Aspek TeknisProses Safety management

Bahaya Konsentrasi Oksigen yang tinggi

50 tahun lalu, 27 Januari 1967, sebuah kebakaran menewaskan 3 kru di modul komando kapsul angkasa Apollo 1 ketika dilaksanakan test di tempat peluncuran. Atmosfir di modul komando hanya terdiri dari oksigen (100% oksigen) dengan tekanan udara di atas normal yaitu 1.15 bar. Sumber pemantikan dicurigai berasal dari kabel listrik. Material lain yang sebenarnya sulit untuk terbakar akhirnya menjadi sangat mudah terbakar karena adanya ruangan yang mengandung oksigen tinggi.

Gambar 1. Ledakan di apolo

Video 1. Kebakaran di Apolo 1

Konsentrasi oksigen yang tinggi telah disadari sebagai faktor kontribusi dalam kecelakaan di industri. Berikut adalah sejumlah contohnya:

  • Seorang pekerja baja berusaha untuk memperbaiki sebuah mobil yang memiliki permasalahan di jalur bahan bakar. Dia menggunakan oksigen untuk meniup dan membersihkan jalur bahan bakar tersebut. Tangki kemudian meledak dan membunuh 1 orang.
  • Setelah pekerjaan pemeliharaan, sebuah jalur pipa oksigen dibersihkan dengan ditiup menggunakan kompressor yang mengandung oli dalam tiupan udaranya. Beberapa oli tersimpan di dalam film tipis di dalam pipa. Setelah pipa diletakkan kembali ke mesin, percampuran oli dan oksigen menyala, terbakar dan menyebabkan pipa hancur. Kebakaran diduga disebabkan oleh kompresi di dalam valve yang tertutup.
  • Di dalam gas silinder oksigen (biasanya dipakai untuk pengelasan, rumah sakit, penyelaman), kebakaran di regulator dilaporkan ketika adanya kontaminasi dalam oksigen. Kontaminan apapun yang masuk ke dalam tabung gas oksigen seperti debu, oli, bahkan serangga dapat terbakar.

Gambar 2. Berita tabung oksigen terbakar dan meledak

Apakah Anda tahu?

  • Kehadiran oksigen di atas 21% dalam udara akan memperbesar jarak konsentrasi sebuah bahan untuk dapat meledak ataupun terbakar
  • Temperatur terjadinya auto ignition (bahan terbakar sendiri dalam suhu tertentu) dan minimum ignition energy dapat menjadi rendah dengan tingginya kandungan oksigen. Bahan dalam kandungan oksigen yang tinggi dapat menyala lebih cepat, menghasilkan suhu yang lebih panas dan sangat sulit untuk dipadamkan
  • Bahan tekstil bahkan rambut dapat menangkap gas. Jika material-material tersebut menyerap oksigen, mereka dapat terbakar.

Apa yang dapat kita lakukan?

  • Hindari menggunakan oksigen untuk meniup peralatan baik untuk membersihkan atau mengeringkan
  • Hanya menggunakan peralatan, material, gasket dan fitting, pelumas, cairan pelumas, dan komponen lain yang didesain memang untuk pekerjaan dengan penggunaan oksigen
  • Pastikan peralatan untuk servis oksigen. Ikuti semua prosedur perusahaan untuk memastikan tidak ada kontaminasi di dalam pipa, valve, fitting atau peralatan lain yang digunakan dalam servis oksigen murni
  • Merawat dengan hati-hati untuk menghindari semua sumber penyalaan api tidak berada di dekat oksigen
  • Dalam ruang terbatas (confined space), entah tingginya atau rendahnya kandungan oksigen harus diinvestigasi
  • Pada pekerja yang terpapar oleh oksigen yang kaya, hindari mereka dari sumber penyalaan api dan letakkan mereka dalam udara yang terbuka
  • Beberapa organisasi dan industri menerbitkan panduan untuk penggunaan oksigen. Pelajari panduan ini bersama rekan kerja Anda jika oksigen digunakan di dalam pabrik Anda.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process safety beacon.” Center for Chemical Process Safety. Januari 1. Accessed Januari 13, 2017. http://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201701/english.

 

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Close
Close