Essay K3

Mitos Keselamatan #2 : Segitiga Kecelakaan Heinrich

Para praktisi keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia tentunya banyak yang tidak asing dengan segitiga perbandingan kecelakaan yang telah dibuat oleh Heinrich. Segitiga kecelakaan ini menggambarkan bahwa 300 kecelakaan yang tidak menimbulkan kecelakaan akan menimbulkan 29 kecelakaan minor dan 1 kecelakaan mayor. Segitiga dimunculkan oleh Heinrich pada tahun 1929.

Gambar 1. Segitiga Heinrich 1929 (Hollnagel,2015)

Gambar di atas belum terlihat seperti segitiga namun segitiga ini kemudian diubah lagi oleh Heinrich pada 1959 yang kemudian memberikan komposisi 1:29:300. Segitiga ini memberi arti bahwa jika kita membiarkan 300 kecelakaan tanpa luka terjadi, maka akan terjadi 1 kecelakaan yang besar.

Gambar 2. Segitiga Heinrich 1959 (Hollnagel,2015)

Segitiga Heinrich ini menginspirasi beberapa orang untuk diterapkan dalam tempat kerja dan juga menginspirasi dalam pembuatan riset-riset yang lain. Frank Bird membuat riset dengan menganalisis 1.753.498 laporan kecelakaan dari 21 industri. Hasilnya adalah komposisi baru dalam segitiga kecelakaan yaitu 1:10:30:600:1200 seperti gambar di bawah.

Gambar 3. Segitiga Frak Bird 1974 (Hollnagel,2015)

Konsekuensi dari pembuatan segitiga-segitiga kecelakaan di atas adalah banyak program-program yang sangat berfokus pada bagian dasar segitiga yaitu kecelakaan yang tidak menimbulkan luka karena banyak orang menganggap jika kecelakaan yang tidak menimbulkan luka saja bisa kita kendalikan, apalagi kecelakaan-kecelakaan besar.

Kritik Segitiga Heinrich

Kritik akan segitiga Heinrich banyak diajukan oleh para ahli, salah satunya adalah Erik Hollnagel. Kritik Hollnagel akan segitiga Heinrich pertama diajukan mengenai permasalahan definisi “kecelakaan” yang ditulis dalam segitiga Heinrich. Definisi “kecelakaan” tentunya dapat berbeda di setiap orang, definisi “kecelakaan yang harus dilaporkan” juga dapat berbeda antar institusi hingga antar negara.

Dalam kasus kecelakaan kereta api, beberapa negara memiliki definisi yang berbeda untuk “kecelakaan kereta api yang harus dilaporkan” (reportable incidents):

  • DSB Denmark : Kecelakaan yang harus dilaporkan adalah kejadian yang menimbulkan luka serius atau kerusakan signifikan pada infrastruktur atau peralatan dengan nilai jutaan Krone Denmark
  • Federal Railroad Administration Amerika Serikat : Kecelakaan yang harus dilaporkan adalah kejadian yang menimbulkan kerugian lebih dari $6700 atau kecelakaan yang menimbulkan kematian atau luka kepada manusia atau penyakit akibat kerja pada pekerja yang bekerja di atas rel (railroad employee)
  • Japan Railroad Jepang : Kecelakaan adalah sesuatu yang dapat menimbulkan kerugian lebih dari 500 ribu Yen Jepang atau membuat penundaan lebih dari 10 menit dari kereta Shinkansen pertama di hari itu
  • Indian Railway : Kecelakaan adalah sesuatu yan menimbulkan hilangnya nyawa, luka bagi penumpang, atau kerusakan parah bagi property perkeretaapian dengan nilai lebih dari Rs 2.500.000. Kecelakaan tidak termasuk kasus orang atau penumpang yang menyebrang dan terluka atau terbunuh karena kecerobohan mereka sendiri.

Hollnagel juga mempertanyakan keterkaitan antar bagian dari segitiga dan apakah bagian-bagian tersebut memiliki makna atau tidak. Hollnagel menganggap bagian-bagian segitiga itu sama saja dengan komposisi jenis binatang di Denmark pada tahun 2012 yang tidak berkaitan antar bagian.

Gambar 3. Komposisi binatang di Denmark di tahun 2012 (Hollnagel,2015)

Secara kekinian, penerapan segitiga Heinrich juga tidak selalu tepat. Di lapangan, banyak perusahaan yang kecelakaan minor nya lebih kecil daripada kecelakaan major. Segitiga Heinrich ini juga dipertanyakan dari sisi statistik karena keterkaitan antar bagian segitiga belum dapat dibuktikan signifikan dengan menggunakan metode statistik.

Gambar 4. Segitiga Piramid yang kaya akan mitos seperti Segitiga Heinrich

Oleh karena kritik-kritik Hollnagel di atas, akhirnya Hollnagel mengajukan perubahan terhadap segitiga Heinrich dari bentuk segitiga menjadi bentuk pie. Ini berarti Hollnagel mengakui jumlah per bagian segitiga mungkin betul namun tidak ada keterkaitan langsung antar porsi pie chart nya.

Gambar 5. Segitiga Heinrich diubah menjadi pie chart

Daftar Pustaka

Hollnagel, E., 2015. Some Myths About Industrial Safety. Southern Denmark: SafetySynthesis.

Tampilan Penuh

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3

Komentar Anda?

Back to top button
Close