5 Langkah Mengendalikan Bahaya Kebakaran dari Hydrocarbon Aerosol Propellant (HAP)
Belum lama ini, kita dikejutkan dengan kebakaran besar di sebuah pabrik kosmetik yang melukai puluhan orang dan menewaskan 5 pekerjanya. Penyebab kebakaran tersebut masih belum jelas namun dari berbagai keterangan dan berita di media, penyebab kebakaran menjurus pada tabung aerosol yang dipakai dalam proses pembuatan kosmetik.
Sumber: http://www.providencefirevideos.com/shop/index.php?main_page=product_info&products_id=67
Tabung aerosol merupakan tabung yang berisi aerosol bertekanan yang dimampatkan. Contoh tabung aerosol dalam kehidupan sehari-hari kita adalah Spray minyak wangi dan tabung cairan pembasmi serangga. Namun, Dunia Industri pastinya menggunakan aerosol yang lebih besar daripada yang digunakan di rumah. Contoh aerosol yang digunakan dalam proses industri parfum dan hair spray adalah Hydrocarbon Aerosol Propellant (HAP) yang sudah diproduksi oleh Pertamina.
Sumber Gambar:http://www.pertamina.com/gasdom/produk_dan_services_hap.aspx
Berikut adalah 6 langkah mengendalikan bahaya dari Hydrocarbon Aerosol Propellant
- Mengenali Bahaya Hydrocarbon Aerosol Propellant
Tidak mungkin kita bisa merumuskan langkah pengendalian bahaya yang sesuai tanpa tahu karakteristik bahaya tersebut. Untuk mengetahui bahaya HAP bisa dilihat dalam MSDS di sini dan di sini.
Dalam MSDS, tertera jelas bahwa HAP masuk dalam kategori produk yang mudah terbakar dengan flash point -60o dan masuk juga dalam kategori produk gas bertekanan yang akan meningkat tekanannya apabila dipanaskan sehingga dapat meledak.
Cara untuk memadamkan HAP pun tidak boleh sembarangan, kita tidak boleh memadamkan dengan air, tepung kimia, busa dan karbon dioksida kecuali pasokan/kebocoran HAP sudah dihentikan sebelum dipadamkan.
Karakteristik lain adalah uap dari HAP lebih berat dari udara sehingga dapat berpindah hingga jarak yang jauh ke titik panas dan menjadi flash back. Selain itu, Paparan ke api dapat membuat tabung gas pecah.
- Safety design
HAP masuk dalam kategori material yang berbahaya sehingga HAP ini harus digunakan dalam desain tempat yang harus aman. Instalasi HAP harus melewati analisa bahaya terlebih dahulu melalui berbagai macam metode antara lain HIRADC, HAZOP, LOPA sehingga semua potensi bahaya desain bisa diidentifikasi.
Secara umum, Kriteria Desain yang aman meliputi:
- Akses yang terbatas, hal ini untuk menghindari akses dari orang-orang yang tidak berkepentingan sekaligus untuk meminimalkan resiko kontak dengan api terbuka. Pengetesan kandungan elektrostatik pada sepatu sebelum masuk ke ruangan HAP juga sebaiknya dilakukan untuk menghindari terbentuknya listrik statis. Uap HAP yang cenderung ke bawah karena lebih berat dari udara sangat berisiko menyala apabila sepatu yang digunakan tidak anti static.
- Ventilasi yang baik, hal ini berguna untuk menarik uap HAP keluar sehingga mencegah terbentuknya Uap HAP yang bisa memicu kebakaran. Ventilasi ini juga berguna mengatur temperatur agar tetap berada dalam batas aman
- Desain bangunan yang aman, pemilihan pintu, tembok dan lantai harus tepat untuk meminimalisir dampak dari kebakaran. Selain itu, pemilihan lampu dan alat yang explosion proof juga wajib untuk digunakan di dalam ruangan dengan bahan yang mudah meledak.
- Tombol Darurat, tombol ini berguna untuk menghentikan seluruh proses yang berbahaya jika operator menemukan ada potensi kecelakaan.
- Detector dan alarm. Alarm berguna sebagai pagar yang menghentikan proses terjadinya kecelakaan. Biasanya dalam tahap ini, alat-alat yang digunakan meliputi:
- Detektor, alat ini berfungsi sebagai pemicu awal untuk membuat alarm aktif. Jenis detector yang ada antara lain detektor Asap, detektor LEL, detektor tekanan, dan lain-lain
- Â Warning Alarm, alat ini berfungsi sebagai pemberitahu jikalau ada potensi bahaya. Contoh dari potensi bahaya antara lain: asap, tekanan yang turun, kandungan LEL yang meningkat
- Trip alarm, alat ini berfungsi untuk menjadikan semua proses yang berbahaya berhenti. Alat ini sangat penting untuk menghentikan kebocoran.
- Gambar. Combustible Gas DetectorGambar. Hydrocarbon Gas Detector Gambar. Infrared Flame Detector Gambar. Heat rise detector
- Sistem penanggulangan kebakaran. Sistem penanggulangan kebakaran sangat vital perannya ketika terjadi peristiwa kebakaran. Sistem ini meliputi APAR, sprinkler, mobil pemadam kebakaran termasuk juga detektor kebakaran dan tembok yang mencegah api seperti telah dibahas di langkah sebelumnya.                                                         Gambar. Water Cannon
- Sistem Tanggap Darurat. Sistem ini meliputi langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kebakaran. Sistem ini meliputi:
- Alat: rambu-rambu gawat darurat, lampu darurat, pintu darurat
- Sumber Daya Manusia: Tim pemadam kebakaran, koordinator kebakaran, dinas kebakaran setempat. Pelatihan gawat darurat yang melibatkan seluruh karyawan juga penting untuk dilakukan.                                      Gambar. Berbagai macam Lampu Darurat
Demikianlah 5 Langkah Mengendalikan Bahaya Kebakaran dari Hydrocarbon Aerosol Propellant (HAP). Semoga tempat kerja kita terhindari dari bahaya kebakaran baik yang berasal dari HAP maupun dari sumber lain.
Komentar dari pembaca pastinya diharapkan untuk membuat tulisan ini semakin kaya.
Referensi
Diversified CPC International, Inc. (n.d.). An Introduction to Aerosol Propellants. Retrieved July 14, 2015, from http://www.diversifiedcpc.com/PDF/intro.pdf
DiyTrade. (n.d.). Emergency light, Exit signs ,Emergency lighting, Emergency lamp 808 . Retrieved July 16, 2015, from DiyTrade: http://www.diytrade.com/china/pd/5067600/Emergency_light_Exit_signs_Emergency_lighting_Emergency_lamp_808.html