Kesehatan kerja

Mengenal Risiko Heat Stress di Tempat Kerja

Heat Stress adalah beban panas bersih yang dapat memapar pekerja melalui kontribusi kombinasi dari panas metabolik, faktor lingkungan (udara, suhu, kelembaban, pergerakan udara dan panas radian), serta faktor pakaian. Heat stress atau stress panas ringan hingga sedang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan dapat mengakibatkan dampat buruk pada performa kerja serta keselamatan kerja namun hal tersebut tidak berbahaya untuk kesehatan.

Contoh tempat kerja di mana pekerja mungkin dapat menderita heat stress karena lingkungan panas yang tercipta dari proses kerja atau tempat kerja yang sempit:

  • Pabrik kaca dan karet
  • Pertambangan
  • Jalur angin terkompresi
  • Pabrik tenaga nuklir
  • Operasi pengecoran dan pengeboran
  • Pabrik pencetakan bata dan keramik
  • Ruang ketel uap
  • Dapur katering dan pembuatan roti
  • Usaha cuci baju

Pada industri-industri di atas, lingkungan panas bisa jadi merupakan sebuah kebiasaan. Untuk industri yang lain, bekerja pada suhu panas bisa dipengaruhi oleh jenis pekerjaan yang dilakukan serta perubahan lingkungan kerja misalnya perubahan musim dari kemarau ke musim hujan dapat menjadi faktor perubahan signifikan untuk stress panas.

pekerjaan berisiko heat stress

Pekerjaan di Pandai Besi, berisiko heat stress

Stress panas memiliki dampak variasi untuk masing-masing individu, beberapa orang mungkin tidak berpengaruh pada suhu panas sementara beberapa yang lain akan sangat terdampak. Ciri-ciri dari stress panas antara lain:

  • Mudah marah
  • Kehilangan kemampuan untuk bekerja berat
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Kram otot
  • Ruam panas
  • Haus yang parah
  • Pingsan
  • Kelelahan panas – Lelah, pusing, mual, sakit kepala dan kulit lembab
  • Strok panas – kulit kering panas, kebingungan, kejang dan sering kehilangan kesadaran. Ini merupakan gangguan paling parah dan dapat berdampak kepada kematian jika tidak segera dideteksi di awal.

Studi Kasus Heat Stress

Seorang petugas di galangan kapal bekerja di akhir shift nya. Panas matahari dengan cepat memanaskan area dalam. Petugas tersebut diminta untuk bekerja lembur guna mentutaskan pekerjaannya. Tanpa mengambil istirahat terlebih dahulu, pekerja tersebut tetap mengerjakan pekerjaan dengan membawa peralatan berat.

pekerja di galangan kapal

Ilustrasi Penggerindaan di Galangan Kapal

Dia memanjat tangga beberapa kali untuk mengakses tempat kerja baru yang berlokasi di sebuah unit dengan paparan langsung sinar matahari sepanjang hari. Pekerja tersebut melakukan pekerjaan seperti pengelasan dan gerinda. Ketika dia berdiri, dia merasakan pusing dan jatuh ke depan. Dia dapat menahan dengan 1 lutut kemudian jatuh dan melukai tangannya karena terkena potongan besi.

Pekerja di sekitarnya menghampiri dan melepaskan bajunya yang berat serta memberikannya air. Pekerja tersebut mengalami dehindrasi dan kelelahan panas serius sehingga harus dibawa keluar dari galangan kapal ke klinik.

Pengendalian Heat Stress

Cara untuk mengendalikan stress panas antara lain adalah:

  • Membuat instruksi verbal dan tertulis, program pelatihan tahunan, dan informasi lain terkait dengan stress panas
  • Mendorong minum dengan volume yang kecil (sekitar 1 gelas) selama sekitar 20 menit
  • Mendorong pekerja untuk melaporkan gejala gangguan panas kepada supervisor
  • Mendorong pekerja untuk dapat membatasi dirinya sendiri ketika supervisor tidak ada
  • Mendorong rekan kerja untuk dapat mendeteksi gejala pada rekan-rekannya yang lain
  • Mengawasi pekerja yang sedang berada dalam proses pengobatan
  • Mendorong gaya hidup sehat, berat badan ideal dan keseimbangan elektrolit
  • Mempertimbangkan analisa risiko stress panas terhadap pekerjaan
  • Mempertimbangkan pengendalian baik itu adalah pengendalian teknis, pengendalian administrasi dan Alat pelindung diri.

Health and Safety Executive Inggris memberikan 8 cara pengendalian untuk heat stress atau stress panas:

  • Pengendalian Suhu, yaitu dengan memberikan kipas angina atau alat pendingin lain, mengganti proses, gunakan penghambat fisik yang membatasi radiasi panas
  • Menyediakan bantuan mekanikal guna membatasi rasio pekerjaan. Organisasi dapat mengatur durasi paparan panas lingkungan dengan memperbolehkan pekerja bekerja ketika suhu sudah terkendali, memberlakukan izin kerja untuk membatasi seberapa lama pekerja di tempat panas, menyediakan istirahat dan fasilitas di kondisi yang lebih dingin.
  • Mencegah dehidrasi karena meskipun pekerja sudah berada dalam kondisi dingin namun hal tersebut tidak dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Organisasi harus memberikan cairan rehidrasi yang cukup kepada pekerja.
  • Menyediakan Alat Pelindung Diri dengan memilih yang paling nyaman dan dapat mencegah paparan panas kepada pekerja
  • Pelatihan terkait dengan risiko yang ada, bagaimana harus bertindak dan bagaimana jika terjadi kondisi darurat. Pelatihan sangat penting diberikan kepada pekerja baru dan juga pekerja yang masih muda
  • Aklimatisasi pekerja kepada lingkungannya dan mengidentifikasi pekerja mana yang sudah fit untuk bekerja dalam kondisi panas
  • Identifkasi pekerja dengan risiko heat stress karena penyakit atau dalam pengobatan. Penilaian mungkin diperlukan dari tenaga medis untuk mengidentifikasi pekerja dengan risiko tersebut
  • Pemantauan kesehatan pekerja yang berisiko. Jika ada yang masih memiliki risiko meskipun pengendalian sudah kita lakukan, maka pemantauan kesehatan pekerja perlu dilakukan.

Regulasi pengendalian Heat Stress

Indeks Suhu Bola Basah (ISBB) adalah sebuah parameter untuk menilai iklim kerja panas yang merupakan hasil perhitungan antara suhu udara kering, Suhu Basah Alami dan Suhu Bola. ISBB ini menjadi nilai standar untuk mencegah risiko dari stress panas. ISBB diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Tabel 1. Nilai Ambang Batas Iklim Kerja Indeks Suhu Basah dan Bola Basah (ISBB) yang diperkenankan

Pengaturan Waktu Kerja Setiap JamISBB   
Beban Kerja
RinganSedang BeratSangat Berat
75% - 100%31,028,0--
50% - 75%31,029,027,5-
25% - 50%32,030,029,028,0
0% - 25%32,531,530,530,0

Referensi

American Conference of Governmental Industrial Hygienists. 2016. Threshold Limit Value. Cincinnati: ACGIH.

Canadian Center for Occupational Health and Safety. 2018. Hot Environments – Health Effects and First Aid. Agustus 4. Accessed September 3, 2018. https://www.ccohs.ca/oshanswers/phys_agents/heat_health.html.

Health and Safety Executive United Kingdom. n.d. Heat Stress. Accessed September 3, 2018. http://www.hse.gov.uk/temperature/heatstress/index.htm.

Occupational Health and Safety Administration. n.d. Heat Stress: Case History. Accessed September 3, 2018. https://www.osha.gov/dts/maritime/sltc/ships/shipfitting/heatstress_case.html.

 

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Close
Close