Dasar K3

Definisi-definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Definisi Keselamatan  dan  Kesehatan  Kerja yang merupakan kepanjangan dari K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan  melindungi  keselamatan  dan  kesehatan  tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. ( PP 50 Tahun 2012)

Definisi di atas adalah definisi yang dicantumkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3. Selain definisi di atas, pakar atau organisasi lain juga ada yang mengajukan definisi K3.

Definisi dan Pengertian Keselamatan

Sebelum membahas keselamatan dan kesehatan kerja, akan dibahas dulu definisi dan pengertian  “keselamatan” dan “keselamatan kerja”

“Keselamatan” (Safety) menurut International Civil Aviation Organization adalah keadaan di mana rasa sakit yang dirasakan seseorang atau kerusakan property dapat dikurangi, dipertahankan rendah pada tingkat yang dapat diterima melalui proses berkelanjutan dalam identifikasi bahaya dan manajemen risiko.

US Agency for Health care Research and Quality memberikan definisi “keselamatan” sebagai bebas dari luka kecelakaan.

Leveson (1995,2004) memberikan definisi “keselamatan” (safety) sebagai ketiadaan kecelakaan, di mana kecelakaan didefinisikan sebagai kejadian yang menghasilkan kerugian yang tidak direncanakan dan diinginkan.

Dalam kamus internasional. Definisi keselamatan juga telah didefinisikan:

The free dictionary memberikan definisi keselamatan sebagai “kondisi aman, bebas dari bahaya dan dan risiko serta luka”

Kamus Merriam Webster memberikan definisi keselamatan sebagai “kondisi selamat dari penyebab sakit, luka dan kerugian”

Definisi dan Pengertian Kesehatan

“Kesehatan” adalah keadaan yang utuh secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial, bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan (WHO 1948).

Menurut Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Definisi dan Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, pengertian keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan  melindungi  keselamatan  dan  kesehatan  tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan  melindungi  keselamatan  dan  kesehatan  tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. (OHSAS 18001)

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah sebuah ilmu untuk antisipasi, rekoginis, evaluasi dan pengendalian bahaya yang muncul di tempat kerja yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan pekerja, serta dampak yang mungkin bisa dirasakan oleh komunitas sekitar dan lingkungan umum. (ILO 2008)

definisi keselamatan dan kesehatan kerja

Gambar Helm Proyek

Credit: Marcandrews.co.uk

Kritik Terhadap Definisi Keselamatan

Kritik-kritik terhadap definisi “keselamatan” (safety) datang dari Terje Aven (2014) dan Errik Hollnagel (2014). Kritik-kritik tersebut disampaikan pada jurnal mereka yang diterbitkan dalam jurnal Safety Science.

Terje Aven (2014) mengkritik definisi Keselamatan dari Leveson (1995) yang menyebutkan bahwa keselamatan adalah ketiadaan kecelakaan. Ia berpendapat “keselamatan” lebih dekat kepada definisi “risiko” (risk) yang disampaikan oleh Rosa (1998,2003) yaitu “Risiko adalah sebuah situasi atau kejadian di mana sesuatu yang berharga bagi manusia (termasuk dirinya sendiri) tengah berada dalam ancaman di mana hasilnya belum pasti.

Terje Aven memisalkan sebuah kejadian, yaitu kebakaran dalam gedung. Jika kita menggunakan definisi keselamatan dari Leveson, maka kebakaran dalam gedung masih digolongkan dalam “keselamatan” sepanjang masih belum ada yang terluka. Sedangkan jika kita menggunakan definisi dari Rosa, maka kebakaran dalam gedung termasuk dalam “risiko”. Ia kemudian secara tegas menolak untuk melihat keselamatan sebagai “ketiadaan kecelakaan”.

Errik Hollnagel (2014) mengkritik penggunaan “keselamatan” yang berfokus untuk mengurangi kecelakaan di mana pada “kecelakaan” justru tidak ada “keselamatan”. Ia menekankan bahwa fokus keilmuan keselamatan harusnya pada situasi di mana tidak ada yang salah, di mana itulah keselamatan, daripada fokus pada situasi di mana munculnya keselahan, di mana tidak ada keselamatan.

The scientific study of safety should focus on situations where nothing goes wrong, i.e., where there is safety, rather than on situations where something goes wrong – where there is no safety

Keselamatan dan kesehatan kerja sebaiknya berfokus kepada peningkatan positif dari keselamatan dan kesehatan kerja itu sendiri. Sebagai praktisi K3, penting sekali untuk mengambil definisi k3 terbaik yang akan menjadi arahan kita sehari-hari di tempat kerja. Untuk memahami lebih jauh mengenai K3, silakan dicek definisi dan sejarah k3 di katigaku.top.

REFERENSI

Alli, Benjamin O. 2008. Fundamentals Principles of Occupational Health and Safety. Geneva: International Labour Organization.

Aven, Terje. 2014. “What is safety science?” Safety Science 15-20.

British Standard Institute. n.d. OHSAS 18001:2007. Accessed Oct 29, 2017. http://mhconsulting-indonesia.com/file-download/Klausul-OHSAS-18001.pdf

Hollnagel, Errik. 2014. “Is safety a subject for science?” Safety Science 21-24.

Pemerintah Republik Indonesia. 2012. “Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.” Jakarta.

—. 2009. “Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.” Jakarta.

 

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Close
Close