Opini AhliProses Safety management

Mengenal Safety Integrity Level (SIL)

SIL sendiri merupakan ukuran dari kemampuan SIF untuk menurunkan tingkat risiko

Dalam process safety (ilmu K3 yang banyak berhubungan dengan proses kimia) dikenal suatu teknik pengamanan berlapis atau umum dikenal dengan Layer of Protection Analysis (LOPA). Teknik di umumnya dipergunakan untuk menilai seberapa besar suatu risiko dapat diturunkan dengan mempergunakan berbagai pilihan teknik pengamanan. Salah satu teknik pengamanan yang kerap dipilih adalah Sistem Pengamanan berbasis Instrumentasi atau lebih dikenal dengan nama Safety Instrumented System (SIS).

Ilustrasi Pabrik

Safety Instrumented System (SIS) merupakan kumpulan dari beberapa alat yang berfungsi pengamanan atau Safety Instrumented Function (SIF), dimana 1 SIF mempunyai 1 sensor, 1 logic solver, dan 1 valve.

Dalam 1 SIF inilah dikenal istilah SIL atau Safety Integrity Level. SIL sendiri merupakan ukuran dari kemampuan SIF untuk menurunkan tingkat risiko. Dalam standar IEC 61508 terdapat 4 level SIL, yaitu:

  • SIL 1 merupakan kemampuan SIF menurunkan risiko dari 0,1 sampai 0,01.
  • SIL 2 memiliki kemampuan menurunkan risiko dari 0,01 hingga 0,001.
  • SIL 3 memiliki rentang penurunan risiko sebesar 0,001 hingga 0,0001, dan
  • SIL 4 memiliki kemampuan reduksi risiko 0,0001 hingga 0,00001.

Ada banyak metode dalam menentukan SIL suatu SIF, namun yang lazim atau sering dipergunakan oleh para praktisi functional safety ada 3, yaitu : Risk Matrix, Risk Graph, dan LOPA.

Masih menurut standar IEC 61508, penentuan SIL wajib mengacu perhitungan dangerous failure dari sebuah sistem, bukan hanya sekedar nilai failure rate suatu komponen, misal perangkat lunak logic solver. Dangerous failure rate (DFR) sendiri merupakan ukuran/nilai kegagalan yang dimiliki secara inherent oleh peralatan SIF dan ditentukan secara ketat saat fabrikasi peralatan tersebut. Biasanya DFR kerap dihubungkan dengan Systematic Failure. Partial Stroke Test (PST) adalah salah satu metode untuk mengubah Dangeraois Failure Rate menjadi Safe Failure Fraction (SFF).

SFF, dalam IEC 61508 dan IEC 61511, juga merupakan juga salah satu metode penentuan SIL melalui peran HFT (Hardware Fault Tolerance). Ini juga berarti bahwa level SIL yang ditentukan haruslah memberikan nilai yang maksimum untuk dangerous failure dan memberikan nilai minimum untuk safe failure fraction.

Untuk memverifikasi SIL yang sudah dipilih melalui metode-metode yang telah disebutkan di atas, terdapat pula 3 metode yang disering dipakai praktisi untuk memverifikasi SIL yg sudah dipilih tersebut. Metode itu adalah : SIL budget, HFT, dan PFD avg.

Perpipaan di Pabrik

Mode operation process saat SIL dipilih juga sangat berpengaruh pada level SIL yang dipilih tersebut. Mode Low Demand dan mode High Demand merupakan mode operasi yang sering menjadi acuan pada pemilihan SIL tersebut.

FS Eng (TUV Rheinland,SIS,#13367/16)

Roslinormansyah Ridwan

Senior Praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia. Memiliki pengalaman sebagai Country HSE Manager Haliburton Indonesia

Komentar Anda?

Back to top button
Close