Aspek Personal

6 Langkah Menjadi Safety Profesional dengan NLP

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan buku bacaan yang menarik ( Selling Easily and Smart oleh Hindranata Nikolay). Saya berpikir bahwa konsepnya sangat keren untuk diterapkan dalam profesi kita sebagai seorang safety. Hal yang membuat saya sangat antusias dan tertarik adalah quote awal pembuka buku yang sudah saya ganti kata katanya untuk menyesuaikan dengan tema dan ide saya.

Menjadi seorang safety yang profesional tentu dambaan kita semua baik yang sudah cukup lama atau masih dalam taraf berani mencoba memulai profesi baru. Well, dalam mewujudkan profesionalitas kita, banyak hambatan dan kendala tanpa kita sadari ternyata semua itu ada dalam diri kita atau ada di sekitar kita yang tanpa kita sadari membuat kita percaya (belief) bahwa menjadi seorang safety profesional itu tidak gampang dan penuh cobaan berat, cemoohan, olokan, atau ejekan.

jadilah safety profesional
Jadilah safety professional

Ada beberapa teman kita yang karirnya di dunia safety diawali bukan dari gairah yang mengebu-gebu. Beberapa di antara mereka bahkan berbeda latar pendidikan yang jauh dari ilmu safety namun karena takdir, ia terjerumus di dunia safety. Seperti saya misalnya, seorang lulusan sarjana ekonomi yang karena takdir atau jalan hidup akhirnya berkecimpung di dunia safety sampai saat ini.

Saya jadi teringat pertama kali ketika mulai berkecimpung di dunia ini, tidak terlintas sedikitpun tentang apa itu K3, regulasi, instruksi kerja, dan lain-lain, tapi seiring waktu saya sangat menikmati dan enjoy dalam menjalani rutinitas baru tersebut.

Saya dekati dan belajar dari orang orang yang ahlinya. Saya  bertanya, mencatat, mencoba mempraktekan, melakukan investigasi kecelakaan kerja. Satu hal yang saya syukuri sampai saat ini adalah saya dikelilingi oleh orang-orang yang ahli dan kompeten di bidang safety. Secara tidak sadar ada dari mereka yang saya contoh cara berfikirnya, berbicaranya atau dalam mengambil suatu tindakan.

Kadang ketika berbicara dengan mereka, seakan-akan saya berbicara dalam hati “wow gue banget nih orang kalau berbicara tentang keilmuan”.

Baru akhir-akhir ini, saya menemukan jawabannya bahwa yang saya alami dan lakukan ini ternyata sudah ada ilmu dan dipelajari oleh orang lain yaitu NLP (neuro linguistic program).  NLP didefinisikan dengan cara kinerja otak dalam melakukan proses menyimpan apa yang dilihat, dirasakan, didengar ke dalam otak kita dan tersimpan di bawah alam sadar kita yang sewaktu waktu bisa kita recall kembali ketika kita membutuhkan.

Ada satu kutipan dari Malcolm Gladwell dalam buku Outliers (Rahasia di Balik Sukses). Dia menulis bahwa untuk mencapai sebuah keahlian, kita membutuhkan 10.000 jam melakukan dengan disiplin.

Kembali lagi ke masalah utama: bagaimana sih menjadi seorang safety yang profesional?

Semua yang saya tulis ini tidak hanya untuk pekerja safety saja tapi juga untuk semua bidang pekerjaan.

Menurut yang saya alami dan pelajari, ternyata menjadi seorang yang profesional bisa diciptakan oleh kita dengan mudah. Langkah-langkahnya seperti di bawah ini:

1.Tentukan Identitas diri

Pernahkah kita mendengar bahwa safety itu seperti polisi India, polisinya proyek, tukang foto keliling di proyek, kerjanya cuma cari kesalahan orang dan lainnya. Anehnya semuanya secara tidak sadar membuat kita ‘terbelenggu’ tidak ada ‘pride’ atau kebanggan dalam karir di bidang safety.

Sekarang, pertanyaanya adalah bagaimana kita bisa menjadi seorang yang profesional di bidang safety dengan maksimal secara konsisten kalau kita tidak merasa menjadi seorang safety officer?

safety officer
Ilustrasi safety officer membawa helm

Saya sangat sependapat jika ada yang bilang menjadi seorang safety profesional itu “dilahirkan”  melalui proses yang amat panjang mulai pembelajaran, pembentukan, dan pemahiran.

Mau sukses di bidang safety? Mulailah dengan menyebut diri sebagai seorang Safety Profesional, mulailah menganut identitas diri baru, mulailah komitmen baru untuk menjadi seorang Safety Officer Profesional.

2. Mantapkan komitmen

Komitmen sangat diperlukan dalam karir untuk bekerja keras serta terus belajar. Karir itu diciptakan bukan ditemukan, artinya untuk memulai sebuah karir adalah melakukan (take action).

Banyak pengalaman yang mengatakan bahwa hanya orang yang punya komitmen yang mampu bertahan dalam situasi yang menantang seperti cemoohan, sikap cuek pekerja maupun manajemen, target yang tinggi dari manajemen, kendala-kendala di lapangan dan lain sebagainya. Orang-orang yang punya identitas diri dan ikatan emosional yang relevan dengan pekerjaan akan bertahan serta maju terus.

Tahukan kamu bahwa orang orang yang punya komitmen (komitmen semua hal) ternyata hidupnya lebih bahagia? Hal tersebut disebutkan berdasarkan hasil survei di Inggris pada tahun 2010. Jadi, segeralah tetapkan komitmen untuk menjadi safety officer sekarang juga untuk hidup yang lebih bahagia dan menjadi safety officer yang profesional.

3. Detailkan Identitas

Ingin menjadi seperti apakah sih kita sebagai seorang safety officer yang profesional? Apakah yang paham akan kerjaan? Apakah yang pantang menyerah, tahan banting, murah senyum, disegani di lingkungan kerja?

Dalam ilmu yang saya pelajari akhir-akhir ini yaitu NLP, ada sebuah tekhnik untuk menumbuhkan atau mendetailkan identitas diri. Ilmu itu bernama new behaviour model yang menurut saya sangat bagus untuk diterapkan dalam diri kita, walau awalnya sangat sulit untuk dikerjakan namun saya yakin seiring waktu dan latihan akan mempermudah menerapkan model ini dalam diri kita.

Sebelum bermain imajinasi untuk mendetailkan tentang identitas diri seorang safety officer, lihatlah gambar dibawah  ini terlebih dahulu supaya ada gambaran kenapa kita melakukannya:

eye accessing cue

Langkah yang harus di ikuti :

    • Lirikkan mata ke kiri bawah, bicaralah dengan diri sendiri dan jawab pertanyaan ini “Ingin menjadi seorang safety officer seperti apa saya?” Kita akan menemukan jawaban yang cukup beragam. Pilihlah yang mendekati dengan diri anda (lakukan kompromi dengan diri sendiri akan mendapatkan hasil yang powerful)
    • Setelah mendapatkan identitas diri tersebut, sekarang lirikkan mata ke arah kiri atas dan cari dalam memori anda yang mempunyai karakter atau ciri-ciri yang identik dengan yang dibayangkan pertama kali, jika tidak menemukan orangnya bisa juga lakukan dengan kriteria orang tersebut.Jika sudah menemukan, kita gali semua kenangan yang ada, mungkin dari cara berdirinya, cara menyampaikan pesan atau diskusinya, cara bergerak, cara menyelesaikan masalah di lapangan, cara membimbingnya dan sebagainya. Semakin banyak sumber ingatan yang digali, maka semakin mempermudah menemukan jati diri kita sebenarnya nanti.
    • Langkah selanjutnya adalah dengan melirik ke kanan atas, mainkan imajinasi dalam pikiran kita dan bayangkan diri Anda melakukan persis sama dengan orang yang diingat tadi,
    • Langkah terakhir adalah kiri ke kanan bawah, masuklah ke tubuh imajinasi anda barusan. Seolah-olah Anda bergerak persis seperti yang dibayangkan sebelumnya, rasakan bagaimana anda berkata-kata, bertindak, mengambil keputusan dan memberi arahan.

Kita kadang menemukan orang yang lebih pas lagi pada saat kita melakukan proses diatas, jika menemukan di tengah ulangi dari awal sampai akhir.

Kunci dari permainan ini adalah afirmasi pada diri sendiri “Saya seorang safety officer profesional yang…..”

4.Apa yang saya cari di profesi safety?

Kalau sudah sampai langkah ini, berarti kita sudah memiliki komitmen untuk diri sendiri menjadi safety officer profesional. Hal yang paling menantang adalah menjaga komitmen itu sebagai elemen terpenting.

Sekarang kita gali lebih dalam lagi apa yang kita cari di profesi safety officer profesional itu? Tanyakan pada diri sendiri dengan kalimat kalimat “kenapa? apa yang kita cari di bidang ini? dan seterusnya”. Gali dan terus cari sampai ke titik jawaban yang hakiki misalnya untuk menimba ilmu dan pengalaman.

Pertanyaan selanjutnya adalah kalau sudah memiliki hal tersebut gunanya untuk apa? Mendapatkan gaji yang lebih besar? Jika sudah mendapatkan gaji yang lebih besar buat apa? Membahagiakan keluarga, orang tercinta dan sebagainya?

Kalau sudah menemukan kunci jawaban tersebut jadikan anchor atau ingat selalu ketika kita bekerja bahwa tujuan kita melakukan semua ini untuk mewujudkan impian tersebut. Ada hal yang menarik disini kalau biasanya ada istilah win win solution, dalam hal ini lakukan dengan yang baru win, win, and win artinya cari yang berguna atau menguntungkan buat diri sendiri, lingkungan, maupun perusahaan.

5. Lakukan Perubahan diri

Sekarang, waktunya transisi menjadi pribadi baru sebagai seorang safety officer profesional yang berani menentukan identitas baru dan punya tujuan yang jelas untuk diwujudkan.

Ketika sudah menemukan afirmasi diri yang kuat, dalam diri kita kadang timbul perkataan yang. Misalnya, ketika kita mengatakan “saya  bisa menjadi safety officer profesional yang disegani oleh pekerja, manajemen, maupun organisasi”.  Perhatikan, rasakan, dengarkan bagaimana respon yang muncul dalam pikiran anda saat itu, jika menemukan penentangan tentang hal tersebut, singkirkanlah dengan kalimat kalimat positif yang tidak berlawanan. Misalnya “ah.. tidak mungkin saya bisa menjadi seperti itu” ubah stigma tersebut dengan kalimat “mungkin saat ini saya belum bisa menjadi seperti itu tapi saya yakin akan bisa mewujudkannya”.

Sadar atau tidak, salah satu yang dominan dan bisa menghambat perubahan kita adalah siraman perkataan dari orang-orang di sekitar kita. Seringkali, hal ini menetap sampai saat ini yang akhirnya mempengaruhi cara kita berfikir dan bersikap.

Ingat, semua skill di dunia ini tidak akan membawa diri kita ke puncak prestasi kalau setiap kali kita menggunakan skill tersebut masih ada suara-suara dan bayangan di kepala mendorong untuk mundur. Hindari sebisa mungkin pikiran tersebut dari diri anda, hindari pula lingkungan tempat yang hampir dipenuhi lontaran berbagai kata yang tidak sehat.

6.Percaya diri sebagai safety person

Rasa percaya diri bisa dibangun dan dijaga dengan 3 elemen praktis yang di dalam dunia NLP. Ketiganya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Rancanglah ketiganya sehingga dapat memicu rasa percaya diri Anda.

Ketiga elemen tersebut yaitu:

  • Visual

Melihat bayangan internal dan melihat hal-hal tertentu yang berguna dalam menaikan rasa percaya diri Anda. Misalnya, melihat materi yang akan disampaikan, membaca semua regulasi yang ada, melihat role model yang ada di sekitar kita seperti pimpinan.

  • Audiotory

Hal ini termasuk self talk atau berbicara dengan diri kita sendiri, suara-suara atau kata-kata tertentu yang kita dengar. Hilangkan semua hambatan dalam self talk dengan kalimat kalimat pembalik yang elegan.

  • Kinestetik

Kinestetik adalah gerakan atau fisiologi tertentu. Seringlah bertindak dengan postur yang tegap (high Pose) untuk cepat menaikan rasa percaya diri. Sebaliknya, jika kita sering menampilkan postur yang rendah (low pose) cepat atau lambat akan menurunkan rasa percaya diri kita.

Saya ambil contoh sederhana bagaimana high pose dan low pose itu. Perhatikan orang merokok, apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat orang merokok dengan menunduk dan hisap dalam-dalam? Apa pula yang ada di dalam pikiran kita ketika orang tersebut menengadah ke atas sambil menghembuskan asap rokoknya? Atau ketika pandangannya tetap lurus ke depan? Dari ketiga hal tersebut, kira-kira mana yang sedang berfikir? Mana yang sedang ada masalah? Mana yang sedang siap terima tantangan?

Penutup

Apakah semua yang di atas itu akan menjamin kita sukses menjadi seorang safety profesional? Jawabannya bisa ya bisa juga tidak, semua kembali pada diri kita sendiri.

Hasil dari sebuah kesuksesan adalah feedback dari apa yang sudah Anda lakukan. Sukses dalam bentuk dan waktu kapanpun adalah bukan soal hak, tapi kepantasan melalui usaha Anda.Tunjukan bahwa Anda pantas, hasil Anda saat ini bukan gambaran semua yang Anda bisa tapi gambaran kepantasan Anda saat ini.Kalau terasa berat dalam mencoba, silakan kembali latihan. Kalau sulit, silakan belajar lagi. Kalau letih, beristirahatlah.

Apapun situasinya yang penting adalah tetap berusaha, cepat atau lambat jalan keluar akan ditemukan oleh mereka yang terus berusaha.

Mungkin setelah yang selesai membaca tulisan ini, ada yang mencibir semua yang ada di sini hanyalah omong kosong, asumsi semata, dongeng di siang bolong. Namun, saya yakin Anda juga percaya bahwa kita akan lebih memilih afirmasi positif buat diri kita daripada afirmasi negatif.

safety profesional berpikir secara positif
berpikirlah positif

Kerja keras adalah untuk mereka yang percaya bahwa sukses bahkan juga keberuntungan mengikuti usaha dan determinasi. Anda tidak akan bisa memiliki mental kuat dan kemampuan tinggi tanpa hidup dengan berbagai tantangan dan diuji kesulitan. Kadang yang mengembangkan diri Anda adalah setiap rentangan usaha Anda di saat sulit.

Semoga tulisan ini membawa perubahan dalam diri kamu terutama perubahan diri kamu menjadi seorang safety profesional.

Salam Kompeten.

Special thanks for my coach Hingdranata Nikolay dan Coach Agung Windriatmoko yang memberi gambaran wawasan yang begitu luas tentang Neuro-linguistic Programming

Tampilan Penuh

Budhi Setiyawan

Pembina HSE INDONESIA Wilayah jatim dan Regional Malang Raya. Bekerja di salah satu perusahaan tambang Nikel di Sulawesi Tenggara

One Comment

  1. Sy baru mulai profesi safety krn kena phk,,pdhl dr dulu gak pernah di bidang ini,apakah msh ada yg mau terima saya jd karyawan krn msh baru..??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close