Aspek OrganisasiDasar K3

Pembuatan Hazard Mapping Berdasarkan OSHA

Mari kita sama-sama mengamini terlebih dahulu bahwa benang merah ilmu K3 adalah mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Begitu banyak program yang disusun untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah penyusunan hazard mapping atau pemetaan bahaya.

Memahami Hazard Mapping

Seperti namanya, hazard mapping merupakan suatu upaya memetakan setiap bahaya yang ada (di tempat kerja khususnya) dalam bentuk visualisasi pada setiap proses kerja sehingga dapat diketahui sumber bahaya, pekerja berisiko, dampaknya terhadap kesehatan, serta langkah penanganan yang dapat dilakukan (preventif, kuratif, rehabilitatif).

Hazard mapping dapat memetakan bahaya yang kasat mata dan yang sebaliknya. Mulai dari kebisingan, getaran, pencahayaan, suhu, radiasi, debu, bahan kimia, system kerja, postur kerja, biologi, peralatan kerja, hingga psikososial di tempat kerja (misalnya : hubungan antar karyawan, system pengupahan, peran dan tanggung jawab, serta beban kerja).

Menyusun Pemetaan Bahaya

Sebelum menyusun hazard mapping, kita disarankan untuk menggambarkan peta fasilitas. Peta fasilitas dapat membantu dalam “mempersempit” proses, area atau pekerjaan yang memiliki bahaya lebih berbahaya atau di mana paparan pekerja terhadap bahaya paling besar. Untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik,  kita dapat melakukan hazard mapping dengan cara menguraikan setiap proses kerja atau station yang ada. Semakin banyak proses dan station yang dapat diuraikan, makan semakin besar pula kemungkinan untuk menemukan lebih banyak bahaya dan/atau potensi bahaya di tempat kerja.

hazard mapping
layout di tempat kerja harus dipahami sebelum membuat pemetaan bahaya

Proses penyusunan Pemetaan Bahaya sebaiknya memperhatikan “memori” Pemetaan Bahaya sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk melihat trend hazards di tempat kerja serta masalah kesehatan yang berkembang di tempat kerja tersebut.

Metode Hazard Mapping mengacu pada apa yang diketahui pekerja dari pengalaman kerja. Pendekatan Pemetaan Bahaya paling berhasil bila dilakukan dengan sekelompok kecil pekerja dengan beberapa kesamaan dalam pekerjaan mereka. Proses Pemetaan Bahaya dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko di seluruh fasilitas dan untuk menentukan bahaya yang terkait dengan area, bangunan, klasifikasi pekerjaan atau proses.

Label bahaya dan tingkat bahaya dalam hazard mapping

Label bahaya digunakan untuk memberikan penandaan bahaya yang dibedakan melalui warna sesuai dengan jenisnya, biru untuk listrik, hijau untuk bahan kimia, oranye untuk bahaya fisik, coklat untuk bahan mudah terbakar/meledak serta hitam untuk bahaya lainnya (OSHA, 2018).

kode bahaya OSHA

 Tabel 1. Label bahaya (OSHA, 2018)

Sementara tingkatan bahaya dikategorikan menjadi rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi dengan menggunakan angka. (OSHA, 2018).

level bahaya OSHATabel 2. Level bahaya (OSHA, 2018)

kombinas tingkat bahaya dengan jenis bahaya

Tabel 3. Kode bahaya dan tingkat bahaya dalam pemetaaan bahaya OSHA

Berikut adalah contoh pemetaan bahaya dari sebuah pabrik kertas di ruang coating kertas.

hazard mapping layout

Gambar 4. Contoh Hazard Mapping (OSHA, 2018)

Setelah menyusun rancangan hazard mapping, perlu dilakukan review awal terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah hazard yang digambarkan memang dirasakan oleh semua orang. Penting diperhatikan bahwa sebaiknya pemetaan bahaya dilakukan oleh karyawan yang melakukan aktifitas kerja atau berada di station kerja itu sendiri. Proses peninjauan juga melibatkan lintas departemen agar menghasilkan pemetaan yang lebih akurat.

Faktor Individu

Semua hazard yang telah diidentifikasikan harus dihubungkan juga dengan dampak kesehatan serta faktor perancu dari pekerja itu sendiri. Sering kali faktor-faktor individu tidak kalah dominan atas munculnya dampak kesehatan yang diterima oleh karyawan. Faktor-faktor individu tersebut antara lain adalah :

  • Kehidupan keluarga
  • Kehidupan sosial
  • Komunitas
  • Lingkungan, dan
  • Kesehatan mental dan emosional

Oleh karena itulah, penting dilakukannya hazard mapping di tempat kerja secara rutin dan setiap adanya perubahan di tempat kerja. Salah satu langkah penanganan dari hazard yang sudah teridentifikasi adalah dengan dilakukan restriksi kerja pada pekerja yang berisiko.

Referensi

ILO. 2004. Health, Safety, and Environment.Accessed May 27, 2020. http://www.iufdocuments.org/www/documents/IUF,%20ILO%20HSE%20Manuals%20for%20Ag%20Workers.pdf

OSHA. 2018. Hazard Mapping. Accessed May 27, 2020. https://www.osha.gov/sites/default/files/2018-11/fy12_sh-23529-12_HazardMappingManual.pdf

Tampilan Penuh

Anita Silaban

Magister K3 Universitas Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close