Opini Ahli

Promosi ke Posisi Lebih Tinggi: Harapan atau Kenyataan?

Promosi Karir di bidang HSE

Khusus di bidang HSE, sepanjang karir di posisi struktural ataupun profesional saya acapkali mengamati bagaimana cara naik ke posisi lebih tinggi khususnya ketika kerja di bidang HSE atau yang biasa disebut promosi.

Menurut saya, ada 2 jalan “normal” secara umum dan satu jalan yang umum “upnormal” yg tersedia:

  1. Kondisi terpaksa karena ada perubahan organisasi sehingga ada posisi lowong atau karena seseorang resign sehingga promosi harus dilakukan.
  2. Promosi karena hard skill dan softskill terpenuhi dan ada posisi kosong karena ada yang pindah ke departemen lain atau ada yang pensiun.
  3. Kondisi dipaksakan karena ada faktor kedekatan dengan atasan di posisi tersebut yang kosong karena ada yg pindah, pensiun atau resign. Mendapatkan promosi karena hubungan suku, saudara, agama, koneksi pertemanan dan almamater, dst.

Ketiga hal tersebut lumrah terjadi dan saya pernah mengalami di ketiga posisi promosi tersebut. Tidak ada yang salah karena yang bersangkutan yang mendapat promosi kelak akan diuji dalam posisi baru tersebut, apakah mampu mengerjakan dan menunaikan semua target kerja, mampu mengatur dan mengayomi staff yang ada jikalau promosi secara struktural ke posisi memimpin sebuah organisasi kecil atau seksi dan departemen, mampu mengasuh dan mengatasi semua keluhan dari eksternal dan internal organisasi yang dipimpin.

Ilustrasi Karir HSE

Sudah seringkali saya menulis tentang faktor komunikasi dan keberanian bertanya dan serta keberanian menyampaikan ide dengan elegan, jelas, terukur dan komprehensif.

Ternyata ini salah satu faktor kunci yang harus kita pegang.

Ibarat dalam kehidupan sehari-hari, berusaha paham style dan gaya bicara kawan dan lawan serta memahami apa tujuan yang ingin dicapai.

Contoh kecil yang sudah sering saya bagi, perkenalkan diri dengan sejelas jelasnya jika ingin mendapatkan informasi dan belum kenal dgn seseorang sebelummya. Kenalkan nama, posisi, pengalaman kerja berapa tahun dan dimana, ada maksud apa dan tujuan kontak seseorang untuk apa.

Sama ketika ingin dipromosikan kita harus ukur diri kemampuan kita, pahami situasi yang akan kita hadapi, pikirkan cara menghadapi orang lain dan anggota tim ketika kita ingin dipromosikan di struktur posisi tertentu.

Tipsnya ketika kita posisinya sudah diatas, banyak bertanya : “apa yang bisa saya/kami bantu?”

Sementara itu terbalik dengan orang yang mau dipromosikan, tipsnya harus banyak bertanya “apa saya bisa usul atau ajukan ide utk hal tersebut? Apa saya bisa bantu menyelesaikannya?”

Dengan bertanya demikian seorang atasan manapun akan terkesan dan kita dipaksa harus siap dengan ide segar atau ide rasional utk menunaikan dan menyelesaikan setiap target yang ada. Secara tidak langsung kita mudah dikenal dan diingat oleh atasan manapun.

Kekurangan yang ada untuk tipikal orang Indonesia adalah keberanian mengajukan promosi (self promotion) ketika tahu ada posisi lowong yang lebih tinggi dengan tiga jalan (normal dan upnormal) yang tersedia tersebut.

Ilustrasi Peningkatan Karir

Karakter orang Indonesia yang “sungkanan” dan “nerimo” secara tidak langsung menyebabkan seseorang tidak dipromosikan karena atasan tidak tahu harapan dan kenyataan yang diinginkan staff nya. Sekarang tinggal dikembalikan ke diri masing~masing akankah jadi kenyataan atau harapan dan maukah mengamalkan tips tersebut agar kelak jika mengajukan promosi seorang atasan tidak terlalu terkejut dan tidak akan menolak langsung.

Khusus untuk di luar negeri, sama tipikal dan problem orang Indonesia adalah mau aman sendiri, mau tidak pusing, nerimo dan sungkanan. Sementara bangsa lain sangat agresif, selalu berpikir bagaimana mengisi organisasi sebanyak mungkin dengan orang dari bangsa mereka asli.

Mereka tidak sungkan saling menutup kekurangan seseorang dan kesalahan sesama satu bangsa, sementara bangsa kita sangat idealis tidak mau menutup kekurangan sesama rekan satu bangsa.

Bahkan ketika seseorang sudah di posisi puncak atau posisi menengah dari hasil banyak ngobrol dengan orang bahwa banyak anak bangsa kita sendiri yg sungkan mempromosikan staff dari bangsa kita sendiri alasannya “aku ngga enak, kamu belum pantas, tahun depan aja dech saya ajukan promosi”. Yang mana tahun depan belum tentu ada kesempatan promosi karena posisinya sudah terisi.

Padahal kalo bukan sesama bangsa kepada siapa lagi seorang staff itu akan berharap untuk mendapatkan promosi, sementara bangsa lain selalu berpikir “gimana caranya agar staff dan anggota tim komposisinya 90% bangsa kita?” Keberanian dan support secara mandiri dan personal diperlukan agar promosi dapat dilakukan. Tipsnya: ketahui apa minimum kriteria atau persyaratan minimum utk seseorang bisa diterima promosi di posisi tersebut

Kriteria minimum seperti syarat minimum pendidikan (D3/S1/S2, dst.), syarat jumlah pengalaman dan sudah mengerjakan hal tertentu X tahun (misal di engineering: sudah pengalaman 15 tahun, 7 tahun di detail engineering; misal di HSE: sudah 18 tahun pengalaman dengan 5 tahun di operasional dan 7 tahun di project dan keselamatan proses).

Kriteria minimum ini yang harus ada di orang yang dipromosikan tersebut, bila punya sertifikasi tertentu hanyalah nilai tambahan tapi bukan faktor kunci utk promosi. Hayo sebar luaskan pengetahuan kita supaya makin banyak anak bangsa NKRI berkibar.

HAYOO KITA PROMOSIKAN DIRI SENDIRI DAN BANTU PROMOSIKAN SESAMA ANAK BANGSA, NKRI satu jiwa satu bahasa.

Semoga berguna. Silakan bila ada komentar, masukan dan kritik membangun.

Alkhor, 26 May 2019

Alvin Alfiyansyah

Alvin Alfiyansyah

More than 18 years experience of Project Technical Safety Review for various phases of projects, safe operation and maintenance, HSE management system improvement with process engineering, process safety, safety engineering and HSEQ approach

Komentar Anda?

Back to top button
Close