Kesehatan kerja

Nining dan Fenomena Johatsu

Awal bulan ini kita dikejutkan dengan berita dari Sukabumi. Nining Sunarsih, seorang Ibu berumur 51 tahun, ditemukan setelah hilang selama 18 bulan. Sebelumnya, Nining Sunarsih diberitakan telah tenggelam di perairan Sukabumi, Jawa Barat. Berita ini telah menjadi viral, ada yang bilang berita ini terkait dengan mistis namun ada sebagian lain yang tak percaya bahwa berita ini sepenuhnya benar.

Berita Nining yang hilang ternyata tidak ada kaitannya dengan mistis dan juga tidak benar bahwa Nining pernah hilang tenggelam. Hasil penyelidikan Polres Sukabumi Kota menyebutkan bahwa Nining tidak hilang tenggelam. “Hasil pengumpulan fakta-fakta selama 1,5 tahun dari saksi-saksi, Ibu Nining tidak tenggelam,” kata Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro.

Susatyo menambahkan, “Pengakuan adik kandungnya, peristiwa 1,5 tahun lalu itu memang direncanakan ibu Nining dengan seseorang yang memberikan solusi,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa Nining memiliki hutang ke beberapa orang dan untuk membayarnya Nining terpaksa meminjam ke bank. Untuk menutup pinjaman ke bank, berita bahwa Nining hilang tenggelam ketika piknik bersama keluarga dimunculkan. Keluarganya pun sudah tahu bahwa dalam 18 bulan terakhir Nining bekerja di Jakarta dan Kabupaten Cianjur.

Fenomena Johatsu

Apa yang dilakukan oleh Nining sebenarnya telah marak dilakukan di Jepang. Bahkan, ada istilah sendiri untuk fenomena orang yang hilang karena masalah kehidupan, mereka menyebutnya dengan “Johatsu” yang berarti “orang yang menguap”.

Johatsu

Gambar Ilustrasi Johatsu

Johatsu merupakan masalah serius di Jepang. Menurut jurnalis asal Prancis, Lena Mauger, setiap tahunnya hampir 100.000 orang Jepang hilang tanpa jejak. Bahkan, film bertemakan Johatsu telah diangkat di layer lebar pada tahun 1967 yang berjudul Ningen Johatsu. Pelaku Johatsu bisa saja minggat dari rumah, pekerjaan dan keluarga. Mereka juga bisa saja mengganti namanya bahkan juga bisa mengganti wajahnya baik dengan operasi plastik ataupun dengan aksesoris tambahan seperti rambut palsu.

Sebuah cerita datang dari seorang pria bernama Norihiro. Dia dipecat dari pekerjaan teknik tapi terlalu malu untuk memberitahukan kepada keluarganya. Setiap pagi setelah ia dipecat, dia memakai baju dan dasi, mencium dan pamit kepada istrinya serta berkendara ke kantor. Namun, ia tidak memiliki tempat untuk dituju sehingga ia hanya berada di dalam mobilnya setiap hari.  Dia juga kadang telat pulang ke rumah untuk memberikan kesan bahwa ia minum-minum dulu bersama rekan kerjanya.

Norihiro tidak bisa lagi mengatasi kebutuhannya akan uang. Dia kemudian tidak lagi berbohong, namun dia memutuskan untuk menghilang dan meninggalkan keluarganya. Dia menuju ke Sanya, sebuah tempat yang sangat rahasia dan memalukan di peta Tokyo.

Johatsu dan Kesehatan Kerja

Johatsu bisa saja dimulai di tempat kerja seperti kisah dari Norihiro yang dipecat. Johatsu bisa juga muncul dari bullying di tempat kerja ataupun stress berlebihan di tempat kerja. Contohnya dalam film Ningen Johatsu, seorang businessman tampan yang harus meninggalkan tunangannya karena memiliki beberapa permasalahan salah satunya adalah masalah terkait dengan bisnisnya.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 5 tahun 2018 memberikan panduan kepada kita untuk mengukur dan mengendalikan bahaya faktor psikologi yang mungkin saja bisa memicu Fenomena Johatsu. Peraturan tersebut memberikan referensi berupa Survei Diagnosis Stress Pekerja untuk menganalisa permasalahan terkait dengan faktor psikologi.

Masyarakat Jepang tentunya berbeda dengan masyarakat Indonesia. Kita perlu mencontoh ketekunan, kedisiplinan, kebersihan dan hal-hal positif lain dari masyarakat Jepang. Namun, Fenomena Johatsu tidaklah perlu untuk kita contoh. Fenomena tersebut akan memberikan efek buruk bagi orang yang meninggalkan dan juga orang yang ditinggalkan. Kita perlu mendekatkan diri kepada keluarga, rekan kerja dan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita bisa selalu mengatasi permasalahan kita.

Ingatlah bahwa “Serigala memangsa domba yang sendirian” dan ingatlah bahwa sebesar-besar masalah yang kita hadapi, tidak akan lebih besar daripada Tuhan Yang Maha Besar.

Referensi

Budiyanto. 2018. Teka Teki Ninin yang dilaporkan hilang 1.5 tahun lalu terungkap. Juli 6. Accessed Juli 17, 2018. https://regional.kompas.com/read/2018/07/06/18391931/teka-teki-nining-yang-dilaporkan-hilang-15-tahun-lalu-terungkap.

Hincks, Joseph. 2017. Do Stressed-Out Japanese Really Stage Elaborate Disappearances? On the Trail of the Johatsu or ‘Evaporated People’. May. Accessed Jul 17, 2018. http://time.com/4646293/japan-missing-people-johatsu-evaporated/.

 

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Close
Close