Udara

Tekanan berlebih dan kondisi vakum udara dapat menyebabkan risiko tidak hanya pada unit instalasi tapi juga kepada manusia. Process Safety Beacon pada Bulan Juli 2017 mengeluarkan edisi terkait dengan Manajemen Perubahan (management of change) dalam 2 kecelakaan yang melibatkan tekanan berlebih dan kondisi vakum udara.

Gambar 1 Tangki Penyok

Sistem ventilasi pada tangki penyimpanan bertekanan rendah berdiameter ~6m dengan tinggi ~9 m dimodifikasi untuk menurunkan emisi lingkungan. Tangki tersebut telah beroperasi selama 20 tahun dengan blanket nitrogen dan ventilasi breather berengsel sederhana untuk melindunginya dari tekanan berlebih dan vacuum. Sistem yang baru sangat kompleks, termasuk kompresor dan sistem perpipaan yang rumit. Tangki kemudian akan dioperasikan. Pertama kalinya dikosongkan, tangki tersebut penyok (Gbr. 1) karena tidak diventilasi dengan baik. Untungnya tidak ada kebocoran atau kecelakaan. Tetapi tangki harus diganti.

Gambar 2 Truk yang hancur

Sebuah truk tangki yang dimiliki oleh sebuah perusahaan truk telah dimodifikasi dengan tubing untuk memasang selang nitrogen tanpa perlu memanjat tangki tersebut. Diatas truk terdapat valve di line nitrogennya, dan tertutup tanpa sengaja. Isi tangki truk tersebut dipompa ke pabrik, dan tanpa adanya nitrogen yang mengalir ke dalam tangki, terciptalah vacuum dan tangki tersebut pun hancur(Gbr. 2). Tangki tersebut memang memiliki pressure/vacuum relief device, tetapi tetap tidak berhasil.

Tahukah Anda?

Di kejadian 1, review MOC telah dilakukan, tetapi training untuk operatornya belum selesai. Training lebih difokuskan pada kompresor yang baru dan kondensernya. Training tersebut tidak menekankan pada pentingnya sebuah valve berukuran ½inch (13 mm) pada tubing instrument yang melindungi tekanan berlebih dan vakum. Setelah kejadian, valve tersebut ditemukan dalam kondisi tertutup, yang seharusnya merupakan alat perlindungan. Valve tersebut seharusnya dikunci dalam keadaan terbuka. Desain dan training seharusnya dapat lebih disederhanakan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan manusia. Hal-hal yang kecil dapat menyebabkankesalahan yang memiliki konsekuensi yang besar.

Dikejadian2, tidak ada review MOC untuk perubahan yang terlihat kecil itu. Dan dilakukan oleh pemilik truk. Supir truk salah mengerti pengoperasian valve baru tersebut dan dia secara tidak sengaja membiarkan valve nitrogen di atas truk dalam posisi tertutup ketika mengosongkan isi truk.

Implosion vessel

Ilustrasi tangki penyok karena vakum

Sumber : https://www.linkedin.com/pulse/tank-implosion-repair-project-joseph-mitchell

Apa yang dapat Anda lakukan?

  • Pastikan bahwa Anda sudah terlatih untuk semua perubahan dipabrik Anda, dan Anda paham bagaimana mengoperasikan unit operasi yang telah dimodifikasi. Mintalah bantuan jika tanpa training, Anda harus mengoperasikan unit yang telah dimodifikasi
  • Jangan membuat modifikasi pada pipa atau unit operasi di pabrik Anda tanpa mengikuti prosedur MOC yang benar.
  • Jika suatu unit operasi, baik yang telah ada maupun yang dimodifikasi, terlihat kompleks dan sangat memungkinkan untuk menyebabkan kesalahan manusia, informasikan kepihak manajemen dan tim engineering. Dan tanyalah kepada mereka apakah unit tersebut bisa disederhanakan.
  • Pahami dengan menyeluruh tentang perubahan terhadap unit yang dimiliki orang lain,seperti perusahan truk, ketika unit tersebut digunakan di dalam pabrik Anda.
  • Ketika memindahkan material,pastikansemua valve berada dalam posisi yang benar(lihatlah August 2015 Process Safety Beacon)

Referensi

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Manajemen Perubahan (Management of Change).” AICHE. July 1. Accessed Agustus 1, 2017.

 

Ledakan dari Pipa Tertabrak Forklift

Pada bulan Oktober 2005, ledakan dan kebakaran terjadi di sebuah pabrik pengolahan olefin di Texas. Sebuah forklift berjalan di sekitar compressed air cylinders di sebuah unit proses. Badan forklift menabrak valve drain yang menonjol pada sebuah strainer pipa propylene cair. Pipa yang beroperasi pada tekanan 15 bar tersebut mendapatkan lubang sebesar 4.8 cm akibat tertabrak forklift. Propylene, yang mendidih pada suhu -48 derajat celcius kemudian terlepas dan membuat awan uap (vapor cloud) secara cepat. Pengemudi forklift dan pekerja lain yang melihat kejadian kemudian melakukan evakuasi langsung. Ruang kendali diinformasikan dan operator langsung mematikan unit serta mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Namun, mereka tidak mampu untuk mengisolasi pipa yang bocor dan menghentikan release dari propylene. Awan uap yang terbentuk kemudian tersulut (ignited) sekitar 2 menit setelah propylene terlepas. Beberapa pekerja terpapar ledakan dengan 2 orang terbakar, dan 1 orang luka parah sedangkan 14 pekerja lainnya mendapatkan luka ringan.

Gambar ilustrasi kejadian

Ledakan memicu pool fire yang membuat bagian instalasi seperti pipa, tangki, heat exchangers dan peralatan proses lain juga terbakar. Sekitar 30 menit setelah api muncul, tiang penyangga (support columns), yang bukan anti api (fire proofed), roboh dan mengakibatkan tambahan kerusakan serta terpaparnya material yang flammable. Seluruh pabrik dievakuasi, masyarakat sekitar diminta untuk berkumpul di tempat aman, dan sebuah sekolah dievakuasi. Api membakar pabrik selama 5 hari dan pabrik harus tutup selama 5 bulan.

Video Investigasi CSB atas Kejadian Terbakarnya Pabrik Propylene

Gambar terbakarnya Pabrik Formosa Corporation

Credit : http://www.123helpme.com/safety-in-formosa-plastics-corporation-usa-preview.asp?id=280915

Apa yang harus dilakukan?

  • Identifikasi pipa, tangki atau peralatan lain yang mungkin retan terhadap kerusakan karena tertabrak atau seseorang yang berdiri pada peralatan. Laporkan masalah tersebut ke manajemen agar diberikan solusi seperti modifikasi pipa atau menyediakan pelindung. Ikuti management of change ketika membuat perubahan.
  • Quarter turn valve tidak harus rusak untuk dapat bocor. Valve tersebut dapat saja dibuka secara tidak sengaja oleh orang lain. Pertimbangkanlah untuk melindungi jalur pipa yang terbuka untuk menghindari kebocoran
  • Jika pekerjaan Anda membutuhkan Anda untuk mengendari forklift, mobil, truk, golf carts atau kendaraan lain, maka tetaplah pada jalur yang sudah ditentukan. Selalu berkendara dengan hati-hati dan patuhi peraturan berkendara.
  • Jika And terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan kendaraan untuk berjalan di area yang tidak umum dilewati, pastikanlah job safety analysis telah mengidentifikasi bahaya tabrakan terhadap pipa, peralatan dan struktur bangunan dan juga kendaraan sebagai sumber ignisi

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process Safety Beacon – August 2017 – English.” CCPS. Agustus 1. Accessed Agustus 4, 2017. https://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201708/english.

Tangki yang Berkarat

Pada tahun 2001, sebuah ledakan terjadi pada sebuah tangki yang mengandung asam sulfat (mengandung hidrokarbon) dari proses alkilasi di kilang minyak. 8 pekerja terluka dan 1 orang meninggal dengan tumpahan asam sulfat hingga masuk ke dalam sungai dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Kejadian ini muncul karena adanya percikan api yang muncul dari pekerjaan panas (hot work) pekerja kontrak yang memperbaiki atap dari tangki yang menyalakan uap yang mudah terbakar di dalam tangki.

Tangki tersebut memiliki karat yang sangat parah dan kebocoran yang sudah ditemukan pada pemeriksaan tahunan. Semua karat dan kebocoran sudah diperbaiki kecuali 1 titik kebocoran yang ditemukan 1 minggu sebelum kecelakaan.

Pada saat kecelakaan, beberapa titik kebocoran tambahan ditemukan lagi di atap tangki namun belum dilaporkan. Tetapi, seorang operator sudah mengisi “laporan kondisi tidak aman” (unsafe condition report) beberapa minggu sebelum ledakan. Sebuah izin pekerjaan panas juga pernah ditolak karena konsentrasi uap mudah terbakar yang tinggi, namun tidak ada tindakan yang diambil oleh manajemen.

Ilustrasi tangki yang berkarat

Sumber: https://www.banksindustrial.com/blog/api-653-best-practices-for-preventing-bulk-storage-tank-corrosion

Kejadian lain terdapat pada Januari 2016, sebuah kejadian fatality terjadi pada pabrik penyulingan yang berbeda, juga disebabkan oleh tangki yang berkarat. Sebelum shift malam, seorang operator pergi ke tangki untuk mengukur temperatur dan ketinggian level minyak di beberapa tangki yang mengandung minyak panas. Untuk melakukan itu, pekerja harus memanjat untuk sampai ke atap.

Selama beberapa waktu, operator tersebut tidak kembali dan juga tidak membalas kontak via handy talky. Rekan kerjanya kemudian mengecek ke tangki untuk menginvestigasi. Ia kemudian menemukan lubang besar di atap tangki dan tubuh rekan kerjanya sudah ada di dalam tangki. Atap tangki ditemukan sudah memiliki korosi internal sehingga atap tidak kuat untuk menahan beban dari pekerja.

Apakah Anda Tahu?

Karat pada tangki dan peralatan lain memiliki berbagai macam bahaya seperti:

  • Retakan,lubang atau kebocoran pada tangki dapat menjadikan zat kimia toksik atau flammable
  • Karat dapat menyebabkan pelemahan pada tangki, pipa dan peralatan lain sehingga mereka dapat gagal beroperasi dalam kondisi normal
  • Peralatan yang memiliki tingkat korosi yang tinggi dapat menjadi pelemahan struktur. Atap tangki bisa saja tidak mampu untuk menopang beban di atasnya sehingga struktur atap bisa jatuh.

Apa yang dapat dilakukan?

  • Laporkan lubang,tangki dalam tangki atau korosi yang parah kepada management. Jika tidak ada aksi untuk membetulkan masalah tersebut, jangan menyerah, tingkatkan eskalasi dari temuan jika dibutuhkan
  • Jangan pernah berjalan atau memanjat peralatan yang tidak didesain untuk itu terutama pada pada peralatan yang berkarat.
  • Laporkan korosi pada pipa, pipe supports, tangki, peralatan pendukung, tangga, platform kerja, besi struktur gedung dan beberapa peralatan kritikal yang lain.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process Safety Beacon May.” AICHE. May 1. Accessed May 31, 2017. https://www.aiche.org/sites/default/files/beacon/201705beaconenglish.pdf.

Ini Bahaya Uap Air (steam) dalam Instalasi Pengolahan Minyak

Pada tahun 1991, sebuah ledakan dan kebakaran terjadi pada 50.000 barel per hari dari Fluid Catalytic Cracker (FCC) unit dalam sebuah penyulingan yang dipasang online setelah 7 minggu dimatikan untuk perawatan. Tragisnya, 6 pekerja meninggal dan 8 lainnya terluka dalam kejadian ini. Kerusakan properti dilaporkan sebesar $23 juta dan kerugian bisnis diperkirakan hingga sampai $44 juta.

Gambar lokasi terjadinya ledakan

Apa yang menyebabkan ledakan dahsyat ini? Ternyata ledakan ini tidak terjadi karena runaway reaction, atau kebocoran flammable, atau listrik statis. Ledakan ini ternyata terjadi hanya karena air!

Tangki tekanan vertical (vertical pressure vessel) dengan nama F7 merupakan tempat di mana ledakan terjadi. Tangki tersebut digunakan untuk memisahkan minyak berat (heavy oil) dari katalis debu solid dalam proses. Selama peralatan dimatikan, minyak dikeringkan dari semua peralatan proses serta peralatan dibersihkan, diinspeksi serta diperbaiki agar fit ketika digunakan.

Sebagai bagian dari prosedur start up (penyalaan), uap air (steam) digunakan untuk menggatikan udara di dalam sistem sebelum minyak dimasukkan dalam proses. Di dalam operasi ini, temperatur di dalam peralatan proses ternyata cukup rendah untuk mengkondensasi uap yang berada di dalam jalur untuk menjadi air. Air yang terkondensasi ini terkumpul dan terpompa ke dalam tangki F7.

Prosedur normal start up mengharuskan kru operasi untuk membuang air di dalam F7 sebelum memasukkan minyak panas. Namun, katup (valve) untuk membuang (drain) air dari pipa dalam kondisi tertutup sehingga mencegah air keluar dari F7. Tangki F7 kemudian mendapatkan tekanan berlebih (overpressure) sehingga terjadi ledakan dari uap air.

Ledakan dari uap air melepas minyak sehingga terjadilah ledakan karena minyak yang menimbulkan api hingga menyelimuti FCC. Api membakan hingga 2,5 jam sebelum bisa dipadamkan.

Gambar ilustrasi ledakan steam

 

Apakah Anda tahu?

  • Banyak laporan dari kejadian ledakan uap air yang melibatkan material panas yang kontak dengan air
  • Air mengembang hingga 1600 kali ketika ia berbentuk uap. Itu berarti 0,5 liter air dapat menjadi uap hingga 200 liter
  • Untuk mempersiapkan perawatan, air sering digunakan untuk membersihkan dan mengeluarkan peralatan. Air dapat berkumpul di titik terendah peralatan sehingga dapat kontak dengan material yang berbahaya jika tidak dikeluarkan sepenuhnya dari peralatan.

Apa yang bisa dilakukan?

  • Ketika mengembalikan peralatan dari aktivitas pemeliharaan, pastikan itu benar-benar bersih dan tidak mengandung apapun yang tidak kompatibel dengan material proses atau kondisi operasi
  • Jangan menyimpang dari prosedur start up
  • Gunakan ceklis dan prosedur untuk startup. Beberapa process plants beroperasi dalam rentan waktu yang jauh antara pemeliharaan dan shut down yang lain. Anda tidak diharapkan untuk mengandalkan memori untuk mengingat hal tersebut, gunakanlah pencatatan.
  • Jika Anda menemukan katup yang dalam posisi salah atau peralatan lain dalam status yang tidak tepat ketika start up, mintalah bantuan untuk mengerti semua konsekuensi potensial sebelum mengganti katup (valve) atau status peralatan yang lain.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. (2017, April 1). Process Safety Beacon. Retrieved April 2, 2017, from AICHE: https://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201704/english

Ledakan dari Kabut di Bawah Suhu Flash Point

Pada tahun 1986, terdapat sebuah ledakan dari 10 galon vessel dengan agitator (pengaduk seperti baling-baling) pada pilot pabrik. Sebuah reaksi oksidasi dikerjakan dalam kondisi ruagan dipenuhi atmosfir oksigen murni pada tekanan 250 psig. Semua orang mengira bahwa atmosfir dari tangki sudah aman mengingat temperatur di dalam tangki hanya 50°C yang merupakan suhu di bawah flash point (titik nyala) dan konsentrasi uap yang ada di bawah lower explosive limit (batas bawah eksplosif). Kondisi proses dalam keadaan…

"Ledakan dari Kabut di Bawah Suhu Flash Point"

Bahaya Pencampuran Zat Kimia yang Tidak Kompatibel

Pada 21 Oktober 2016, 2 zat kimia yang tidak kompatibel, asam sulfuric dan sodium hipoklorit (pemutih), secara tidak sengaja telah tercampur oleh pemasok bahan mentah dalam perjalanan rutin ke pabrik di Kansas, Amerika Serikat. Kedua zat kimia itu bereaksi dan membentuk awan gas klorin di komunitas sekitar sehingga sekitar 100 orang harus dilarikan ke rumah sakit, beberapa sekolah dievakuasi, dan sekitar 11000 penduduk dievakuasi selama lebih dari 2 jam.

A fog plume believed by authorities to contain chemicals is seen after a chemical spill at a facility in Atchison, Kansas, U.S., October 21, 2016. Courtesy Liz Wagner/Handout via REUTERS

Kecelakaan tersebut hanya salah satu dari sekian banyak kecelakaan akibat tercampurnya zat kimia yang tidak kompatibel. Beberapa kecelakaan akibat tercampurnya zat kimia yang tidak kompatibel sehingga membentuk awan gas klorin antara lain:

  • May 2013, Portland, Oregon, Amerika Serikat – Seorang pengemudi truk pemasok bahan mentah memompa campuran asam nitrat dan asam fosforik ke dalam sebuah tangki berisi sodium hipoklorit di sebuah peternakan
  • Oktober 2007, Frankfurt, Jerman – Asam hidroklorik secara tidak sengaja dipindahkan ke dalam sebuah tangki sodium hipoklorit. Sekitar 200 kg gas klorin terlepas di atmosfir yang menyebabkan 60 orang terluka. Operator yang memberhentikan proses transfer tersebut akhirnya harus meninggal karena pajanan gas klorin
  • Agustus 2001, COatbridge, UK – Seorang pengemudi tangker memindahkan larutan sodium hipoklorit dan asam hidroklorik ke dalam tangki yang sama di kolam renang. 30 orang harus menerima perawatan medis
  • Agustus 1993, Stockholm, Swediw – Seorang pengemudi truk memompa asam fosforik ke dalam tangki yang berisi sodium hipoklorit di sebuah kolam renang
  • Maret 1985, Westmalle, Belgia. Asam Hidroklorik dipompa ke dalam sebuah tangki yang berisi sisa dari sodium hipklorit
  • November 1984, Slaitwaite, UK – Sebuah pabrik meminta pengiriman dari sodium hipoklorit namun menerima larutan Ferik Klorida (larutan bersifat asam). Ferik klorida kemudian ditransfe ke tangki sodium hipoklorit.
  • September 1984, Hinckley, UK – asam hidroklorik ditransfer ke dalam sebuah tangki yang berisi sodium hipoklorit.

Gambar contoh zat kimia yang tidak kompatibel

Lantas, apa yang dapat kita lakukan?

  • Pahami bahaya dari interaksi berbagai macam zat kimia yang inkompatibel. Untuk memudahkan dalam pemahaman, CCPS telah membuat sebuah program komputer yang dapat mengidentifikasi inkompatibiltas dalam pencampuran zat kimia. Program tersebut bernama Chemical Reactivity Worksheet yang dapat diunduh di sini
  • Selalu periksa dan periksa kembali semua dokumentasi dan pelabelan dari pengiriman bahan mentah agar kita bisa yakin bahwa kita mendapatkan zat kimia yang sesuai dengan pesanan
  • Ikuti prosedur dari pabrik dalam mengidentifikasi bahan mentah dan membongkar zat kimia tersebut
  • Pastikan seluruh pipa dan peralatan bahan kimia telah diberikan label yang tepat. Pastikan juga tidak ada sambungan antar pipa yang dapat menghubungkan material yang tidak kompatibel
  • Jika area bongkar zat kimia memiliki pipa yang membingungkan atau zat kimia yang tidak kompatibel harus dibongkar di lokasi yang berdekatan, beritahu isu ini ke manajer Anda atau teknisi agar mereka dapat merubahnya
  • Pengemudi truk dari pemasok bahan mentah harus familiar dan paham terhadap fasilitas-fasilitas bongkar muat dan prosedurnya. Pastikan juga mereka membongkar material ke dalam tangki yang benar.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Mixing incompatible chemicals in storage tanks.” Safety Beacon. February 1. Accessed February 13, 2017. https://www.aiche.org/sites/default/files/beacon/201702beaconenglish_1.pdf.

 

Bahaya Konsentrasi Oksigen yang tinggi

50 tahun lalu, 27 Januari 1967, sebuah kebakaran menewaskan 3 kru di modul komando kapsul angkasa Apollo 1 ketika dilaksanakan test di tempat peluncuran. Atmosfir di modul komando hanya terdiri dari oksigen (100% oksigen) dengan tekanan udara di atas normal yaitu 1.15 bar. Sumber pemantikan dicurigai berasal dari kabel listrik. Material lain yang sebenarnya sulit untuk terbakar akhirnya menjadi sangat mudah terbakar karena adanya ruangan yang mengandung oksigen tinggi.

Gambar 1. Ledakan di apolo

Video 1. Kebakaran di Apolo 1

Konsentrasi oksigen yang tinggi telah disadari sebagai faktor kontribusi dalam kecelakaan di industri. Berikut adalah sejumlah contohnya:

  • Seorang pekerja baja berusaha untuk memperbaiki sebuah mobil yang memiliki permasalahan di jalur bahan bakar. Dia menggunakan oksigen untuk meniup dan membersihkan jalur bahan bakar tersebut. Tangki kemudian meledak dan membunuh 1 orang.
  • Setelah pekerjaan pemeliharaan, sebuah jalur pipa oksigen dibersihkan dengan ditiup menggunakan kompressor yang mengandung oli dalam tiupan udaranya. Beberapa oli tersimpan di dalam film tipis di dalam pipa. Setelah pipa diletakkan kembali ke mesin, percampuran oli dan oksigen menyala, terbakar dan menyebabkan pipa hancur. Kebakaran diduga disebabkan oleh kompresi di dalam valve yang tertutup.
  • Di dalam gas silinder oksigen (biasanya dipakai untuk pengelasan, rumah sakit, penyelaman), kebakaran di regulator dilaporkan ketika adanya kontaminasi dalam oksigen. Kontaminan apapun yang masuk ke dalam tabung gas oksigen seperti debu, oli, bahkan serangga dapat terbakar.

Gambar 2. Berita tabung oksigen terbakar dan meledak

Apakah Anda tahu?

  • Kehadiran oksigen di atas 21% dalam udara akan memperbesar jarak konsentrasi sebuah bahan untuk dapat meledak ataupun terbakar
  • Temperatur terjadinya auto ignition (bahan terbakar sendiri dalam suhu tertentu) dan minimum ignition energy dapat menjadi rendah dengan tingginya kandungan oksigen. Bahan dalam kandungan oksigen yang tinggi dapat menyala lebih cepat, menghasilkan suhu yang lebih panas dan sangat sulit untuk dipadamkan
  • Bahan tekstil bahkan rambut dapat menangkap gas. Jika material-material tersebut menyerap oksigen, mereka dapat terbakar.

Apa yang dapat kita lakukan?

  • Hindari menggunakan oksigen untuk meniup peralatan baik untuk membersihkan atau mengeringkan
  • Hanya menggunakan peralatan, material, gasket dan fitting, pelumas, cairan pelumas, dan komponen lain yang didesain memang untuk pekerjaan dengan penggunaan oksigen
  • Pastikan peralatan untuk servis oksigen. Ikuti semua prosedur perusahaan untuk memastikan tidak ada kontaminasi di dalam pipa, valve, fitting atau peralatan lain yang digunakan dalam servis oksigen murni
  • Merawat dengan hati-hati untuk menghindari semua sumber penyalaan api tidak berada di dekat oksigen
  • Dalam ruang terbatas (confined space), entah tingginya atau rendahnya kandungan oksigen harus diinvestigasi
  • Pada pekerja yang terpapar oleh oksigen yang kaya, hindari mereka dari sumber penyalaan api dan letakkan mereka dalam udara yang terbuka
  • Beberapa organisasi dan industri menerbitkan panduan untuk penggunaan oksigen. Pelajari panduan ini bersama rekan kerja Anda jika oksigen digunakan di dalam pabrik Anda.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process safety beacon.” Center for Chemical Process Safety. Januari 1. Accessed Januari 13, 2017. http://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201701/english.

 

Keselamatan Proses dalam Laboratorium

Pada 16 Maret 2016 terdapat sebuah ledakan di Laboratorium Universitas Hawaii. Seorang asisten riset mendapatkan luka yang sangat serius, kehilangan lengannya. Kerugian finansial mencapai $ 1 Juta.

Gambar 1. Tangki yang pecah akibat ledakan

Saat itu, laboratorium sedang melakukan sebuah riset dengan menggunakan campuran zat yang mudah terbakar (flammable) yaitu hydrogen, oksigen dan karbon dioksida. Campuran tersebut dicampur dalam sebuah tangki berkapasitas 50 liter dan bertekanan 60 barg (90psig), tangki tersebut juga dihubungkan dengan sebuah bioreactor yang mengandung bakteri. Secara desain, tangki tersebut mampu untuk menerima tekanan sebesar 11.6 barg (168 psig) dan diperuntukkan untuk udara kering bertekanan (dry compressed air) saja.

Tangki dan semua peralatan tidak dilakukan grounding dan bonding sehingga berpotensi mengalirkan listrik statik. Terbukti, listrik statis telah terlihat pada laboraatorium sebelum terjadinya ledakan yang terjadi pada tangki ke 11 yang sedang proses. Investigator memperkirakan bahwa ledakan yang terjadi sekitar 70 gm atau setara dengan setengah kekuatan ledakan granat dari tentara Amerika Serikat.

Investigator menemukan bahwa listrik statislah yang memicu ledakan dari zat yang mudah terbakar yang sudah ada dalam tangki. Investigator sangat menyayangkan bahwa terdapat kegagalan untuk mengenali bahaya atmosfir mudah terbakar (flammable atmosphere) di tangki dan juga campuran yang sangat mudah untuk terpicu (ignited).

segitiga-kebakaran-ledakan-di-universitas-hawaii

Gambar 2. Segitiga api dalam kasus terbakarnya Laboratorium Universitas Hawaii

Sebagaimana yang diketahui, campuran gas hydrogen dan oksigen sangat eksplosif dengan rentang konsentrasi yang lebar dan tingkat energi pemicu yang dibutuhkan sangat kecil. Peralatan, fasilitas, prosedur dan pelatihan terbukti tidak cukup di laboratorium tersebut untuk campuran gas yang sangat berbahaya tersebut.

Fakta:

  • Campuran hydrogen dengan udara sangat mudah terbakar dengan konsentrasi hydrogen 4% sampai 75% dan rentang ini akan meningkat seiring dengan kandungan oksigen yang meningkat menjadi 4% sampai 94% hydrogen dalam oksigen murni
  • Energi yang dibutuhkan untuk memicu kebakaran dari campuran hydrogen dan udara (21%) oksigen sangatlah kecil. Sebuah percikan listrik dapat mengandung 50 kali energi yang dibutuhkan untuk membuat kebakaran.
  • Kecelakaan keselamatan proses dapat terjadi juga pada laboratorium atau pabrik pilot (uji coba) dan juga di pabrik manufaktur. Jumlah kecil material tidak berarti bahwa bahayanya juga kecil
  • Kecelakaan terjadi pada laboratorium riset, tetapi laboratorium di tempat kerja juga dapat memiliki resiko yang sama. Contohnya adalah resiko dari silinder gas bertekanan (tabung gas) yang ada di laboratorium

Gambar 3. Ilustrasi Keselamatan di Lab

Sumber: https://www.ite.edu.sg/wps/wcm/connect/itecontentlib/stecoursecatalog/staallcourses/stafulltime/8f02cc004445d9518ab7bbf372c2c2fd

Yang bisa kita lakukan

  • Di manapun Anda bekerja, pastikan Anda benar-benar mengerti bahaya yang ada dalam material yang digunakan, peralatan dan proses operasi. Kita tidak akan bisa mengendalikan bahaya kalau kita sendiri tidak mengerti bahayanya apa. Rekognisi bahaya adalah langka pertama yang sangat penting untuk memastikan keselamatan kerja dalam semua aktivitas.
  • Terapkanlah standard, disiplin dan peraturan yang sama dari Sistem Manajemen Proses di laboratorim atau di tempat manapun di tempat kerja dengan bahaya proses.
  • Gunakanlah identfikasi bahaya dan alat analisis yang tepat untuk mengerti bahaya di tempat kerja, seperti ceklis, what if analysis, job safety analysis, dan analisis lain yang lebih lengkap untuk operasi yang rumit.

Referensi

Center for Chemical Process Safety, 2016. Safety Beacon. [Online]
Available at: http://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201610/english
[Accessed 5 October 2016].