Standar Getaran : Jangan Sepelekan Bahaya Ini !
Standar getaran perlu kita ketahui karena banyak barang bergetar di sekitar kita: kendaraan kita bergetar, ponsel kita bergetar, mesin-mesin di tempat kerja kita bergetar. Selain itu, sebenarnya ada dampak ke kesehatan yang ditimbulkan dari bahaya ini.
Daftar Isi
Pengertian Getaran
Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 5 Tahun 2018, getaran adalah gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan keseimbangannya.
Menurut Kepmen LH nomor 49 Tahun 1996, getaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan.
Dasar Hukum Getaran
Dasar hukum dan standar getaran meliputi 2 regulasi yaitu:
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja Pasal 11
- Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 49 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Getaran
Meskipun kedua regulasi ini sama-sama mengatur tentang bahaya ini, sebenarnya kedua regulasi ini memiliki ruang lingkup yang berbeda. Permenaker nomor 5 Tahun 2018 memiliki ruang lingkup paparan dari tempat kerja ke karyawan di dalam tempat kerja sedangkan Kepmen LH 49 Tahun 1996 mencakup paparan dari sumber getaran ke penduduk/pemukiman/area di luar area getaran.
Sumber dan Jenis Getaran
Getaran pada manusia biasanya bersumber pada getaran benda mekanis yang terjadi ketika kita menyentuh benda tersebut atau merambat melalui benda-benda padat. Dilihat dari dampaknya, getaran bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
- Hand Arm Vibration : yaitu getaran yang berdampak pada tangan manusia. Hand arm vibration terjadi apabila kita memegang langsung benda atau permukaan yang bergetar dengan tangan kita. Contoh benda yang dapat mengakibatkan hand arm vibration adalah : alat bor, mesin gerinda, stemper, dll
- Whole body vibration : yaitu getaran yang berdampak pada keseluruhan tubuh manusia. Whole body vibration biasanya terjadi ketika kita berdiri atau duduk pada sumber getaran atau permukaan yang bergetar. Contoh benda yang dapat mengakibatkan whole body vibration adalah: mengendarai forklift, motor, mobil, berada di atas tangki proses, berada di atas mesin produksi, dan lain-lain.

Penyakit Akibat Getaran
Dampak dari getaran bisa menimbulkan penyakit bagi manusia terutama pekerja. Beberapa dampak dari getaran meliputi:
Dampak dari getaran di seluruh tubuh (whole body vibration)
Johanning (2014) menyatakan ada beberapa dampak dari getaran di seluruh tubuh yang meliputi :
- Sistem ortopedik dan saraf : rasa nyeri yang terlokalisasi atau yang menyebar, rasa tidak nyaman, rasa kaku, mati rasa, kehilangan kendali terhadap otot di tulang belakang atau di bagian ekstremitas
- Sistem gastro intestinal (sistem pencernaan) : Mual, muntah, kesulitan pencernaan, flank pain di ginjal, hemorrhoids turun bero, ketidaknyamanan ketika duduk.
- Organ reproduksi Wanita : rasa sakit lokal, tidak nyaman, haid tidak teratur, keluhan dalam kehamilan
- Prostat : rasa terbakar, keluhan kanker, rasa terlalu sering ingin ke kamar kecil.
Dampak dari getaran di tangan
- Serangan jari menjadi putih Ketika terpapar dingin
- Mati rasa dan kehilangan sensasi di jari
- Kehilangan kemampuan sentuhan ringan
- Nyeri dan sensasi dingin selama periode white finger
- Kehilangan kemampuan menggenggam
- Kista tulang di jari dan siku
Tingkat keparahan penyakit akibat getaran
Tingkat keparahan penyakit akibat getaran dapat dibagi menggunakan Skala Workshop Stockholm. Skala ini membagi tingkat keparahan menjadi 2 cara yaitu penilaian vascular (vascular assessment) dan penilaian sensorineural (sensorineural assessment).
Penilaian vascular
- 0 : tidak ada serangan
- 1 Ringan : berpengaruh pada hanya ujung jari salah satu jari atau beberapan jari
- 2 sedang : serangan yang kadang-kadang dan berpengaruh pada ujung atau bagian tengah jari (phalang bagian distal dan tengah), serta sangat jarang berdampak pada bagian jari yang dekat dengan telapak tangan (proximal phalanges)
- 3 parah : serangan yang sering dan mempengaruhi semua bagian pada semua jari (semua phalang)
- 4 sangat parah : gejala yang sama seperti tahap ketiga namun ditambah dengan perubahan warna kulit di ujung jari
Penilaian sensorineural
- 0SN : terpajan pada getaran namun tidak memiliki gejala
- 1SN : mati rasa, dengan atau tanpa kesemutan
- 2 SN : mati rasa intermiten atau yang sulit hilang, berkurangnya kemampuan sensori
- 3SN : mati rasa intermiten atau yang sulit hilang, pengurangan diskriminasi taktil dan/atau ketangkasan manipulative
Standar Getaran
Nilai ambang batas, baku mutu atau standar getaran dapat dilihat pada dasar hukum getaran itu sendiri yaitu Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 5 Tahun 2018 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 49 Tahun 1996:
Nilai Ambang Batas berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2018
Nilai Ambang Batas getaran untuk pemaparan lengan dan tangan :
- Pajanan 6 -8 jam : 5 m/det2
- Pajanan 4-6 jam : 6 m/det2
- Pajanan 2-4 jam : 7 m/det2
- Pajanan 1 – 2 jam : 10 m/det2
- Kurang dari 0,5 jam : 20 m/det2
| Jumlah waktu pajanan per hari kerja (jam) | Resultan percepatan di Sb. X , Sb.Y dan Sb. Z (meter/det2) |
|---|---|
| 6 jam sampai dengan 8 jam | 5 |
| 4 jam dan kurang dari 6 jam | 6 |
| 2 jam dan kurang dari 4 jam | 7 |
| 1 jam dan kurang dari 2 jam | 10 |
| 0,5 jam dan kurang dari 1 jam | 14 |
| kurang dari 0,5 jam | 20 |

Nilai Ambang Batas getaran untuk pemaparan seluruh tubuh :
- Pajanan 0.5 jam : 3,4644 m/det2
- Pajanan 1 jam : 2,4497 m/det2
- Pajanan 2 jam : 1,7322 m/det2
- Pajanan 4 jam : 1,2249 m/det2
- Pajanan 8 jam : 0,8661 m/det2
| Jumlah waktu pajanan per hari kerja (jam) | Nilai Ambang Batas (m/det2) |
|---|---|
| 0.5 | 3.4644 |
| 1 | 2.4497 |
| 2 | 1.7322 |
| 4 | 1.2249 |
| 8 | 0.8661 |
Baku mutu getaran berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 49 Tahun 1996
Baku tingkat getaran untuk kenyamanan dan kesehatan (dalam mikron 10^-6 meter)
| Frekuensi (Hz) | Tidak mengganggu | Mengganggu | Tidak nyaman | menyakitkan |
|---|---|---|---|---|
| 4 | < 100 | 100 – 500 | > 500 – 1000 | > 1000 |
| 5 | <80 | 80 – 350 | > 350 – 1000 | > 1000 |
| 6,3 | <70 | 70 – 275 | > 275 – 1000 | > 1000 |
| 8 | <50 | 50 – 160 | > 160 – 500 | > 500 |
| 10 | <37 | 37 – 120 | > 120 – 300 | > 300 |
| 12.5 | <32 | 32 – 90 | > 90 – 220 | > 220 |
| 16 | <25 | 25 – 60 | > 60 – 120 | > 120 |
| 20 | <20 | 20 – 40 | > 40 – 85 | > 85 |
| 25 | <7 | 17 -30 | > 30 – 50 | > 50 |
| 31.5 | <12 | 12 – 20 | > 20 – 30 | > 30 |
| 40 | <9 | 9 – 15 | > 15- 20 | > 20 |
| 50 | <8 | 8 – 12 | > 12 – 15 | > 15 |
| 63 | <6 | 6 -9 | > 9 – 12 | > 12 |
Baku tingkat getaran kejut
| Kelas | Jenis Bangunan | Kecepatan Getaran Maksimum (mm/detik) |
|---|---|---|
| 1 | Peruntukan dan bangunan kuno yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi | 2 |
| 2 | Bangunan dengan kerusakan yang sudah ada, tampak keretakan-keretakan pada tembok | 5 |
| 3 | Bangunan untuk dalam kondisi teknis yang baik, ada kerusakan -kerusakan kecil seperti : plesteran yang retak | 10 |
| 4 | Bangunan “kuat” (misalnya : bangunan industri terbuat dari beton atau baja) | 10 -40 |