Aspek Organisasi

8 Elemen Penilaian CSMS Prakualifikasi Di KKKS Migas

Contractor Safety Management System atau disingkat CSMS merupakan suatu sistem yang digunakan untuk memastikan bahwa kontraktor telah memenuhi persyaratan K3LL yang diberlakukan oleh KKKS Migas, serta mampu menerapkan persyaratan K3L dalam pekerjaan kontrak yang dilaksanakan.

Tahap CSMS

CSMS terbagi menjadi beberapa tahapan seperti tahap administrasi dan tahap pelaksanaan. Pada tahap administrasi ada penilaian risiko, kualifikasi, dan seleksi. Sementara itu pada tahap pelaksanaan terbagi menjadi Pre Job Activity (PJA), Work In Progress (WIP), dan Final Evaluation (FE).

penilaian csms kontraktor migas
Ilustrasi pekerjaan di migas

Penilaian Risiko

Pada tahap penilaian risiko, pada umumnya setiap aktifitas pekerjaan pasti memiliki risiko. Penilaian risiko dari pekerjaan yang akan di tender-kan tersebut dikategorikan menjadi:

  • Low Risk (Risiko Rendah)
  • Medium Risk (Risiko Sedang)
  • High Risk (Risiko Tinggi)

Bagi calon mitra kerja yang akan mengikuti tender di KKKS Migas tentu harus mengikuti tahap administrasi. Tahap administrasi selanjutnya  yang harus diikuti yakni tahap kualifikasi dimana KKKS Migas akan melakukan penilaian csms terhadap penerapan sistem K3L calon mitra kerja melalui kuesioner prakualifikasi K3L yang nantinya akan melewati tahapan verifikasi dokumen dan verifikasi lapangan.

Elemen Tahap Prakualifikasi

Kuesioner Prakualifikasi K3L tersebut memiliki 8 elemen, adapun 8 elemen yang terdapat pada kuesioner tersebut, yaitu:

  • Kepemimpinan dan Komitmen
  • Kebijakan dan Sasaran Strategis K3LL
  • Organisasi, Tanggung Jawab, Sumber Daya, Standar dan Dokumentasi
  • Manajemen Risiko
  • Perencanaan dan Prosedur
  • Implementasi dan Pemantauan Kinerja K3LL
  • Audit dan Tinjauan Manajemen K3LL
  • Manajemen K3L serta Pencapaian Lainnya.

Mengingat pembahasan terkait 8 elemen tersebut cukup panjang, oleh karena itu penulis merangkum penjelasan singkat setiap elemen berikut ini;

Kepemimpinan dan Komitmen

Pada elemen ini sangat menitikberatkan keterlibatan top manajemen terhadap isu maupun program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seperti HSE Committee meeting, kunjungan manajemen ke lapangan atau biasa disebut management visit. Kemudian adanya komitmen terhadap K3L secara tertulis diantaranya melalui HSE Alert, memo K3L, maupun program-program spesifik K3L lainnya.

Kebijakan dan Sasaran Strategis

Terdapat kebijakan yang mencakup K3L beserta implementasinya. Selain itu juga calon mitra kerja menetapkan Objektif, Target dan Program (OTP) K3L. Selain itu calon mitra kerja juga dilakukan penilaian terhadap proses sosialisasi dan tinjauan kebijakan K3L yang ditetapkan.

Organisasi, Tanggung Jawab, Sumber Daya, Standar dan Dokumentasi

Pada KEP-0074/SKKO0000/2016/SO elemen ini memiliki beberapa poin utama diantaranya struktur organisasi terkait pengelolaan K3L, pelatihan K3L untuk level manager, supervisor serta pemegang jabatan penting K3L, pelatihan K3L pada seluruh pekerja dan pihak yang terkait, pemenuhan kompetensi K3L, pengelolaan K3L mitra kerja, dan peraturan standar K3L..

Manajemen Risiko

Menurut penulis elemen ini berfokus bagaimana calon mitra kerja melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko  dan pengendaliannya pada setiap proses kerja sesuai dengan lingkup bisnisnya. Adapun KEP-0074/SKKO0000/2016/SO mempersyaratkan bahaya-bahaya yang harus dimitigasi antara lain bahaya terhadap kesehatan kerja, bahaya terhadap keselamatan kerja, bahaya pada kegiatan logistik, bahaya terhadap lingkungan, bahaya terhadap keamanan, dan bahaya terhadap aspek sosial. Selanjutnya calon mitra kerja juga diwajibkan memiliki pengelolaan Alat Pelindung Diri (APD).

Industri migas
Ilustrasi minyak dan gas

Perencanaan dan Prosedur

Elemen perencanaan dan prosedur ini mempersyaratkan calon mitra kerja untuk memiliki dan menerapkan prosedur-prosedur terkait K3L maupun operasional. Selain itu juga memiliki proses kehandalan infrastruktur dan peralatan di tempat kerja, penerapan manajemen perubahan atau MOC, dan perencanaan kesiapsiagaan keadaan darurat di tempat kerja.

Implementasi dan Pemantauan Kinerja K3L

Ada 5 poin pada elemen ini yaitu implementasi sistem K3L beserta pemantauannya, indikator kinerja K3L, pemantauan kinerja K3L, Investigasi serta tindak lanjutnya, dan catatan insiden calon mitra kerja. Dari ke 5 poin tersebut KKKS Migas melakukan penilaian terhadap bagaimana proses dokumentasi dan rekaman yang dikelola oleh calon mitra kerja. Berdasarkan pengalaman penulis, beberapa KKKS mempersyaratkan rekaman data statitik K3L 3-5 tahun sebelumnya untuk dikumpulkan.

Audit dan Tinjauan Manajemen

KKKS Migas melakukan penilaian terhadap perencanaan dan pelaksanaan audit internal maupun eksternal serta proses monitoring hasil temuan audit hingga tindak lanjut temuannya. Begitu juga dengan proses tinjauan manajemen.

Manajemen K3L serta Pencapaian Lainnya

Pada elemen ini sangat membantu untuk menambah poin pada penilaian tahap Pra Kualifikasi CSMS ini apabila calon mitra kerja memiliki sertifikasi eksternal standar internasional seperti ISO 9001, ISO 14001 dan standar lainnya, serta bukti keanggotaan asosiasi seperti KADIN, APINDO, IAKKI, dan lain-lain.

Nilai Kelulusan Kualifikasi K3L sesuai Kategori Risiko Pekerjaan

Bagi calon mitra kerja yang ingin mengikuti pekerjaan dengan kategori risiko tinggi (high risk) skor  minimal kelulusan kualifikasi K3L sebesar 60%. Sementara untuk kategori risiko sedang (medium risk) minimal skor kelulusan kualifikasi K3L sebesar 54,3%. Namun calon mitra kerja dinyatakan lulus apabila nilai kualifikasi setiap 4 elemen/sub-elemen yang mandatory/wajib telah memenuhi batas minimal skoring yang ditetapkan.

Referensi

  • KEP-0074/SKKO0000/2016/SO
  • PTK-005/SKKMA000/2018/SO

Tampilan Penuh

Marianus Medan

QHSE Officer di perusahaan EPC di Kalimantan Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button