Kecelakaan Fatality pada Pekerjaan Ruang Terbatas Sumur Sukamandi

Sumur Sukamandi 2 (SKD-02) berada dalam wilayah kerja Lapangan Jatibarang. Pada tanggal 31 Mei 2010, sumur tersebut sedang dalam proses pemeliharaan dengan melakukan kegiatan work over & acid fracturing dengan maksud untuk meningkatkan produktivitas sumur. Pekerjaan dilaksanakan oleh beberapa kontraktor untuk pekerjaan tertentu. Salah satu di antaranya pekerjaan menangani bahan kimia, termasuk penyediaan tanki penampungan yang berukuran panjang 6,65,m x lebar 2,43 m; tinggi 2,88 m; kapasitas 220 bbl; dan ukuran lubang man hole 46 x 49 cm.

Pekerjaan  perawatan  sumur  tersebut sedang dalam tahap  unloading fluida dari sumur dengan menginjeksikan N2 dan  flow back ditampung dalam tanki penampung. Pada hari tersebut, para pekerja melakukan kegiatan antara lain memasukkan coil tubing sambil melakukan unloading Nitrogen yang ditampung di tangki penampungan dengan nitrogen rate 300 scfm dan tekanan 1200 psi sampai 1.869,29 m.

Peta kecelakaan ruang terbatas di sumur sukamandiGambar 1. Layout sumur Sukamandi

Tiba-tiba sekitar jam 15.00 WIB, pekerja di lapangan mendengar suara teriakan minta tolong dari pekerja kontraktor. Pekerja di sekitar kemudian memberikan pertolongan. Ternyata ditemukan 5 (lima) orang pekerja berada di dalam tangki penampungan. Kemudian, para korban diberi pertolongan dan dibawa ke rumah sakit terdekat dalam kondisi tidak sadar. Empat orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang mengalami cidera dan berhasil diselamatkan.

Gambar 2. Manhole tangki penampungan

Dari korban yang selamat diperoleh informasi bahwa pada saat kejadian yang bersangkutan mendengar teriakan minta tolong dari dalam tangki. Ketika diperiksa, ada 3 orang sedang berada di dalam dengan kondisi tidak sadar. Kemudian, yang bersangkutan dengan satu orang lainnya juga mencoba masuk untuk memberikan bantuan. Namun, keduanya juga tidak tahan dan mengalami sesak nafas. Korban berteriak minta tolong dan akhirnya dievakuasi.

Dari keterangan pengawas, tidak ada penugasan untuk masuk ke dalam tangki dan tidak ada izin dari petugas yang berwenang. Data-data tanki penampungan sebagai berikut:

Gambar 3. Data tangki penampungan

Analisa Penyebab

Penyebab langsung

Kecelakaan  ini  terjadi  dalam  ruang  tertutup (confined space ). Di dalam ruang tertutup, biasanya terdapat potensi bahaya, yaitu kekurangan Oksigen (oxygen deficiency ) dan bahaya gas beracun.

Gambar 4. Ilustrasi Ruang Terbatas (confined space)

Sumber gambar: http://www.impactsafetygroup.com.au/product/confined-space-training-course-3-day-package-tasmania/

Ruangan  tanki  mengandung  berbagai  jenis  gas seperti H2S atau CO2 yang dapat mengakibatkan keracunan.  Disamping itu kadar oksigen di dalam tangki sangat kurang.

Semua pekerja yang masuk ke dalam tanki tidak menggunakan alat keselamatan yang memadai.

Pada saat kejadian berlangsung, tidak ada perintah dari pengawas perusahaan atau kontraktor untuk melanjutkan  ke  kegiatan  selanjutnya  (pada  saat kajadian,  pengawas  sedang  melakukan  analisa fluida hasil  unloading step rate test ).

Penyebab Tidak Langsung

  • Faktor Personal. Para pekerja kurang  memahami  mengenai bahaya bekerja dalam ruang tertutup. Mereka melakukan tindakan tidak aman masuk tanpa ijin dan tanpa peralatan kerja memadai.
  • Faktor Pekerjaan. Kegiatan well service mengandung berbagai potensi  bahaya  sehingga  harus  dilaksanakan dengan sistem keselamatan yang ketat, termasuk prosedur operasi yang aman dan pengawasan. Dalam kejadian ini, aspek pengawasan dinilai lemah  sehingga  ada  orang  yang  bekerja  di luar penugasan yang ditentukan dan tidak ada yang mencegah atau memberikan peringatan. Di samping  itu,  antisipasi  terhadap  bahaya belum optimal, misalnya semua lubang masuk ruang tertutup tidak dipasang label atau diberi penutup sehingga tidak dapat dimasuki oleh orang yang tidak berwenang.

Pelajaran yang bisa diambil:

  • Pekerjaan dalam  ruang  tertutup  sangat berbahaya dan harus dikendalikan dengan ketat di bawah pengawasan pihak yang kompeten dan  terlatih,  termasuk  penyediaan  sarana keselamatannya.
  • Bahwa para  pekerja,  khususnya  pelaksana lapangan,  sering  melakukan  pelanggaran prosedur  karena  tidak  mengetahui  atau kurangnya  kesadaran  tentang  Untuk  itu,  perlu  dilakukan  pembinaan  terus menerus dan dilakukan pengawasan yang ketat.
  • Perlu dibuat Job Safety Analysis sehingga setiap potensi bahaya  bisa    JSA  harus dipahami dan dibicarakan pada saat  safety talk sebelum melaksanakan pekerjaan setiap hari. Setiap Surat Ijin Kerja Aman yang dikeluarkan, khususnya yang dikategorikan mempunyai risiko tinggi  dan  bisa  menyebabkan  fatality ,  harus dimonitor secara ketat dan dibuatkan daftarnya di ruangan khusus.
  • Tempat-tempat yang  mengandung  bahaya tinggi,  seperti  tanki  perlu  diberi  pengaman untuk mencegah adanya pekerja yang masuk tanpa ijin.

Kasus meninggal di ruang terbatas merupakan kasus yang sudah beberapa kali menyebabkan kematian bagi pekerja Indonesia. Pada 5 Januari 2015, 3 penambang emas di Lebak tewas keracunan di sumur sedalam 50 meter.  Kasus meninggal karena ruang terbatas yang lain bisa dilihat di sini. 

Referensi:

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 2016. Atlas Keselamatan. Jakarta: Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Bahaya Ruangan Tertutup Bertekanan

Apakah pabrik Anda memiliki ruangan tertutup di daerah berbahaya yang harus dibersihkan dengan udara atau gas lain,dan harus dijaga pada tekanan di atas tekanan atmosferik? Contohnya adalah ruangan untuk alat-alat elektronik, untuk analisis seperti di gambar 1, dan bahkan ruang kendali atau ruang lainnya. Ruangan tertutup ini dijaga pada tekanan di atas atmosferik sehingga jika terjadi kebocoran, maka alirannya akan terjadi dari dalam ke luar. Situasi ini menghindarkan uap atau gas yang mudah terbakar untuk masuk ke dalam ruangan tertutup itu, di mana alat – alat elektrikal dapat menjadi sumber pemantik api atau ledakan.Gambar ruangan analisis bertekanan

Gambar 1. Bangunan untuk analisis yang bertekanan (udara dengan back up nitrogen)

Biasanya,ruangan-ruangan tertutup ini dibersihkan dengan udara, atau dari backup system seperti nitrogen (gambar 2). Jika ruangan tertutup Anda menggunakan nitrogen, atau nitrogen sebagai backup dari udara, maka berhati – hatilah terhadap kondisi kekurangan oksigen (asphyxiating atmosfir) di dalam ataupun di luar dekat pintu ruangan tertutup tersebut (4/2004 and 6/2012 Beacons).

Rambu bahaya ruangan bertekanan tinggi

Gambar 2. Tanda peringatan untuk potensi keberadaan nitrogen di dalam ruangan tertutup

Tekanan yang berada di atas rentang yang diizinkan dapat menjadi berbahaya. Pada bulan Mei 2017, seorang engineer sedang memindahkan sebuah penutup berdiameter 14 in (0.36m) seberat 12 lb (5.4kg) dari suatu ruangan tertutup. Ruangan tersebut sedang bertekanan tinggi karena adanya gas yang bocor. Ketika penutup tersebut sedang dipindahkan, penutup itu pun terlempar dan mengenai engineer tersebut di kepalanya , dan mengakibatkan kematian

Tahukah Anda

  • Kode dan standar peralatan elektrikal, yang dapat berbeda di setiap negara dan kawasan ,akan menginformasikan kepada engineer dan manajer Anda bagaimana membersihkan ruangan tertutup didesain dan dioperasikan.
  • Pada umumnya, tekanan di dalam ruangan tertutup harus dijaga pada tekanan tertentu dan diawasi (gambar 3 dan 4) untuk memastikan jika terjadi kebocoran, maka cuma akan ada aliran dari dalam ke luar

Pressure gauge indikator tekanan

Gambar 3. pressure gauge di dalamruangan tertutup

Gambar 4. Indikator tekanan pada pressure gauge

  • Untuk menjaga tekanan di dalam ruangan tertutup dengan tepat, maka jagalah semua pintu atau Akses tertutup dan tersegel dengan baik

Apa yang Anda bisa lakukan?

  • Berhati – hatilah terhadap semua ruangan tertutup di pabrik Anda, dan periksalah kondisinya ketika Anda melakukan inspeksi rutin
  • Periksa tekanan di ruangan tersebut, dan laporkan ke pihak manajemen jika nilainya tidak berada di rentang yang seharusnya. Ikuti dan pastikan sampai masalah itu diselesaikan Gambar 4 Menunjukkan sebuah pressure gauge yang mengindikasikan secara jelas rentang yang diperbolehkan
  • Pastikan semua pintu di ruangan tersebut tertutup rapat dan tersegel
  • Jika Anda melakukan perawatan di dalam ruangan tertutup, pastikan izin kerjanya telah disetujui. Berhati-hatilah terhadap potensi bahaya akan tekanan tinggi ketika membuka ruangan tertutup tersebut sebelum membukanya.
  • Pastikan ruangan tersebut ditutup dengan baik, disegel, dan pembersihannya dilakukan dengan baik ketika pekerjaan telah diselesaikan
  • Jika ruangan tertutup Anda memiliki backup nitrogen untuk udara, atau jika pembersihannya memang menggunakan nitrogen, berhati- hatilah terhadap kondisi atmosfer inert di dalam atau di dekat ruangan tersebut. Periksalah konsentrasi oksigen sebelum masuk ke dalam ruangan tersebut, meskipun terdapat alarm nitrogen dan alarm tersebut tidak mengindikasikan konsentrasi nitrogen yang tinggi

Gambar 5. Ruangan bertekanan

 

REFERENSI

AiChe. 2017. “Beacon Safety.” Beacon Safety Nov. Nov 1. Accessed Nov 9, 17. https://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201711/indonesian.

 

Tergesa Membuat Celaka

Apakah Anda pernah membuang kertas ke tempat sampah, namun Anda tidak membawa kertas tersebut ke tempat sampah melainkan Anda melempar kertas tersebut ke tempat sampah? Ternyata, Anda gagal memasukkan kertas tersebut, Anda pun terpaksa harus berjalan, mengambil kertas dan meletakkan kertas ke tempat sampah. Apa yang didapatkan? Sebenarnya, Anda akan melakukan pekerjaan tambahan untuk kembali, mengambil kertas, dan meletakkannya di tempat sampah. Bagaimana jika Anda tidak kembali? Mungkin seseorang akan melakukannya untuk Anda.

Hal yang sama juga berlaku dalam keselamatan proses. Jika Anda tidak melakukannya secara benar sejak pertama kali, Anda akan melakukan hal itu berulang kali atau harus meminta orang lain untuk melakukannya. Bedanya, keselamatan proses tidak sesedarhana membuang sampah dari lantai. Tidak melakukan tugas-tugas keselamatan proses (contohnya: mengecek instrument atau mengikuti prosedur) secara benar pada kali pertama maka hasilnya bisa sangat buruk untuk Anda, rekan kerja Anda, komunitas serta lingkungan.

Mengapa penting?

Mengambil jalan pintas pada tempat kerja telah berkontribusi terhadap kecelakaan terkait dengan keselamatan proses. Contoh jalan pintas yang dilakukan adalah:

  • Gagal untuk mengikuti prosedur
  • Mematikan alarm tanpa mengambil tindakan pengendalian
  • Gagal untuk memeriksa status tempat kerja secara keseluruhan
  • Melakukan sebuah prosedur tempat kerja tanpa membawa check sheet

Anda mungkin saja melakukan aktivitas ini ratusan kali, tetapi manusia hanya 99% dapat akurat. Tetapi, Anda memiliki kemungkinan 10 kali lipat untuk keluar dari prosedur yang rumit jika Anda tidak menggunakan checklist.

Prosedur yang tidak layak, tidak akurat atau tidak digunakan secara benar telah menciptakan kecelakaan besar dengan banyak kasus fatal dan luka-luka. Sebagai contoh, pada desember 1994, sebuah ledakan terjadi di pabrik pupuk pada Port Neal, Iowa. Pada kasus tersebut, terdapat 4 kasus fatal, 18 luka, banyak property hancur disertai dengan pelepasan zat kimia yang menciptakan dampak lingkungan yang signifikan.  Tim investigasi dari Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat menyimpulkan bahwa “ledakan dihasilkan dari kurangnya prosedur operasional keselamatan yang tertulis” sehingga menghasilkan kondisi rentan terhadap bahaya ledakan.

Gambar Kecelakaan Pupuk di Port Neal Iowa Tahun 1994

Sumber: https://www.exponent.com/experience/process-plant-explosion/?pageSize=NaN&pageNum=0&loadAllByPageSize=true

Bagaiamana jika sebuah pekerjaan tidak mudah untuk dilakukan? Mungkin ada pembacaan indikator instrument yang mengharuskan kita untuk naik tinggi dengan tangga, membuka tutup wadah atau tangki  untuk mengecek ketinggian, atau untuk pergi ke ujung tempat kerja hanya untuk mengecek posisi valve. Sangat mudah untuk melewatkan semua itu jika Anda sibuk. Anda mungkin akan berharap orang lain akan melakukan hal tersebut untuk Anda, namun jika semua orang berpikiran seperti itu, lantas siapa yang akan membereskannya?

Apa yang bisa dilakukan?

Selalu megikuti prosedur secara lengkap. Jika prosedur tidak akurat atau tidak benar, jelaskan masalah tersebut ke supervisor Anda. Mereka tetap ingin aktivitas tersebut untuk dilakukan secara benar dan selamat.

  • Ketika melakukan inspeksi lapangan, manfaatkan waktu dengan baik dan lakukan dengan teliti
  • Jika ada poin inspeksi yang sulit untuk diakses, instrument pengukur yang habis kalibrasinya atau tidak berfungsi, cairan yang tidak diketahui menetes dari pipa, agitator yang bergetar terlalu banyak, pompa yang mengeluarkan suara aneh, atau apapun itu yang tidak terlihat atau terdengar benar ketika Anda inspeksi, catat ini di ceklis dan komunikasikan dengan supervisor. Tidak ada orang yang dapat mengatasi masalah jika orang tersebut tidak tahu masalahnya apa.

Referensi:

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process Safety Beacon – September 2017 – English.” AICHE. September 1. Accessed September 18, 2017. https://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201709/english.

Bahaya Tekanan Berlebih dan Kondisi Vakum Udara

Tekanan berlebih dan kondisi vakum udara dapat menyebabkan risiko tidak hanya pada unit instalasi tapi juga kepada manusia. Process Safety Beacon pada Bulan Juli 2017 mengeluarkan edisi terkait dengan Manajemen Perubahan (management of change) dalam 2 kecelakaan yang melibatkan tekanan berlebih dan kondisi vakum udara.

Gambar 1 Tangki Penyok

Sistem ventilasi pada tangki penyimpanan bertekanan rendah berdiameter ~6m dengan tinggi ~9 m dimodifikasi untuk menurunkan emisi lingkungan. Tangki tersebut telah beroperasi selama 20 tahun dengan blanket nitrogen dan ventilasi breather berengsel sederhana untuk melindunginya dari tekanan berlebih dan vacuum. Sistem yang baru sangat kompleks, termasuk kompresor dan sistem perpipaan yang rumit. Tangki kemudian akan dioperasikan. Pertama kalinya dikosongkan, tangki tersebut penyok (Gbr. 1) karena tidak diventilasi dengan baik. Untungnya tidak ada kebocoran atau kecelakaan. Tetapi tangki harus diganti.

Gambar 2 Truk yang hancur

Sebuah truk tangki yang dimiliki oleh sebuah perusahaan truk telah dimodifikasi dengan tubing untuk memasang selang nitrogen tanpa perlu memanjat tangki tersebut. Diatas truk terdapat valve di line nitrogennya, dan tertutup tanpa sengaja. Isi tangki truk tersebut dipompa ke pabrik, dan tanpa adanya nitrogen yang mengalir ke dalam tangki, terciptalah vacuum dan tangki tersebut pun hancur(Gbr. 2). Tangki tersebut memang memiliki pressure/vacuum relief device, tetapi tetap tidak berhasil.

Tahukah Anda?

Di kejadian 1, review MOC telah dilakukan, tetapi training untuk operatornya belum selesai. Training lebih difokuskan pada kompresor yang baru dan kondensernya. Training tersebut tidak menekankan pada pentingnya sebuah valve berukuran ½inch (13 mm) pada tubing instrument yang melindungi tekanan berlebih dan vakum. Setelah kejadian, valve tersebut ditemukan dalam kondisi tertutup, yang seharusnya merupakan alat perlindungan. Valve tersebut seharusnya dikunci dalam keadaan terbuka. Desain dan training seharusnya dapat lebih disederhanakan untuk mengurangi kemungkinan kesalahan manusia. Hal-hal yang kecil dapat menyebabkankesalahan yang memiliki konsekuensi yang besar.

Dikejadian2, tidak ada review MOC untuk perubahan yang terlihat kecil itu. Dan dilakukan oleh pemilik truk. Supir truk salah mengerti pengoperasian valve baru tersebut dan dia secara tidak sengaja membiarkan valve nitrogen di atas truk dalam posisi tertutup ketika mengosongkan isi truk.

Implosion vessel

Ilustrasi tangki penyok karena vakum

Sumber : https://www.linkedin.com/pulse/tank-implosion-repair-project-joseph-mitchell

Apa yang dapat Anda lakukan?

  • Pastikan bahwa Anda sudah terlatih untuk semua perubahan dipabrik Anda, dan Anda paham bagaimana mengoperasikan unit operasi yang telah dimodifikasi. Mintalah bantuan jika tanpa training, Anda harus mengoperasikan unit yang telah dimodifikasi
  • Jangan membuat modifikasi pada pipa atau unit operasi di pabrik Anda tanpa mengikuti prosedur MOC yang benar.
  • Jika suatu unit operasi, baik yang telah ada maupun yang dimodifikasi, terlihat kompleks dan sangat memungkinkan untuk menyebabkan kesalahan manusia, informasikan kepihak manajemen dan tim engineering. Dan tanyalah kepada mereka apakah unit tersebut bisa disederhanakan.
  • Pahami dengan menyeluruh tentang perubahan terhadap unit yang dimiliki orang lain,seperti perusahan truk, ketika unit tersebut digunakan di dalam pabrik Anda.
  • Ketika memindahkan material,pastikansemua valve berada dalam posisi yang benar(lihatlah August 2015 Process Safety Beacon)

Referensi

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Manajemen Perubahan (Management of Change).” AICHE. July 1. Accessed Agustus 1, 2017.

 

Ledakan dari Pipa Tertabrak Forklift

Pada bulan Oktober 2005, ledakan dan kebakaran terjadi di sebuah pabrik pengolahan olefin di Texas. Sebuah forklift berjalan di sekitar compressed air cylinders di sebuah unit proses. Badan forklift menabrak valve drain yang menonjol pada sebuah strainer pipa propylene cair. Pipa yang beroperasi pada tekanan 15 bar tersebut mendapatkan lubang sebesar 4.8 cm akibat tertabrak forklift. Propylene, yang mendidih pada suhu -48 derajat celcius kemudian terlepas dan membuat awan uap (vapor cloud) secara cepat. Pengemudi forklift dan pekerja lain yang melihat kejadian kemudian melakukan evakuasi langsung. Ruang kendali diinformasikan dan operator langsung mematikan unit serta mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Namun, mereka tidak mampu untuk mengisolasi pipa yang bocor dan menghentikan release dari propylene. Awan uap yang terbentuk kemudian tersulut (ignited) sekitar 2 menit setelah propylene terlepas. Beberapa pekerja terpapar ledakan dengan 2 orang terbakar, dan 1 orang luka parah sedangkan 14 pekerja lainnya mendapatkan luka ringan.

Gambar ilustrasi kejadian

Ledakan memicu pool fire yang membuat bagian instalasi seperti pipa, tangki, heat exchangers dan peralatan proses lain juga terbakar. Sekitar 30 menit setelah api muncul, tiang penyangga (support columns), yang bukan anti api (fire proofed), roboh dan mengakibatkan tambahan kerusakan serta terpaparnya material yang flammable. Seluruh pabrik dievakuasi, masyarakat sekitar diminta untuk berkumpul di tempat aman, dan sebuah sekolah dievakuasi. Api membakar pabrik selama 5 hari dan pabrik harus tutup selama 5 bulan.

Video Investigasi CSB atas Kejadian Terbakarnya Pabrik Propylene

Gambar terbakarnya Pabrik Formosa Corporation

Credit : http://www.123helpme.com/safety-in-formosa-plastics-corporation-usa-preview.asp?id=280915

Apa yang harus dilakukan?

  • Identifikasi pipa, tangki atau peralatan lain yang mungkin retan terhadap kerusakan karena tertabrak atau seseorang yang berdiri pada peralatan. Laporkan masalah tersebut ke manajemen agar diberikan solusi seperti modifikasi pipa atau menyediakan pelindung. Ikuti management of change ketika membuat perubahan.
  • Quarter turn valve tidak harus rusak untuk dapat bocor. Valve tersebut dapat saja dibuka secara tidak sengaja oleh orang lain. Pertimbangkanlah untuk melindungi jalur pipa yang terbuka untuk menghindari kebocoran
  • Jika pekerjaan Anda membutuhkan Anda untuk mengendari forklift, mobil, truk, golf carts atau kendaraan lain, maka tetaplah pada jalur yang sudah ditentukan. Selalu berkendara dengan hati-hati dan patuhi peraturan berkendara.
  • Jika And terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan kendaraan untuk berjalan di area yang tidak umum dilewati, pastikanlah job safety analysis telah mengidentifikasi bahaya tabrakan terhadap pipa, peralatan dan struktur bangunan dan juga kendaraan sebagai sumber ignisi

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process Safety Beacon – August 2017 – English.” CCPS. Agustus 1. Accessed Agustus 4, 2017. https://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201708/english.

Tangki yang Berkarat

Pada tahun 2001, sebuah ledakan terjadi pada sebuah tangki yang mengandung asam sulfat (mengandung hidrokarbon) dari proses alkilasi di kilang minyak. 8 pekerja terluka dan 1 orang meninggal dengan tumpahan asam sulfat hingga masuk ke dalam sungai dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Kejadian ini muncul karena adanya percikan api yang muncul dari pekerjaan panas (hot work) pekerja kontrak yang memperbaiki atap dari tangki yang menyalakan uap yang mudah terbakar di dalam tangki.

Tangki tersebut memiliki karat yang sangat parah dan kebocoran yang sudah ditemukan pada pemeriksaan tahunan. Semua karat dan kebocoran sudah diperbaiki kecuali 1 titik kebocoran yang ditemukan 1 minggu sebelum kecelakaan.

Pada saat kecelakaan, beberapa titik kebocoran tambahan ditemukan lagi di atap tangki namun belum dilaporkan. Tetapi, seorang operator sudah mengisi “laporan kondisi tidak aman” (unsafe condition report) beberapa minggu sebelum ledakan. Sebuah izin pekerjaan panas juga pernah ditolak karena konsentrasi uap mudah terbakar yang tinggi, namun tidak ada tindakan yang diambil oleh manajemen.

Ilustrasi tangki yang berkarat

Sumber: https://www.banksindustrial.com/blog/api-653-best-practices-for-preventing-bulk-storage-tank-corrosion

Kejadian lain terdapat pada Januari 2016, sebuah kejadian fatality terjadi pada pabrik penyulingan yang berbeda, juga disebabkan oleh tangki yang berkarat. Sebelum shift malam, seorang operator pergi ke tangki untuk mengukur temperatur dan ketinggian level minyak di beberapa tangki yang mengandung minyak panas. Untuk melakukan itu, pekerja harus memanjat untuk sampai ke atap.

Selama beberapa waktu, operator tersebut tidak kembali dan juga tidak membalas kontak via handy talky. Rekan kerjanya kemudian mengecek ke tangki untuk menginvestigasi. Ia kemudian menemukan lubang besar di atap tangki dan tubuh rekan kerjanya sudah ada di dalam tangki. Atap tangki ditemukan sudah memiliki korosi internal sehingga atap tidak kuat untuk menahan beban dari pekerja.

Apakah Anda Tahu?

Karat pada tangki dan peralatan lain memiliki berbagai macam bahaya seperti:

  • Retakan,lubang atau kebocoran pada tangki dapat menjadikan zat kimia toksik atau flammable
  • Karat dapat menyebabkan pelemahan pada tangki, pipa dan peralatan lain sehingga mereka dapat gagal beroperasi dalam kondisi normal
  • Peralatan yang memiliki tingkat korosi yang tinggi dapat menjadi pelemahan struktur. Atap tangki bisa saja tidak mampu untuk menopang beban di atasnya sehingga struktur atap bisa jatuh.

Apa yang dapat dilakukan?

  • Laporkan lubang,tangki dalam tangki atau korosi yang parah kepada management. Jika tidak ada aksi untuk membetulkan masalah tersebut, jangan menyerah, tingkatkan eskalasi dari temuan jika dibutuhkan
  • Jangan pernah berjalan atau memanjat peralatan yang tidak didesain untuk itu terutama pada pada peralatan yang berkarat.
  • Laporkan korosi pada pipa, pipe supports, tangki, peralatan pendukung, tangga, platform kerja, besi struktur gedung dan beberapa peralatan kritikal yang lain.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process Safety Beacon May.” AICHE. May 1. Accessed May 31, 2017. https://www.aiche.org/sites/default/files/beacon/201705beaconenglish.pdf.

Ledakan dari Kabut di Bawah Suhu Flash Point

Pada tahun 1986, terdapat sebuah ledakan dari 10 galon vessel dengan agitator (pengaduk seperti baling-baling) pada pilot pabrik. Sebuah reaksi oksidasi dikerjakan dalam kondisi ruagan dipenuhi atmosfir oksigen murni pada tekanan 250 psig. Semua orang mengira bahwa atmosfir dari tangki sudah aman mengingat temperatur di dalam tangki hanya 50°C yang merupakan suhu di bawah flash point (titik nyala) dan konsentrasi uap yang ada di bawah lower explosive limit (batas bawah eksplosif). Kondisi proses dalam keadaan…

"Ledakan dari Kabut di Bawah Suhu Flash Point"

Bahaya Pencampuran Zat Kimia yang Tidak Kompatibel

Pada 21 Oktober 2016, 2 zat kimia yang tidak kompatibel, asam sulfuric dan sodium hipoklorit (pemutih), secara tidak sengaja telah tercampur oleh pemasok bahan mentah dalam perjalanan rutin ke pabrik di Kansas, Amerika Serikat. Kedua zat kimia itu bereaksi dan membentuk awan gas klorin di komunitas sekitar sehingga sekitar 100 orang harus dilarikan ke rumah sakit, beberapa sekolah dievakuasi, dan sekitar 11000 penduduk dievakuasi selama lebih dari 2 jam.

A fog plume believed by authorities to contain chemicals is seen after a chemical spill at a facility in Atchison, Kansas, U.S., October 21, 2016. Courtesy Liz Wagner/Handout via REUTERS

Kecelakaan tersebut hanya salah satu dari sekian banyak kecelakaan akibat tercampurnya zat kimia yang tidak kompatibel. Beberapa kecelakaan akibat tercampurnya zat kimia yang tidak kompatibel sehingga membentuk awan gas klorin antara lain:

  • May 2013, Portland, Oregon, Amerika Serikat – Seorang pengemudi truk pemasok bahan mentah memompa campuran asam nitrat dan asam fosforik ke dalam sebuah tangki berisi sodium hipoklorit di sebuah peternakan
  • Oktober 2007, Frankfurt, Jerman – Asam hidroklorik secara tidak sengaja dipindahkan ke dalam sebuah tangki sodium hipoklorit. Sekitar 200 kg gas klorin terlepas di atmosfir yang menyebabkan 60 orang terluka. Operator yang memberhentikan proses transfer tersebut akhirnya harus meninggal karena pajanan gas klorin
  • Agustus 2001, COatbridge, UK – Seorang pengemudi tangker memindahkan larutan sodium hipoklorit dan asam hidroklorik ke dalam tangki yang sama di kolam renang. 30 orang harus menerima perawatan medis
  • Agustus 1993, Stockholm, Swediw – Seorang pengemudi truk memompa asam fosforik ke dalam tangki yang berisi sodium hipoklorit di sebuah kolam renang
  • Maret 1985, Westmalle, Belgia. Asam Hidroklorik dipompa ke dalam sebuah tangki yang berisi sisa dari sodium hipklorit
  • November 1984, Slaitwaite, UK – Sebuah pabrik meminta pengiriman dari sodium hipoklorit namun menerima larutan Ferik Klorida (larutan bersifat asam). Ferik klorida kemudian ditransfe ke tangki sodium hipoklorit.
  • September 1984, Hinckley, UK – asam hidroklorik ditransfer ke dalam sebuah tangki yang berisi sodium hipoklorit.

Gambar contoh zat kimia yang tidak kompatibel

Lantas, apa yang dapat kita lakukan?

  • Pahami bahaya dari interaksi berbagai macam zat kimia yang inkompatibel. Untuk memudahkan dalam pemahaman, CCPS telah membuat sebuah program komputer yang dapat mengidentifikasi inkompatibiltas dalam pencampuran zat kimia. Program tersebut bernama Chemical Reactivity Worksheet yang dapat diunduh di sini
  • Selalu periksa dan periksa kembali semua dokumentasi dan pelabelan dari pengiriman bahan mentah agar kita bisa yakin bahwa kita mendapatkan zat kimia yang sesuai dengan pesanan
  • Ikuti prosedur dari pabrik dalam mengidentifikasi bahan mentah dan membongkar zat kimia tersebut
  • Pastikan seluruh pipa dan peralatan bahan kimia telah diberikan label yang tepat. Pastikan juga tidak ada sambungan antar pipa yang dapat menghubungkan material yang tidak kompatibel
  • Jika area bongkar zat kimia memiliki pipa yang membingungkan atau zat kimia yang tidak kompatibel harus dibongkar di lokasi yang berdekatan, beritahu isu ini ke manajer Anda atau teknisi agar mereka dapat merubahnya
  • Pengemudi truk dari pemasok bahan mentah harus familiar dan paham terhadap fasilitas-fasilitas bongkar muat dan prosedurnya. Pastikan juga mereka membongkar material ke dalam tangki yang benar.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Mixing incompatible chemicals in storage tanks.” Safety Beacon. February 1. Accessed February 13, 2017. https://www.aiche.org/sites/default/files/beacon/201702beaconenglish_1.pdf.

 

Bahaya Konsentrasi Oksigen yang tinggi

50 tahun lalu, 27 Januari 1967, sebuah kebakaran menewaskan 3 kru di modul komando kapsul angkasa Apollo 1 ketika dilaksanakan test di tempat peluncuran. Atmosfir di modul komando hanya terdiri dari oksigen (100% oksigen) dengan tekanan udara di atas normal yaitu 1.15 bar. Sumber pemantikan dicurigai berasal dari kabel listrik. Material lain yang sebenarnya sulit untuk terbakar akhirnya menjadi sangat mudah terbakar karena adanya ruangan yang mengandung oksigen tinggi.

Gambar 1. Ledakan di apolo

Video 1. Kebakaran di Apolo 1

Konsentrasi oksigen yang tinggi telah disadari sebagai faktor kontribusi dalam kecelakaan di industri. Berikut adalah sejumlah contohnya:

  • Seorang pekerja baja berusaha untuk memperbaiki sebuah mobil yang memiliki permasalahan di jalur bahan bakar. Dia menggunakan oksigen untuk meniup dan membersihkan jalur bahan bakar tersebut. Tangki kemudian meledak dan membunuh 1 orang.
  • Setelah pekerjaan pemeliharaan, sebuah jalur pipa oksigen dibersihkan dengan ditiup menggunakan kompressor yang mengandung oli dalam tiupan udaranya. Beberapa oli tersimpan di dalam film tipis di dalam pipa. Setelah pipa diletakkan kembali ke mesin, percampuran oli dan oksigen menyala, terbakar dan menyebabkan pipa hancur. Kebakaran diduga disebabkan oleh kompresi di dalam valve yang tertutup.
  • Di dalam gas silinder oksigen (biasanya dipakai untuk pengelasan, rumah sakit, penyelaman), kebakaran di regulator dilaporkan ketika adanya kontaminasi dalam oksigen. Kontaminan apapun yang masuk ke dalam tabung gas oksigen seperti debu, oli, bahkan serangga dapat terbakar.

Gambar 2. Berita tabung oksigen terbakar dan meledak

Apakah Anda tahu?

  • Kehadiran oksigen di atas 21% dalam udara akan memperbesar jarak konsentrasi sebuah bahan untuk dapat meledak ataupun terbakar
  • Temperatur terjadinya auto ignition (bahan terbakar sendiri dalam suhu tertentu) dan minimum ignition energy dapat menjadi rendah dengan tingginya kandungan oksigen. Bahan dalam kandungan oksigen yang tinggi dapat menyala lebih cepat, menghasilkan suhu yang lebih panas dan sangat sulit untuk dipadamkan
  • Bahan tekstil bahkan rambut dapat menangkap gas. Jika material-material tersebut menyerap oksigen, mereka dapat terbakar.

Apa yang dapat kita lakukan?

  • Hindari menggunakan oksigen untuk meniup peralatan baik untuk membersihkan atau mengeringkan
  • Hanya menggunakan peralatan, material, gasket dan fitting, pelumas, cairan pelumas, dan komponen lain yang didesain memang untuk pekerjaan dengan penggunaan oksigen
  • Pastikan peralatan untuk servis oksigen. Ikuti semua prosedur perusahaan untuk memastikan tidak ada kontaminasi di dalam pipa, valve, fitting atau peralatan lain yang digunakan dalam servis oksigen murni
  • Merawat dengan hati-hati untuk menghindari semua sumber penyalaan api tidak berada di dekat oksigen
  • Dalam ruang terbatas (confined space), entah tingginya atau rendahnya kandungan oksigen harus diinvestigasi
  • Pada pekerja yang terpapar oleh oksigen yang kaya, hindari mereka dari sumber penyalaan api dan letakkan mereka dalam udara yang terbuka
  • Beberapa organisasi dan industri menerbitkan panduan untuk penggunaan oksigen. Pelajari panduan ini bersama rekan kerja Anda jika oksigen digunakan di dalam pabrik Anda.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Process safety beacon.” Center for Chemical Process Safety. Januari 1. Accessed Januari 13, 2017. http://www.aiche.org/ccps/resources/process-safety-beacon/201701/english.

 

Asap menyebabkan Api

Beberapa kita mungkin pernah melihat atau mendengar kasus-kasus kebakaran yang aneh, di mana kebakaran dari sebuah rumah tidak membakar rumah di sampingnya namun malah membakar rumah yang berada di seberangnya atau loncat ke rumah lain yang berada jauh dari titik kebakaran. Biasanya, teori-teori aneh akan bermunculan sehabis kasus tersebut dimulai dari teori api dibawa oleh angin hingga sihir yang membuat api “diarahkan” sesuai dengan kehendak sihir.

Gambar 1. Kebakaran yang tidak membakar kamar di samping justru membakar di kamar seberangnya

Kita sudah mengenal bahwa api akan menimbulkan asap, tapi apakah kita sudah mengenal bahwa asap juga bisa menyebabkan api? Pada banyak kasus kebakaran seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, asap adalah aktor utamanya.

Gambar 2. Api membakar asap

Gambar 3. Api membakar pemadam yang terperangkap asap

Asap adalah produk yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna. Asap berbentuk aerosol yang merupakan campuran dari gas, uap, cairan atau partikulat padat. Kandungan yang didalam asap bisa meliputi karbon monoksida, hydrogen sianida, formaldehid, uap benzena, partikulat karbon dan produk pirolisis yang belum terbakar. Kebanyakan komponen dalam asap tersebut adalah sangat beracun dan mudah terbakar.

Berdasarkan segitiga api, api akan terbentuk jika ada oksigen, bahan bakar dan panas. Asap mengandung kandungan yang mudah terbakar, sehingga asap dimasukkan dalam sisi “bahan bakar” di segitiga api. Asap berbentuk aerosol sehingga ketika ia keluar dari api, asap akan sangat berbahaya ketika sudah menemukan oksigen di ruang terbuka dan juga sumber api seperti listrik, api terbuka, dan sumber panas lain. Inilah yang membuat kebakaran bisa “loncat” ke bangunan lain dengan bantuan asap.

Gambar 4. Proses terjadinya asap

Untuk memahami kebakaran karena asap kita dapat melihat video berikut

Untuk menghindari kebakaran karena asap, kita harus mematikan listrik dan sumber asap lain jika ada asap masuk ke dalam ruangan kita. Kita juga bisa menghindari asap masuk ke dalam ruangan kita dengan ventilasi berupa jendela dan blower yang baik.

Referensi

Hartin, E., n.d. CFBT US. [Online] Available at: http://www.cfbt-us.com/pdfs/SmokeBurns.pdf [Accessed 19 Oktober 2016]