Kesehatan kerja

Mengenal Bahaya Poultry Dust Bagi Kesehatan Pekerja di Intensive Poultry Farm

International Labour Organization (ILO) pada tahun 2010 telah merilis sebuah panduan terkait jenis dan daftar Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada organ paru atau lebih tepatnya kita kenal sebagai penyakit paru akibat kerja.

Organ paru merupakan organ vital utama manusia selain jantung dan otak. Ketiga bagian ini merupakan bagian yang kritis karena berpengaruh terhadap kehidupan seseorang.

Daftar Penyakit Akibat Kerja Paru

Adapuun daftar penyakit paru akibat kerja tersebut antara lain pneumokosis yang disebabkan oleh debu mineral fibrogenik (silicosis, antrako-silikosis), alveolitis alergi ekstrinsk silikotuberkulosis, pneumoconiosis yang disebabkan oleh debu logam berat.

Logam berat merupakan logam yang mempunyai berat jenis (specific gravity) 5,0 atau lebih, dengan nomor atom antara 21 (scandium) dan 92 (uranium), siderosis, asma yang disebabkan oleh agen sensitisasi, PPOK, ganguan saluran pernafasan bagian atas, penyakit respirasi lainnya yang belum disebutkan.

Anatomi paru-paru
Anatomi paru-paru

Bahaya di Industri Perunggasan

Sektor industri peternakan menyerap sekitar 4,2 juta tenaga kerja (Ditjen PKH 2017). Sektor peternakan dan pertanian juga merupakan sektor yang menjanjikan dan salah satu sektor yang mampu bertumbuh di era pandemic COVID-19

ilustrasi peternakan unggas
Ilustrasi Peternakan Unggas

Salah satu sektor peternakan yang sudah berkembang cukup pesat adalah industri perunggasan. Proses industri di ektor ini sudah berjalan dengan terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir.

Namun pemahaman, praktik, perhatian, dan implementasi keilmuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) masih sangat minim. Hanya beberapa industri besar yang menaruh perhatian terhadap K3.

Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya edukasi dan atau regulasi yang mendukung implementasi K3 berjalan dengan baik. Intensive poultry farm atau lebih kita kenal dengan sebutan peternakan unggas yang dilakukan secara intensif juga menimbulkan risiko baru dengan munculnya berbagai macam bahaya dari aktifitas yang dilakukan di lingkungan kerja ini.      

Berbagai penelitian telah dilakukan oleh ilmuwan terkait aspek bahaya (hazard) pekerja di sektor ini. Berbagai macam hazard telah kita kenal dan diketahui namun bahya lain juga masih dieksplorasi. Bahaya utama di sektor ini berasal dari bahaya fisik bahaya kimia dan bahaya biologi.

ilustrasi pemeriksaan kesehatan di peternakan
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan di peternakan

Bahaya fisik meliputi berbagai macam paparan inhalable dust (debu), particulate matter, peralatan industri, bahaya kelistrikan.

Sedangkan bahaya biologi misalnya eksposure (paparan) microorganism bakteri seperti E. coli, Salmonella, Staphyloccocus, Campylobacter, Clostridium, Listeria, Bordetalla, Corynebacterium, Globicatella, Mycobacterium, Streptococcus, Actinobacillus, fungi seperti Cladosporium, Aspergillus, Scopulariopis, Penicillium, Stachybotrys chartarum, Alternaria alternata, Aspergillus fumigatus, Cladosporium herbarum, Fusarium sp., Penicillium sp., Rhizopus sp., Mucor sp., Trichoderma sp., and Trichothecium sp,  virus Avian Influenza H5N1 (flu burung), endotoksin (endotoksin yang terkontaminasi dengan debu organik), kapang, logam berat dan pestisida.

Bahaya Poultry Dust

Pada bahasan kali ini, penulis ingin berbagi sedikit mengenai bahaya berupa poultry dust. Berdasarkan studi yang sudah banyak dilakukan, eksposure poultry dust kepada pekerja bisa menyebabkan gangguan kesehatan berupa berbagai macam respon klinis termasuk asma, chronic bronchitis, chronic airways obstructive disease (COPD), allergic alveolitis, dan organic dust toxic syndrome (ODTS)

Kemudian apakah yang dimaksud dengan Poultry Dust tersebut?. Definisi poultry dust menurut HSE.gov.uk yaitu merupakan campuran pakan burung, bahan alas tidur (misalnya serutan kayu /sobekan atau jerami), kotoran burung, bulu dan bulu (kulit mati), tungau debu dan tungau penyimpanan, serta mikroorganisme seperti bakteri, fungi (kapang). dan endotoksin (komponen dinding sel bakteri). Berikut di bawah ini diagram tabel komposisi dari Poultry Dust :

diagram poultry dust
Diagram Poultry Dust

Karakteristik Poultry Dust

            Berdasarkan dari diagram komposisi di atas kita bisa mengetahu bahwa poultry dust tersusun atas kotoran ayam, bulu, spora jamur, tungau, bakteri, endotoksin, serpihan bubuk atau serbuk kayu yang biasanya digunakan sebagai litter di farm.

Rute Pajanan

Sebagian besar rute pajanan adalah melalui inhalasi atau pernafasan. Beberapa aktivitas yang bisa meningkatkan kontak dengan sumber bahaya antara lain ketika pekerja di farm membersihkan farm peternakan, pemberian pakan dan minuman, melakukan proses vaksinasi atau pengobatan di farm, mengambil hasil telur, proses desinfeksi farm, proses penggantian litter farm dan lain sebagainya yang terkait dengan aktivitas di farm.

Manajemen Analisa Risiko Paparan

Manajemen analisa risiko bisa dilakukan dengan cara melakukan berbagai simulasi skenario besaran dan rute pajanan poultry dust kepada pekerja, melakukan pengukuran konsentrasi poultry dust di lingkungan kerja, menentukan titik kritis di setiap prosedur kerja yang dilakukan, melakukan penilaian dan pemeriksaan kondisi kesehatan pekerja.

Pendekatan analisa risiko bisa dilakukan dengan pendekatan analisa risiko secara kuantitatif maupun kualitatif, atapun mix method.

Pengendalian

Pengendalian yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi hazard antara lain adalah penggunaan Respiratory Protection Equipment (RPE) yang tepat dan sesuai standard, penjadwalan proses kerja yang didasarkan kepada analisa risiko, level dan waktu paparan, biasanya akumulasi konsentrasi poultry dust dan bahaya lainnya mencapai puncak maksimum pada waktu tertentu, dan penggunaan ventilasi yang tepat untuk farm dengan sistem close house. Terakhir adalah dengan melakukan edukasi dan promosi kesehatan yang tepat untuk meningkatkan kesadaran dan praktik kerja yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

Referensi

Viegas S, Faísca VM, Dias H, Clérigo A, Carolino E, Viegas C. Occupational exposure to poultry dust and effects on the respiratory system in workers. Journal of Toxicology and Environmental Health, Part A. 2013 Feb 15;76(4-5):230-9.

BASINAS, Ioannis, et al. A comprehensive review of levels and determinants of personal exposure to dust and endotoxin in livestock farming. Journal of exposure science & environmental epidemiology, 2015, 25.2: 123-137.

DRÓŻDŻ, Danuta, et al. Management of poultry manure in Poland–Current state and future perspectives. Journal of Environmental Management, 2020, 264: 110327.

https://www.hse.gov.uk/pubns/ais39.htm (diakses pada tanggal 28 Oktober 2020)

https://www.thepharmajournal.com/archives/2019/vol8issue4/PartR/8-4-99-672.pdf (diakses pada tanggal 28 Oktober 2020)

WIJAYANTI, Yuni, et al. Dust Exposures, IgE Levels, History of Allergy, and Symptoms of Allergy in Poultry Workers. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2018, 14.1: 34-40. fff

Tampilan Penuh

David Kusmawan

Dosen Prodi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button