Aspek Organisasi

Good Housekeeping: Bukan Sekedar Kebersihan!

Good housekeeping merupakan basis dari pencegahan kecelakaan dan kebakaran.

  • Apa sih housekeeping itu? Bersih bersih yaa? Rapih-rapih?

Housekeeping“, sebuah kata yang sering diartikan oleh sebagian orang sebagai bersih-bersih. Di beberapa proyek, petugas housekeeping bahkan hanya dianggap sebagai petugas kebersihan, layaknya seorang office boy kalau di perkantoran. Sehingga, dengan seenak hati (se-mau gue) sampah yang dihasilkan dari proses pekerjaan dibiarkan begitu saja, karena menganggap “toh, nantinya ada petugas kebersihan yang akan membersihkan/merapihkan sisa-sisa pekerjaan”.

Apa sih sebenarnya housekeeping itu? apa pula sebenarnya fungsi dari seorang petugas housekeeping? Apa benar kerjanya tukang pungut-pungut sampah?

Good housekeeping bukan sekedar kebersihan, namun termasuk menjaga area kerja agar rapi dan tertata; merawat ruangan dan lantai bebas dari bahaya terpeleset dan jatuh; dan membuang sampah dan bahaya kebakaran lainnya dari tempat kerja. Perhatian housekeeping adalah pada detil penting seperti layout keseluruhan tempat kerja, penandaan lorong, kecukupan fasilitas penyimpanan, dan perawatan. Esensi good housekeeping adalah untuk mencegah akumulasi bahaya bahan kimia beracun (misal: timbunan debu atau kontaminan di sudut atau di lekukan), atau kondisi berbahaya (misal: tumpukan material).

toolsTools yang harus diletakkan di tempat yang aman

Good housekeeping merupakan basis dari pencegahan kecelakaan dan kebakaran.

Housekeeping yang efektif dapat mengeliminasi beberapa bahaya di tempat kerja dan membantu pekerjaan dilakukan secara aman dan tepat. Housekeeping yang buruk berkontribusi pada terjadinya kecelakaan, contohnya adalah pembiaran kertas, puing-puing, kekacauan dan tumpahan diterima sebagai keadaan normal, maka kemudian bahaya kesehatan dan keselamatan yang lebih serius kemungkinan terjadi. Kecelakaan yang mugkin terjadi adalah:

  • tersandung benda di lantai, tangga dan platform
  • terpukul oleh benda yang jatuh
  • tergelincir pada permukaan berminyak, basah atau kotor
  • ter‘timbun‘ tumpukan barang atau barang yang tidak ditempatkan dengan baik
  • terpotong, tertusuk, atau terobek kulit tangan atau bagian tubuh lainnya pada pekerjaan menggunakan paku, kawat atau baja tegak.

Program yang efektif merupakan proses yang terus berlangsung, tidak boleh pembersihan sesekali.

Pembersihan secara mendadak atau tak terencana sangat memakan biaya dan tidak efektif menurunkan angka kecelakaan kerja. Oleh karena itu, tempat kerja harus tertata sepanjang hari kerja untuk menghindari terjadinya bahaya. Ketertataan ini memerlukan kesepakatan manajemen dan perencanaan.

janitor good housekeepingAlat-alat yang lengkap untuk kebersihan

Beberapa manfaat housekeeping yang efektif selain pencegahan kecelakaan kerja dan kebakaran adalah:

  • Aliran kerja dieksekusi dengan lebih mudah/jelas dan hemat waktu
  • Pengendalian lebih baik terhadap alat-alat dan bahan bahan, termasuk inventaris dan pasokan
  • Peralatan pembersihan dan perawatan yang lebih efisien
  • Kondisi higiene yang lebih baik mendukung peningkatan kualitas kesehatan
  • Penggunaan ruang lebihi efektif
  • Pengurangan kerusakan properti dengan meningkatnya perawatan preventif
  • Pekerjaan kerumahtanggan lebih sedikit
  • Peningkatan karakter/moral
  • Peningkatan produktifitas (alat-alat dan bahan-bahan akan mudah ditemukan)

Nah, sebenarnya sangat jelas, bahwa hal itu harus dilakukan oleh tiap pekerja karena merupakan bagian dari tindakan pencegahan kecelakaan dan/atau kebakaran. Dimana, petugas yang berfungsi mengontrol efektivitas dari penerapan program housekeeping di area kerja disebut sebagai petugas housekeeping.

Semoga bermanfaat

Sumber:

Darmiatun, Suryatri. 2015. Prinsip-Prinsip K3LH. Malang: Gunung Samudera. [tersedia di google playbook]

Andi Balladho

Master Candidate of Occupational Safety Health and Environmental Management USAHID Jakarta

Komentar Anda?

Back to top button
Close