Tanggal 4 September 2025 menjadi hari bersejarah bagi dunia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia. Pada hari itu, dua talenta muda Indonesia diumumkan sebagai penerima penghargaan prestisius dari World of Safety and Health Asia (WSH Asia). Melalui saluran resmi, WSH Asia mengumumkan bahwa Hana Fajrianti dan Agung Supriyadi berhasil meraih gelar Safety Influencer of the Year dan Safety Influencer.
Di balik kabar baik ini, ada satu sosok yang menarik untuk dikupas lebih dalam: Agung Supriyadi. Belum tahu Beliau ? Beliau Pengurus Website Katigaku.top yang Anda baca ini lho..hehehehe..
Penulis turut merasa bangga menjadi bagian dari website ini dan mengucapkan Selamat dan Sukses Kepada Pak Agung. Saya coba membuat sebuah artikel dari sisi dan bahasa orang ketiga, ya. Catatan, data penulis ambil dari laman WSH Asia Award dan dibantu AI untuk melakukan refrase dan parafrase agar lebih mudah dibaca pembaca awam,
Pak Agung,di luar website ini, namanya sudah tidak asing lagi di kalangan praktisi K3. Bukan hanya karena kiprahnya lebih dari 12 tahun di lapangan, tetapi juga karena perannya yang unik dalam membawa literasi K3 ke ranah digital melalui situs Web Ini.
Dari Lapangan ke Layar Digital
Dari catatan “latar belakang nominasi “di website milik WSH Asia, Pak Agung memulai perjalanan panjangnya sebagai praktisi K3 dengan fokus pada upaya melindungi pekerja. Saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan farmasi terkenal di Indonesia, perusahaan farmasi yang mempekerjakan lebih dari 3.500 karyawan di tiga pabrik. Dalam keseharian, ia memastikan agar seluruh pekerja tetap aman, sehat, dan produktif.
Namun, kiprah Agung tidak berhenti di dalam lingkup perusahaan saja. Ia menyadari bahwa kesadaran akan pentingnya K3 masih perlu diperluas ke masyarakat luas. Dari situlah lahir gagasan untuk mendirikan katigaku.top, sebuah website yang membahas K3 secara sederhana, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan banyak orang.
Website ini menjadi wadah bagi Agung untuk berbagi pengalaman, artikel, hingga tips praktis mengenai keselamatan kerja. Tidak hanya bermanfaat bagi profesional K3, tapi juga bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin tahu lebih banyak tentang keselamatan.
Menginspirasi Lewat Dunia Maya

Di era media sosial, pesan tentang keselamatan kerja perlu disampaikan dengan cara yang berbeda. Agung menggunakan berbagai kanal digital, termasuk katigaku.top, media sosial, dan forum komunitas, untuk menyebarkan pemahaman K3.
Gaya komunikasinya yang sederhana, lugas, dan mudah dicerna membuat pesan keselamatan tidak terasa kaku. Ia sering menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar aturan atau prosedur, melainkan sikap hidup yang melindungi diri dan orang lain.
Kiprahnya di dunia digital inilah yang kemudian membuat Agung terpilih sebagai salah satu pemenang di ajang WSH Asia Award 2025. Baginya, penghargaan ini bukan hanya milik pribadi, tetapi juga milik seluruh komunitas K3 Indonesia yang terus berjuang meningkatkan standar keselamatan.
Jejak Prestasi yang Panjang
Sebelum meraih penghargaan di tingkat Asia, Agung sudah mengantongi sejumlah pencapaian penting. Ia pernah mendapatkan Beasiswa Nasional, Beasiswa Kongres Internasional, serta masuk dalam daftar 100 Tokoh Nasional Terbaik dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dikeluarkan oleh sebuah Organisasi pemerhati Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia.
Latar belakang akademiknya pun mendukung kiprah profesionalnya. Agung adalah lulusan Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Universitas Indonesia, salah satu program studi yang melahirkan banyak ahli K3 di tanah air. Kombinasi pengalaman lapangan, pendidikan formal, dan kepedulian sosial membuat kiprahnya semakin solid.
Katigaku.top: Ruang Belajar K3 untuk Semua
Salah satu kontribusi terbesar Agung adalah konsistensinya mengembangkan katigaku.top. Situs ini bukan sekadar blog, tetapi telah berkembang menjadi pusat pengetahuan yang diakses banyak orang, baik dari Indonesia maupun luar negeri.
Di sana, pengunjung bisa menemukan artikel tentang hazard analysis, tips praktis untuk pekerjaan aman, hingga informasi tentang sertifikasi K3. Semua ditulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang.
Bagi Agung, platform ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk masyarakat. Ia percaya bahwa semakin banyak orang melek K3, semakin sedikit kecelakaan kerja yang bisa terjadi. Prinsip ini sejalan dengan visi besarnya: menjadikan K3 sebagai gaya hidup, bukan hanya kewajiban.
WSH Asia, Inspirasi untuk Generasi Berikutnya
Menjawab pertanyaan Penulis dalam sebuah pesan singkat tentang award dari WSH Asia ini, Pak Agung berkata: “Saya mengucapkan terima kasih kepada juri, panitia dan seluruh pemilih saya dalam ajang ini. Penghargaan ini saya dedikasikan kepada seluruh pekerja Indonesia, semoga kita semua bisa lebih selamat dan sehat dalam bekerja”
Keberhasilan Pak Agung meraih penghargaan dari WSH Asia memberikan pesan kuat bagi para profesional muda di Indonesia. Bahwa kontribusi dalam bidang K3 tidak harus selalu dalam bentuk pekerjaan formal di perusahaan, tetapi juga bisa melalui edukasi, pengaruh digital, dan komunitas.
Kisahnya mengajarkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan pengetahuan. Dari ruang kerja hingga layar smartphone, pesan tentang keselamatan bisa sampai ke lebih banyak orang.
Penutup
Raihan penghargaan Safety Influencer WSH Asia 2025 bagi Agung Supriyadi adalah bukti bahwa Indonesia memiliki talenta K3 yang diperhitungkan di tingkat internasional. Lebih dari sekadar penghargaan pribadi, ini adalah simbol pengakuan atas pentingnya peran K3 di era modern.
Dengan keberadaan situs katigaku.top dan kiprah konsisten di media sosial, Pak Agung telah menunjukkan bahwa literasi keselamatan bisa menjangkau siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Ke depan, saya berharap Pak Agung dan web Katigaku terus menjadi inspirasi bagi generasi baru yang akan meneruskan perjuangan menciptakan budaya kerja yang aman dan sehat, baik di Indonesia maupun di Asia.
Salam,
Luki Tantra,
Senior Advisor, PT. Tenaga Kerja Kompeten Indonesia.
Pengamat dan Trainer bidang K3, Master Trainer Tersertifikasi BNSP, Asesor Kompetensi BNSP, dan pernah menjabat menjadi Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bidang K3.