Aspek Personal

Body Harness : Jenis, Fungsi, Cara Memakai dan Inspeksi

Body harness merupakan salah satu alat pelindung diri yang dipakai ketika bekerja di ketinggian. Body harness (sabuk tubuh) adalah bagian dari personal fall arrest system (PFAS)/ sistem penahan jatuh personal yang meliputi A-B-C yaitu anchor-body harness- connector:

Tentang teknik penggunaan body harness
  • Anchor adalah

Anchor (angkur) adalah peralatan atau tempat untuk menjadi tempat yang aman untuk menambatkan peralatan keselamatan di ketiggian.

anchorage angkur
Contoh anchorage
  • Body harness

Full body harness adalah komponen utama dari sistem penahan jatuh yang ditujukan untuk menahan dan menjaga tubuh dari pengguna ketika dan setelah jatuh.

contoh body support
contoh body support
  • Connector

Connector adalah penghubung sub sistem yang menjadi titik kritis antara body support dan angkur.

contoh connections
contoh connections
ABC point
Anchorage-body support-connections

Apa pengertian body harness? Apa fungsi body harness? Apa saja part dan jenis body harness? Bisa Anda baca dalam tulisan Katigaku.top ini.

Definisi atau Pengertian Body Harness

Menurut OSHA subpart M: Fall Protection (1926.500(b), definisi body harness adalah:

straps which may be secured about the employee in a manner that will distribute the fall arrest forces over at least the thighs, pelvis, waist, chest and shoulders with means for attaching it to other components of a personal fall arrest system.”

(tali yang mengamankan pekerja dengan cara mendistribusikan kekuatan penahan jatuh pada area minimal paha, panggul, pinggang, dada, dan bahu pada komponen lain dari sistem penahan jatuh)

Menurut OSH Wiki, pengertian body harness adalah:

The full body harness is the main component of a fall arrest system, intended to hold and sustain the body of the user during and after a fall.

(Ful body harness adalah komponen utama dari sistem penahan jatuh yang ditujukan untuk menahan dan menjaga tubuh pengguna ketika dan setelah jatuh)

WSH Council Singapura memberikan definisi body harness sebagai:

A full body harness (FBH) is a component of a body holder device that connects a user to a PFAS (personal fall arrest system)

(Full body harness adalah komponen alat penahan badan yang terhubung dengan pengguna sistem penahan jatuh personal)

Sedangkan, definisi full body harness disebut sebagai “sabuk tubuh” pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 9 tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Ketinggian.  

Fungsi Body Harness

Fungsi body harness antara lain adalah:

  • Melindungi pekerja dari bahaya jatuh
  • Menaati peraturan keselamatan kerja yang berlaku
  • Memberikan persepsi keamanan dan kenyamanan dalam pekerjaan di ketinggian
  • Melindungi citra perusahaan dari rusak akibat kecelakaan kerja

Bagian Body Harness

Bagian-bagian body harness yang dasar antara lain adalah:

  • Shoulder straps (tali bahu)
  • Shoulder straps restrainer ( penahan tali bahu)
  • Buckles
  • Thigh straps (tali paha)
  • Fall arrest attachment
  • Sub pelvic strap (tali sub pelvic)

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat gambar dari WSH Council Singapura sebagai berikut

bagian body harness
bagian body harness

Jenis Body Harness

Jenis body harness menurut Canadian Standards Association (CSA) ada 6 jenis yaitu:

1. Class A (fall arrest system)

Body harness kelas A digunakan sebagai elemen dari sistem penahan jatuh. Alat ini harus disertakan dengan minimum 1 elemen penahan jatuh. Attachment penahan jatuh harus diposisikan sedemikian rupa sehingga attachment tersebut terletak di belakang (tengah antara tulang belikat ) atau di tengah dada dengan ketinggian kira-kira pada sternum (tulang dada).

body harness kelas A
body harness kelas A

2. Class D (controlled descent or ascent)

Kelas D harus memiliki persyaratan seperti kelas A. Kelas D ini ditambah dengan tambahan elemen yang memungkinkan pengguna untuk terhubung dalam sistem turun dari ketinggian yang terkendali. Pengguna dimungkinkan untuk mengambil posisi duduk ketika tergantung dengan sabuk tubuh jenis ini. Harness ini biasanya memiliki D-ring yang berposisi di sekitar tulang dada atau sepasang konektor yang diposisi di bawah pinggang.

kelas D body harness
sabuk tubuh kelas D

3. Class E (confined space access / akses ruang terbatas)

Sabuk tubuh kelas E harus memiliki persyaratan minimum seperti kelas A. Jenis ini memiliki tambahan elemen yang memungkinkan pengguna untuk terhubung dalam sistem akses di ruang terbatas. Dia harus memiliki tambahan D-ring pada setiap tali bahu (shoulder strap) untuk digunakan sebagai sepasang sehingga memungkinkan penggunanya untuk memposisikan dirinya menghadap ke atas ketika menggantung. Tambahan alat untuk ruang terbatas ini hanya untuk digunakan pada sistem akses ruang terbatas dan bukan sistem penahan jatuh.

kelas E body harness
Sabuk tubuh kelas E

4. Class L  (Ladder climbing)

Sabuk tubuh tipe L digunakan sebagai komponen dalam sistem pendakian tangga untuk mencegah penggunanya jatuh ketika mendaki tangga atau struktur pendakian yang lain. Sistem pendakian biasanya termasuk FBH, kabel vertikal atau rel yang tersemat pada struktur dan lengan panjat. Untuk aplikasi pendakian tangga, sabuk tubuh harus dilengkapi dengan D-ring depan di lokasi sekitar sternal yang bisa digunakan sebagai sistem penahan jatuh pada sistem pendakian tangga yang tetap. Hal ini diatur pada CSA Z259.2.5 di Kanada dan ANSI A14.3 di Amerika Serikat.

5. Class P (Work Positioning)

Sabuk tubuh kelas P harus sesuai dengan persyaratan kelas A. Beberapa elemen tambahan:

  • Sabuk tubuh memiliki tambahan elemen pendukung yang memungkinkan pengguna untuk terhubung dalam sistem posisi kerja (work positioning system)
  • Sabuk tubuh harus memiliki elemen pendukung posisi kerja sebanyak minimum 1 yang dipasang sekitar ketinggian pinggang
  • Jika memang 1 elemen pendukung work positioning yang disediakan, maka alat itu harus didesain untuk berada pada tengah dada.
  • Jika elemen pendukung work positioning lebih dari 1, mereka harus didesain untuk ditempatkan secara simetris secara sepasang dan tidak digunakan secara terpisah.

Perhatian: pendukung work positioning harus hanya terhubung dengan sistem work positiong dan tidak terhubung ke personel fall arrest system (PFAS)

kelas p body harness
kelas P sabuk tubuh

6. Restraint

Full body harness digunakan sebagai komponen sistem penahan (restraint system) untuk mencegah pengguna dari tempat yang memiliki bahaya jatuh. Sistem penahan (restraint system) biasanya termasuk full body harness dan sebuah lanyard atau restraint line.

work restraint
contoh work restraint

Pemilihan Body Harness Berdasarkan Lingkungan

Pemilihan sabuk tubuh kadang tidak bisa dianggap sama untuk semua orang atau semua lingkungan. Body harness untuk orang yang lebih berat, pekerjaan pengelasan, lingkungan yang basah dan lingkungan lain yang spesifik, harus dipilih yang paling sesuai. Berikut adalah beberapa sabuk tubuh yang cocok untuk lingkungan yang spesifik:

Untuk individual yang memiliki berat badan lebih

Kebanyakan FBH (full body harness) didesain untuk berat pekerja dan ditambah peralatan mereka dengan berat total tidak lebih dari 100 kg. Untuk individu dengan berat badan berlebih, FBH yang dipilih bisa dikonsultasikan dengan perusahaan pembuat guna memastikan FBH tersebut sesuai dengan beban dari individu.

Full body harness dengan visibilitas tinggi

FBH dengan warna yang cerah direkomendasikan untuk aktivitas kerja yang membutuhkan visibilitas tinggi (seperti bekerja di terowongan)

full body harness dengan visibilitas tinggi
Full body harness dengan visibilitas tinggi

Full Body Harness untuk pekerjaan panas

FBH dengan tingkat tahan api direkomendasikan untuk pekerjaan panas (seperti pengelasan atau flame cutting)

full body harness untuk pekerjaan pengelasan
Sabuk tubuh untuk pekerjaan pengelasan dan pekerjaan panas lain

FBH untuk pekerjaan listrik

FBH yang tahan dengan listrik (electrical resistance grading) direkomendasikan untuk teknisi listrik yang memiliki pekerjaan listrik di ketinggian.

full body harness untuk listrik
Sabuk tubuh untuk pekerjaan listrik

FBH untuk ruangan kotor

FBH dengan pelapisan khusus (polyurethane) direkomendasikan untuk lingkungan yang berminyak dan kotor seperti lapangan kilang minyak, di sekitar tempat pengecatan dan tar roofing (pelapisan atap dengan tar.

sabuk tubuh lingkungan kotor
sabuk tubuh untuk lingkungan kotor

FBH untuk industri petrokimia

FBH yang anti statis direkomendasikan untuk lingkungan petrokimia untuk mencegah risiko listrik statis terlepas sehingga menjadi pemicu atmosfir yang eksplosif

sabuk tubuh untuk petrokimia
Sabuk tubuh untuk industri petrokimia

FBH untuk lingkungan lepas pantai (off shore)

FBH yang dipilih adalah FBH dengan jaket penyelamat (life jacket) untuk lingkungan lepas pantai (off shore)

sabuk tubuh untuk pekerjaan di lepas pantai
sabuk tubuh untuk pekerjaan lepas pantai

Cara Memakai Body Harness

Cara memakai body harness terdiri dari 7 tahap yaitu:

1. Pegang dan angkat D-ring bagian punggung. Pastikan strap pada sabuk tubuh tidak terbelit

2. Ambil strap bagian bahu dan masukan salah satu lengan ke dalamnya. D-ring punggung seharusnya sudah ada di belakang pemakai. Pastikan tali (strap) tidak terbelit. Jika lengan Anda sudah masuk semua ke sabuk tubuh maka Anda akan memposisikan tali bahu (shoulder straps) pada bahu Anda. Tali dada (chest strap) dan chest buckle akan berposisi di depan jika dipakai dengan benar.

3. Rentangkan kaki Anda dan ambil tali kaki. Pasang salah satu tali kaki ke sekitar selangkangan dan kencangkan dengan cukup sehingga nyaman, tidak berlebihan dan tidak kurang. Pasang tali kaki hingga kedua kaki Anda telah terpasang tali kaki.

4. Kencangkan tali pinggang pada sabuk tubuh

5. Kencangkan tali dada. Seharusnya, tali dada ada sekitar 15 cm dari bahu Anda. Jika terdapat tali sisa berlebih, masukan ked alam strap keeper.

6. Kencangkan tali bahu dengan ketinggian tali bahu kanan dan kiri seharusnya berada dalam ketinggian yang sama serta tali dada harusnya berada di tengah dari dada bagian bawah.

7. Minta orang berkompeten atau rekan Anda untuk memeriksa sabuk tubuh yang Anda pakai.

cara memakai body harness
Cara memakai body harness

Cara Memeriksa Body Harness

Cara memeriksa sabuk tubuh atau inspeksi body harness bisa dibagi menjadi beberapa bagian pemeriksaan:

1. Pemeriksaan full body harness

Pemeriksaan webbing

a. Pegang webbing dengan kedua tangan dan lekuk webbing hingga berbentuk U. Cara ini akan mengungkap robekan besar dan serat yang rusak.

webbing ditekuk
Webbing ditekuk untuk memeriksa retak

b. Ulangi metode ini untuk semua bagian bagian webbing. Periksa ujung yang menjuntai (frayed edges), serat yang rusak, jahitan yang tertarik, robekan, bekas bakar, tanda ultraviolet dan kerusakan karena zat kimia.

cek retak
Robekan di Webbing
serat yang terlepas
Serat yang terlepas
jahitan yang terlepas
Jahitan yang terlepas
Warna pudar akibat UV
Warna yang pudar akibat ultraviolet
kerusakan webbing akibat zat kimia
Kerusakan webbing akibat coretan spidol
kerusakaan webbing akibat  bekas bakar
Kerusakan webbing akibat bekas bakar

Pemeriksan D-rings atau back pad

a. Periksa D-ring dari penyimpangan, retak, rumpal, karatan dan ujung yang tajam

b. Cek back pad D-ring terhadap tanda-tanda kerusakan

Pemeriksaan buckle attachment

Periksa apakah ada bagian yang rusak, serat yang terkelupas, dan jahitan yang robek

Pemeriksaan quick connect buckles

a. Periksan mating buckle dari peyimpangan

b. Periksa bagian luar dan tengah dari permukaan bagian serta pastikan mereka lurus

c. Periksa ujung dan attachment points di tengan dari bar

d. Periksan dan bersihkan debu yang tersembunyi di antara titik hubung dari buckle-buckle

e. Periksa dari karat dan lubang yang parah

buckle karat
Karat pada buckle

2. Pemeriksaan konektor

Pemeriksaan karabiner, snaphook dan lain-lain

a. Periksa secara teliti terhadap retakan apapun, karat atau permukaan berlubang serta penyimpangan apapun di hook.

b. Periksa apakah duduk kait pengaman (safety latch seats) di dalam rongga memiliki efek menempel atau mengikat (misal tidak macet di dalamnya). Bagian itu juga tidak boleh terhalang atau memiliki penyimpangan

c. Pastikan pegas pengait tidak rusak dan tenaga yang dikeluarkan untuk membuka sudah cukup untuk menutup kait dengan kuat

bagian karat dari snap hook
Bagian karat dari snap hook

3. Pemeriksaan lanyard dan energy absorbers

Thimble

a. Periksa bahwa thimble diposisikan pada mata dari tambatan

b. Periksa apakah tambatan (splice) tidak memiliki titik yng longgar atau bekas potong pada untaian

c. Periksa apakah ujung dari thimble bebas dari ujung yang tajam, penyimpangan atau retak.

Tali lanyard

a. Periksa tali lanyard dari ujung ke ujung untuk melihat apakah ada tanda dari robek, rusak, serat yang keluar

b. Periksa apakah tali lanyard terikat dalam simpulan

c. Periksa tanda-tanda yang bisa diamati dari perubahan diameter asli tali, hal ini menunjukan bagian tersebut mengalami pelemahan karena beban ekstrim.

lanyard yang terikat
Lanyard yang terikat

Webbing lanyard

a. Periksa dari goresan dan kerusakan dengan cara menekuk webbing dengan perlahan dan perhatikan setiap sisi dari lanyard

b. Periksa dari kerusakan pada bagian jahitan

c. Periksa tanda-tanda pembengkakan, perubahan warna, robek, retak. Hal ini merupakan tanda dari kerusakan akibat zat kimia ataupun panas.

Lanyard dengan energy absorber

a. Uji lanyard jenis ini dengan metode yang sama sebagaimana telah dijelaskan untuk webbing lanyard.

Energy absorber yang rusak
Energy absorber yang rusak

b. Penting untuk memeriksa tanda-tanda pembukaan dari indikator atau tanda peringatan.  Tanda ini adalah tanda yang keluar ketika absorber aktif akibat menahan beban jatuh. JIka melihat tanda ini, lanyard ini harus dibuang

Lanyard dengan wire rope

a. Periksa tali lanyard dengan memutar bagian itu

b. Periksa apakah ada bagian robek, tertekuk, area using, atau pola pemakaian yang tidak biasa pada wire (kawat). Untaian yang rusak akan dipisahkan dari tubuh lanyard.

Energy absorber

a. Bagian pelindung luar harus diperiksa terkait dengan tanda-tanda lubang, terpotong, atau tergores.

b. Periksa jahitan pada area dijahit atau dihubungkan pada D-rings, tali atau lanyards. Cek apakah jahitan tersebut longgar, robek atau rusak

c. Periksa tanda-tanda apakah absorber tersebut ada tanda-tanda pernah aktif akibat beban jatuh

Energy absorber sebelum teraktivasi dan setelah teraktivasi
Energy absorber sebelum teraktivasi dan setelah teraktivasi

Referensi

DBI Sala, 2018. EXOFIT & EXOFIT XP FULL BODY HARNESS Full Body Harness. [Online]Available at: https://www.engineeredfallprotection.com/pdf/3m-dbi-sala-exofit-full-body-harness-manual.pdf
[Accessed 6 Sep 2020].

Occupational Safety and Health Administration, n.d. Fall Protection in Construction. [Online]Available at: https://www.osha.gov/dts/osta/otm/otm_v/otm_v_4.html
[Accessed 9 Sep 2020].

OSH Wiki, 2017. Fall Arrest System. [Online]Available at: https://oshwiki.eu/wiki/Fall_arrest_systems
[Accessed 6 Sep 2020].

Workplace Safety and Health Guidelines, 2012. Workplace Safety and Health Guidelines : Personel Protective Equipment for Work at Height. [Online]Available at: https://www.wshc.sg/files/wshc/upload/cms/file/WSH_Guidelines_on_PPE_for_WAH.pdf
[Accessed 6 Sep 2020]. n

Tampilan Penuh

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close