Keselamatan Publik

Waspada Kebakaran Saat Mudik

Setelah sebulan penuh menjalani puasa di bulan Ramadhan, tentu masyarakat ingin merayakan hari kemenangan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Sehingga fenomena mudik lebaran tiap tahun selalu hadir di Indonesia. Namun, ketika mudik lebaran, masyarakat harus tetap waspada kebakaran saat mudik yang dapat terjadi.

Dilansir dari laman detik.com pada saat libur lebaran tahun lalu, terdapat kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Jakarta Timur. Diketahui pemilik rumah saat itu sedang mudik ke kampung halaman. Diduga kebakaran ini terjadi akibat adanya konsleting listrik. Akibatnya pemilik rumah harus menanggung kerugian puluhan juta rupiah akibat kebakaran saat mudik lebaran.

Tidak hanya itu, bahkan di Riau, terdapat kebakaran yang menghanguskan 60 rumah sekaligus dalam semalam. Kebanyakan penghuni rumah-rumah yang terbakar pada saat itu sedang mudik ke kampung halamannya masing-masing. Akibatnya, tidak ada upaya yang cukup dari warga untuk mencegah kebakaran meluas.

Beberapa kejadian kebakaran saat mudik di atas seharusnya menjadi pengingat bagi kita di lebaran tahun ini untuk meningkatkan kewaspadaan kebakaran saat mudik. Electical Safety First dari Inggris memiliki tips untuk mencegah kebakaran di rumah terutama jika anda ingin meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama contohnya untuk mudik lebaran.

1. Penyebab Kebakaran Listrik

Hasil gambar untuk electrical fire

Gambar Ilustrasi Kebakaran Listrik

Sumber : https://www.nps.gov/common/uploads/stories/images/nri/20161019/articles/B3732B75-1DD8-B71B-0B503A892C86724E/B3732B75-1DD8-B71B-0B503A892C86724E.jpg

Sekitar 89% kejadian kebakaran listrik diakibatkan oleh produk elektrikal, dan sisanya sekitar 11% diakibatkan oleh kesalahan instalasi atau kesalahan penggunaan oleh manusia. Sehingga, sebenarnya anda dapat mencegah kebakaran listrik dengan mengecek produk-produk elektrikal yang ada di rumah anda secara rutin.

Terdapat 5 produk elektrikal yang paling banyak menyebabkan kebakaran listrik di Inggris :

  • Peralatan memasak elektrik (microwave, magic jar, dll.)
  • Peralatan binatu / laundry (mesin cuci, setrika, dll.)
  • Lampu elektrik
  • Alat pemanas
  • Televisi

2. Tips Do & Don’t

Hasil gambar untuk do & dont

Gambar Ilustrasi Do & Don’t

Sumber : https://www.emmersionlearning.com/wp-content/uploads/2016/08/2014-11-19-dodont.jpg

  • Do

    • Pastikan perangkat dan instalasi elektrikal di rumah anda telah di cek oleh teknisi yang kompeten.

      Untuk pemilik rumah, sebaiknya anda lakukan ini sepuluh tahun sekali, untuk memastikan perangkat dan instalasi listrik rumah anda dalam keadaan baik. Jika anda baru pindah rumah, anda dapat memastikan kapan pengecekan terakhir dilakukan.

      Sedangkan, untuk penyewa, anda dapat meminta kelengkapan sertifikasi instalasi listrik di tempat anda menyewa kepada pengelola tempat anda menyewa.

    • Cek socket / colokan listrik rumah anda secara berkala
    • Buat sumber socket / colokan listrik baru jika colokan listrik yang ada atau terminal listrik anda telah melebihi kapasitas
    • Cabut peralatan listrik yang tidak digunakan. Jangan biarkan tetap terhubung dengan sumber listrik untuk waktu yang lama. Terutama pada malam hari atau saat anda akan meninggalkan rumah dalam waktu yang lama.
    • Cek kabel pada perangkat-perangkat di rumah anda. Pastikan sebelum anda menggunakan, tidak ada kabel yang sobek, terkelupas atau dalam keadaan yang buruk.
    • Berhati-hati saat menggunakan perkakas tangan dengan sumber energi listrik. Pastikan anda mematikan alat tersebut setelah selesai menggunakannya dan mencabut colokan listriknya. Beri perhatian khusus kepada peralatan yang memiliki energi panas, karena dapat menjadi sumber bahaya kebakaran.
    • Segera panggil pemadam kebakaran atau teknisi listrik jika anda mencium bau terbakar tanpa anda tahu darimana sumber bau terbakar tersebut. Bisa saja bau tersebut berasal dari perangkat listrik anda.
  • Don’t

    • Mencolok terlalu banyak peralatan listrik dalam satu colokan / socket. Sebisa mungkin untuk selalu menghindari hal ini, karena socket yang kelebihan beban sangat mungkin menimbulkan api.
    • Menaruh peralatan listrik yang panas didekat benda yang mudah terbakar.
    • Meletakkan kabel di bawah karpet atau keset.
    • Menggunakan lampu bohlam melebihi kapasitas watt yang dapat digunakan di rumah bohlam anda.

Demikian tips yang didapat dari Electrical Safety First. Semoga bermanfaat.

Penulis : Permana Eka Satria

REFERENSI

  • Anonim. 2016. Fire Fact Sheet : Electrical Safety Advice. Diakses dari : https://www.electricalsafetyfirst.org.uk/mediafile/100686388/Fire-Factsheet.pdf
  • Hariyanto, Ibnu. 2017. Ditinggal Mudik, Sebuah Rumah Terbakar di Duren Sawit. Diakses dari : https://news.detik.com/berita/d-3541886/ditinggal-mudik-sebuah-rumah-terbakar-di-duren-sawit
  • Syukur, M. 2017. Ditinggal Mudik, Ratusan Rumah Terbakar. Diakses dari : https://www.liputan6.com/regional/read/3005282/ditinggal-mudik-ratusan-rumah-terbakar

Permana Eka Satria

I might be not an expert but I learn from the experts.

Komentar Anda?

Close
Close