Aspek Personal

5 Pengendalian Bahaya Naik dan Turun Tangga

Naik dan turun tangga meskipun kelihatannya sepele, ternyata memiliki bahaya yang besar. Bahaya naik dan turun tangga terbukti dari data-data orang yang jatuh dari tangga. Di Amerika Serikat, lebih dari 1 juta orang terluka karena aktivitas naik dan turun tangga. Total kerugian yang tercatat untuk luka non kematian akibat kecelakaan ketika naik dan turun tangga adalah $ 92 miliar setiap tahunnya menurut Biro Sensus Amerika Serikat. Sedangkan di Inggris, seperempat juta kecelakaan non kematian terjadi di rumah setiap tahunnya.

Tingginya angka kecelakaan tersebut kadang tidak membuat kita lebih hati-hati. Masih banyak di antara kita yang menggunakan telepon genggam, tidak memegang susuran tangga, ataupun berlari ketika naik dan turun tangga. Bahkan, kita juga kadang mengangkat barang berlebihan ketika naik dan turun tangga padahal risikonya tinggi sekali.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan di tangga, kita bisa membaca 5 pengendalian bahaya naik dan turun tangga:

1. Desain Tangga yang Aman

Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS) memberikan standar untuk tangga yang bisa dijelaskan dengan gambar sederhana berikut:

Bagian tangga

Bagian Tangga

Keterangan:

A – Sudut optimum : 300 -350

B – Tinggi handrail (susuran tangga): antara 86.5 cm dan 107 cm

C- Tinggi riser : 12.5 sampai 18 cm

D – Panjang pijakan : minimal 90 cm

E – Lebar Pijakan : 25.5 – 35.5 cm

Standar tersebut adalah standar dari Kanada yang mana keadaan fisik orang-orangnya berbeda dengan Indonesia sehingga wajar kalau di Indonesia ada penyesuaian. Selain standar di atas, CCOHS juga merekomendasikan adanya lapisan anti licin di seluruh anak tangga atau di ujung anak tangga. Untuk pencahayaan, CCOHS merekomendasikan untuk memiliki pencahayaan minimum sebesar 50 lux. Selain itu, untuk membantu persepsi, kita bisa memberikan warna yang berbeda di ujung anak tangga.

 2. Memegang Susuran Tangga

Susuran tangga atau hand rail adalah ujung atas pelindung sisi dari anak-anak tangga. Memegang susuran tangga sangatlah penting untuk menjamin 3 point contact yaitu 3 titik tumpu tubuh yang meliputi kedua kaki dan tangan.

Ketika melangkah naik atau turun tangga, maka ada beberapa saat sebenarnya kita hanya bertumpu pada 1 kaki. Hal ini tentunya sangat berisiko terhadap keseimbangan kita sehingga kita perlu untuk memegang susuran tangga. Selain itu, memegang susuran tangga juga penting untuk menjamin kita masih bisa seimbang ketika terpeleset.

memegang susuran tangga bahaya naik dan turun tangga

Memegang Susuran Tangga

3. Melihat ke tangga

Melihat ke tangga sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan namun beberapa orang tidak melakukannya dengan baik. Mereka naik dan turun tangga sambil mengetik atau menelepon menggunakan telepon genggam. Beberapa orang tidak bisa melihat ke tangga karena mereka mengangkat secara berlebih dan membuat pandangan mereka terhalang.

Kita harus melihat ke tangga untuk memastikan kita akan menginjak anak tangga yang benar. Selain itu, kita juga harus melihat untuk memastikan tidak ada hal lain yang membahayakan di tangga seperti genangan air atau retakan pada permukaan tangga.

4. Melaporkan jika ada risiko

Tak selamanya kondisi tangga itu sama. Bisa saja sebuah tangga menjadi basah karena adanya kebocoran dari atap, tumpahan air minum, sobekan kertas, atau bahkan kerusakan pada tangga. Apabila kita bisa melakukan tindakan langsung maka lakukanlah untuk menjamin keselamatan orang lain. Misalnya, kita bisa mengambil tisu untuk mengelap air yang tercecer atau kita bisa memberikan tanda agar orang tidak melewati area tersebut.

Kita bisa melaporkan kondisi tidak aman di tangga kepada petugas cleaning service di sekitar. Kita juga bisa melaporkan kepada pihak building management untuk melakukan tindakan perbaikan.

5. Menegur Orang Lain

Silent is killing, diam adalah pembunuh. Kita ingin selamat dan juga pastinya orang lain ingin selamat. Namun, kadang orang lain belum sadar sepenuhnya akan keselamatan di tangga. Masalahnya adalah kadang kita membiarkan orang lain berlaku tidak aman di tangga artinya kita hanya ingin diri kita sendiri selamat sementara kita tidak peduli akan keselamatan orang lain.

Kita harus berani menegur orang yang tidak berlaku aman di tangga jika kita memang ingin orang lain juga selamat. Siapa tahu dengan teguran kita, kita bisa menyelematkan nyawa orang lain.

Referensi

Canadian Centre for Occupational Health and Safety. 2018. Stairways – Fall Prevention. July 9. Accessed July 9, 2018. https://www.ccohs.ca/oshanswers/safety_haz/stairs_fallprevention.html.

Crist, Carolyn. 2017. Injuries on stairs occur in all age groups and abilities. Oct 9. Accessed Jul 9, 2018. https://www.reuters.com/article/us-health-injuries-stairs/injuries-on-stairs-occur-in-all-age-groups-and-abilities-idUSKBN1CE1Z4.

Health and Safety Executive United Kingdom. 2005. Fall on Stairways – Literature Review. April 28. Accessed July 9, 2018. http://www.hse.gov.uk/research/hsl_pdf/2005/hsl0510.pdf.

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Back to top button
Close