Aspek OrganisasiDasar K3

4 Langkah Dasar untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja yang Baik

Kecelakaan kerja merupakan hal terburuk yang harus ditangani oleh para profesional Keselamatan dan Kesehatan kerja karena tidak ada 1 pun orang yang menginkan kecelakaan kerja terjadi apalagi untuk seorang profesional K3 yang memang tugas utamanya adalah untuk mencegah kecelakaan kerja.

Apabila kecelakaan kerja sudah terjadi, kita selaku profesional keselamatan kerja harus meresponnya dengan cepat. Kita harus menyusun sebuah laporan kecelakaan kerja yang baik dengan memasukkan semua data yang terkait. Fungsinya tentu agar kecelakaan kerja yang sama tidak akan terulang lagi

 

Large_Goodwell_4025Sumber Gambar: http://app.ntsb.gov/investigations/2012/goodwell_ok/goodwell_ok.html

Berikut adalah 4 Langkah Dasar untuk Menyusun Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja yang Baik:

  1. Temukan Fakta Terkait

Setelah kita memastikan area Tempat Kejadian Kecelakaan Kerja telah aman, kita harus mengumpulkan semua fakta yang ada terkait dengan kecelakaan. Sebagai contoh:

  • Tanggal,waktu, dan lokasi spesifik dari kecelakaan
  • Nama korban, Jabatan, Departemen dan atasan langsung
  • Nama dan Data diri dari para saksi
  • Kejadian-kejadian sebelum kecelakaan terjadi
  • Tugas spesifik apa yang sedang dilakukan oleh korban pada saat itu
  • Kondisi lingkungan (lantai yang licin, pencahayaan yang tidak cukup, bising, dll
  • Kondisi yang ada (termasuk tuhas, peralatan, perlengkapan, material, APD dan lain-lain
  • Luka yang ditimbulkan (termasuk bagian tubuh yang terluka dan penyebab dari luka itu)
  • Jenis perawatan dari luka
  • Gambar-gambar rekonstruksi kecelakaan
  • Kerusakan ke peralatan, material dan lain-lain

Ada juga hal yang harus diperhatikan dalam mengumpulkan data dari para saksi:

  • Berikan pertanyaan terbuka kepada saksi. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang kemungkinan jawabannya bukan “Iya/Tidak”.
  • Terapkan asas praduga tak bersalah. Kita mungkin sudah mendengar kronologisnya dari rekan kerja yang lain. Jikalau keterangan yang disampaikan saksi berbeda, maka kita tidak boleh menyalahkan saksi.
  • Hindari asumsi dan pertanyaan yang mengarah. Jika asas praduga tak bersalah sudah tidak dipakai biasanya pertanyaan yang muncul adalah pertanyaan yang memojokkan ke saksi. Ini akan berakibat saksi merasa segan untuk memberikan keterangan lebih lanjut
  • Keterangan yang dihimpun haruslah bisa diukur. Hindari untuk menggunakan kata “dekat” lebih baik gunakan kata “5 cm”.
  1. Tentukan Urutan Kejadian

Berdasarkan fakta yang ada, Anda seharusnya dapat untuk mengurutkan kejadian hingga munculnya kecelakaan. Pada laporan Anda, deskripsikan urutan ini secara detail termasuk:

  • Kejadian yang menyebabkan kecelakaan

Misalnya: karyawan berjalan, berlari, membungkuk, memanjat, mengangkat, mendorong, memutar katup (valve), menggunakaan alat, dan sabagainya

  • Kejadian pada saat kecelakaan

Misalnya: karyawan tertabrak benda, terperangkap di antara benda, jatuh dari ketinggian, menghirup uap beracun, atau terpercik zat kimia berbahaya.

  • Kejadian sesaat setelah kecelakaan

Apa yang karyawan lakukan? Memegang lututnya, memegang sikunya, menutup lukanya, berteriak.

Kita perlu juga untuk mendeskripsikan bagaimana rekan kerjanya merespon terhadap kecelakaan tersebut. Apakah mereka memanggil bantuan, memberikan pertolongan pertama, mematikan perlengkapan, memindahkan korban, dan sebagainya

Kecelakaan harusnya dideskripsikan secara detail pada laporan investigasi kecelakaa agar pembaca mendapat bayangan yang jelas tentang apa yang sedang terjadi. Anda juga dapat menggunakan diagram yang secara efektif dapat menunjukkan urutan terjadinya kecelakaan. Lebih baik lagi jika Anda dapat memasukkan foto tentang kecelakaan sehingga pembaca dapat mudah memahami.

  1. Analisis Kecelakaan

Laporan Anda haruslah mencakup analisis yang dalam tentang penyebab kecelakaan. Penyebab tersebut meliputi:

  • Penyebab langsung, misalnya tumpahan di lantai sehingga menyebabkan terpeleset
  • Penyebab tidak langsung, misalnya: karyawan tidak menggunakan sepatu kerja yang anti licin atau sedang membawa tumpukan barang yang menghalangi pandangannya
  • Faktor kontribusi lain, misalnya: tekanan pekerjaan, tidak ada rambu peringatan, tidak adanya training dan prosedur
  1. Rekomendasi

Rekomendasi untuk perbaikan dapatlah meliputi perbaikan langsung ataupun jangka panjang seperti:

  • Pelatihan karyawan tentang praktek kerja aman
  • Pemeliharan mesin rutin yang menjaga perlengkapan dalam kondisi operasi yang baik
  • Evaluasi dari prosedur kerja dengan rekomendasi perbaikan
  • Melakukan Analisa bahaya untuk evaluasi bahaya lain dalam tugas tertentu dan melatih karyawan terhadap bahaya ini
  • Pengendalian teknik untuk membuat tugas lebih aman atau pengendalian administrative untuk mengganti cara tugas dilakukan.

Referensi:

Benton, J. (2011, August 24). How to Write a Good Accident or Incident Report. Retrieved May 24, 2015, from EHS Safety America: http://ehssafetynewsamerica.com/2011/08/24/how-to-write-a-good-accident-or-incident-report/

 

Tampilan Penuh

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3

Komentar Anda?

Back to top button
Close