Aspek OrganisasiHygiene IndustriKesehatan kerja

Tips Lengkap Mengendalikan Virus Corona COVID-19 di Tempat Kerja

Penentuan risiko, hierarchy control, emergency response plan covid dan pengendalian covid di setiap aktivitas di tempat kerja

Pengendalian virus corona COVID-19 di tempat kerja sangat diperlukan karena telah banyak kasus-kasus penularan COVID-19 di tempat kerja. Seorang pekerja di Jakarta tertular bersama 4 rekan kerjanya yang lain karena bosnya, yang mereka hanya temui di tempat kerja, juga tertular virus corona. Banyak dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang  telah meninggal akibat tertular COVID-19 di rumah sakit ketika bekerja mengurus pasien. Menteri Perhubungan, Budi Karya, meskipun belum terkonfirmasi tertular COVID-19 di mana, namun besar kemungkinan beliau tertular akibat berbagai macam aktivitas pekerjaannya sebagai Menhub.

Sudah banyak panduan penanganan virus corona COVID-19 di tempat kerja baik itu yang dikeluarkan oleh instansi nasional ataupun instansi internasional. Dari instansi nasional, Kementerian Tenaga Kerja telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/3/HK//04/III/2020 tentang Pelindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 serta Surat Edaran Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja nomor 5/193/AS.02.02/III/2020 tentang Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Penyebaran COVID-19 di tempat kerja. Apabila panduan-panduan tersebut kurang, kita bisa mengambil panduan dari WHO, OSHA, OSH Wiki, dan juga BetterWork Indonesia yang merupakan kerja sama antara ILO dengan World Bank.

Katigaku.top melalui tulisan ini mencoba untuk merangkum referensi-referensi tersebut untuk membuat panduan yang bisa diambil oleh industri untuk pengendalian virus corona COVID-19 di tempat kerja. Penulis ini juga mengkombinasikan dengan praktek yang diketahui telah efektif dilaksanakan di negara lain termasuk China yang bisa dibilang telah melewati masa-masa buruk akibat COVID-19. Penulis juga memberikan checklist di akhir tulisan ini.

mengendalikan virus corona di tempat kerja
seorang penduduk Vietnam Nampak menggunakan masker untuk menghindari corona

Berikut adalah tips pengendalian Virus Corona COVID-19 di Tempat Kerja versi katigaku.top:

Memahami hierarki pengendalian risiko COVID-19

Hierarki pengendalian risiko merupakan hal yang wajib dipahami oleh seorang profesi keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengendalikan seluruh risiko yang ada di tempat kerja, termasuk risiko COVID ini. Berbagai macam lembaga telah mengeluarkan hierarki pengendalian risiko:

DOSH Malaysia

Sebuah pamflet yang tersebar luar di internet menyebutkan bahwa terdapat rekomendasi tindakan dalam hirarki pengendalian bahaya yang dilakukan oleh Department of Safety and Health Malaysia yang berisi:

Pengendalian COVID DOSH

Eliminasi:

melarang pekerja untuk datang ke tempat kerja jika:

  • memiliki riwayat kontak erat
  • telah diminta pemerintah untuk dapat dikarantina

Substitusi:

  • Bekerja dari rumah sebisa mungkin
  • Berkomunikasi melalui internet/telepon jika dimungkinkan

Isolasi:

  • Social distancing
  • Isolasi diri
  • karantina jika diminta oleh pemerintah
  • tetap di rumah

Pengendalian teknis:

  • secara reguler memeriksa suhu tubuh
  • Pemeliharaan secara teliti untuk toilet dan floor drains
  • menjadwalkan aktivitas sanitasi untuk area umum/permukaan
  • menyediakan sanitasi yang baik
  • memperhatikan sistem pendinginan dan memastikan indoor air quality yang bagus

Pengendalian administratif

  • membatasi waktu kerja
  • memperhatikan instruksi dari pemerintah
  • melakukan working from home
  • membuat prosedur emergey terkait covid
  • menyediakan hand sanitizer di lokasi strategis
  • meningkatkan awareness COVID-19 untuk menyuci tangan dan membersihkan baju

APD:

  • menggunakan masker jika pergi keluar atau rapat dengan orang lain
  • menggunakan sarung tangan yang tepat untuk manual handling
  • menggunakan faceshield (jika dapat diterapkan)

OSHA

Dalam Guidance on Preparing Workplaces for COVID-19, OSHA hanya memulai hierarki pengendalian bahaya dari rekayasa teknis dan tidak ada eliminasi serta substitusi. Menurut OSHA, kita tidak mungkin untuk mengeleminasi risiko COVID-19 saat ini. Berikut ini adalah hirarki pengendalian bahaya versi OSHA:

Rekayasa teknik:

  • memasang penyaring udara berefisiensi tinggi
  • Meningkatkan rasio ventilasi pada lingkungan kerja
  • memasang penghalang fisika,seperti penghalang plastik bening
  • memasang jendela “drive through” untuk bagian customer service yang mungkin sering bertemu banyak orang

Pengendalian administratif:

  • meminta pekerja sakit untuk tetap di rumah
  • mengurangi kontak antar pekerja, klien dan pelanggan dengan mengurangi rapat bertemu langsung dengan komunikasi virtual serta menerapkan telework jika memungkinkan
  • Membuat hari alternatif atau shift extra yang mengurangi jumlah orang dalam sebuah tempat pada waktu tertentu sehingga memungkinkan pekerja untuk menjaga jarak
  • Menghentikan perjalanan yang tidak penting ke lokasi yang dilanda COVID-19
  • membuat rencana komunikasi darurat, termasuk forum untuk menjawab perhatian pekerja dan komunikasi berbasis internet, jika memungkinkan
  • menyediakan pekerja dengan edukasi paling mutakhir dan pelatihan terkait risiko COVID-19 dan APD nya (contoh: etika batuk dan perawatan APD)
  • Memberikan pelatihan kepada pekerja yang membutuhkan pakaian perlindungan tentang bagaimana cara menggunakannya, bagaimana cara melepasnya, termasuk dalam konteks pada kewajiban mereka sekarang

Safe work practices:

Safe work practices adalah jenis dari pengendalian administratif yang termasuk prosedur untuk menjalankan pekerjaan dengan aman dan sesuai untuk mengurangi durasi, frekuensi, atau intensitas dari pajanan bahaya

Contoh safe work practices termasuk:

  • menyediakan sumber daya dan lingkungan kerja yang mempromosikan kebersihan pribadi seperti menyediakan tisu, tempat sampah tanpa sentuh, sambun tangan, hand sanitizer yang mengandung 60%, disinfektan dan handuk sekali pakai untuk pekerja membersihkan permukaan kerjanya
  • mewajibkan cuci tangan secara reguler atau hand sanitizer. Pekerja harusnya mencuci tangan ketika mereka kotor dan terlihat secara visual serta setelah melepas APD
  • Memasang rambu cuci tangan di toilet

Alat Pelindung Diri

Ketika pengendalian teknis dan pengendalian administratif dipandang lebih efektif untuk mengurangi COVID-19, APD juga diperlukan untuk pajanan tertentu. APD memang bisa mencegah beberapa pajanan namun APD tidak boleh mengambil tempat strategi pencegahan yang lain

Contoh APD termasuk: sarung tangan, goggle, face shields, face mask, dan perlindungan pernapasan jika diperlukan. Selama COVID-19, rekomendasi pemakaian APD disesuaikan dengan tugas-tugas pekerjaan.

pemakaian masker
ilustrasi masker melindungi dari virus corona

Menyusun emergency response plan COVID-19 (rencana penanggulangan darurat COVID-19)

Emergency response plan COVID-19 merupakan hal pertama yang harus dibuat. Rencana ini setidaknya harus mencakup siapa melakukan apa, di mana, bagaimana serta apa saja sumber daya yang harus dimiliki dalam penanggulangan COVID-19 ini.

Emergency response plan harus memperhatikan kebutuhan dari organisasi dan ancaman dari virus corona/COVID-19. Kita harus menentukan tingkat risiko dari organisasi terhadap risiko virus corona. Tingkat tanggap darurat virus corona dapat dilihat dalam tulisan ini.

Dalam hal siapa melakukan apa, pembentukan tim gugus tugas penanggulangan virus corona/ COVID-19 bisa menjadi jawabannya. Isi dari tim gugus tugas yang bisa dipertimbangkan adalah:

  • Ketua Tim: bertugas memberikan arahan bagi seluruh tim dan bertanggung jawab terhadap segala tindakan yang dilakukan oleh tim gugus tugas ini. Idealnya, ketua tim di sini merupakan top manajemen yang memang memiliki otoritas di dalam tempat kerja.
  • Bagian komunikasi: bagian ini bertugas untuk menerima pertanyaan-pertanyaan yang datang dari pekerja. Bagian ini menjadi penting di tengah berseliwerannya informasi di media sosial dan kadang “dihiasi” oleh informasi hoax, bagian komunikasi akan bertanggung jawab dalam memvalidasi informasi tersebut.Bagian ini juga bertugas menjawab jika ada pihak luar tempat kerja seperti dinas kesehatan, pemerintah daerah ataupun wartawan bertanya terkait dengan kebijakan COVID-19 di tempat kerja.
  • Bagian HSE : bagian ini bertugas untuk memastikan segala perubahan yang terjadi telah memperhatikan prinsip-prinsip keselamatan, termasuk memastikan tenaga emergency response team tersedia, peralatan darurat yang diperlukan tersedia, alat pelindungan diri yang diperlukan tersedia dan lain-lain.
  • Bagian HRD : bagian ini bertugas terutama dalam operasional karyawan yang termasuk pengaturan transportasi, kantin, pengawasan mobilitas karyawan, pengawasan kesehatan karyawan, pengawasan absensi karyawan, penyiapan asuransi, pembuatan surat keterangan karyawan agar bisa tetap bekerja, dan lain-lain.
  • Bagian utility dan maintenance : bagian ini bertugas untuk mensanitasi cooling system/ AHU

Pengendalian virus corona COVID-19 di setiap aktivitas kerja

Pengendalian COVID-19 di tempat kerja harus dikendalikan dalam semua aktivitasnya  dan dimulai bukan dari gerbang perusahaan melainkan dimulai dari setiap rumah-rumah dari pekerja. Berikut adalah tips pengendalian COVID-19 di setiap aktivitas kerja:

Pengendalian virus corona/ COVID-19 di rumah

Pengendalian virus corona/ COVID-19 harusnya dimulai dari rumah karena di lingkungan rumah lah pengawasan dari pihak perusahaan bisa sangat amat longgar. Perusahaan minimum tetap mengingatkan para pekerja untuk tetap melakukan physical distancing, menggunakan masker, melaporkan kepada dinas terkait jika mengalami gejala-gejalan COVID-19.

Sebelum memutuskan berangkat kerja, setidaknya pekerja harus memahami kapan dia boleh atau tidak boleh berangkat bekerja. Berikut adalah alur pengambilan keputusan PDP, ODP dan OTG  yang harus diketahui oleh pekerja sebelum mengambil keputusan berangkat bekerja atau tidak. Pastinya, jika pekerja berada dalam 3 status tersebut, maka pekerja tidak direkomendasikan untuk masuk kerja.

alur penentuan PDP, ODP dan OTG
alur penentuan PDP, ODP dan OTG by Ketut Anandagiri

Pengendalian COVID-19 pada transportasi ke tempat kerja

Transportasi menjadi salah satu tempat yang beresiko tinggi dalam penularan COVID-19. Transportasi umum, seperti kereta, MRT, bus kota, dan lain-lain, mengumpulkan orang dari berbagai area dalam tempat yang terbatas di mana physical distancing hampir tidak mungkin untuk dilakukan.

Pilihan terbaik dalam mencegah penularan adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau dengan menggunakan angkutan jemputan dan sama sekali tidak menggunakan angkutan umum. Hal yang perlu diperhatikan dalam menghindari virus corona atau covid-19 di angkutan jemputan adalah:

  • Hanya mengangkut pekerja yang sehat. Pekerja yang memiliki suhu di atas 37.5 derajat celcius dilarang untuk bekerja apalagi untuk mengikuti jemputan
  • Angkutan jemputan sebaiknya menjemput dan mengantar hingga titik terdekat dari rumah
  • Menyediakan hand sanitizer di pintu kendaraan
  • Pengemudi harus membuka pintu dan jendela kendaraan untuk memberikan ventilasi pada angkutan pada saat sebelum dan sesudah menjemput pekerja
  • Pengemudi harus sehat ketika mengendarai kendaraan
  • Sanitasi harus dilakukan pada kendaraan jemputan dan record sanitasi harus disimpan
  • Mematuhi aturan jumlah maksimal penumpang yang diperbolehkan dalam menjemput pekerja

Akses kontrol ke tempat kerja

Akses kontrol ke tempat kerja meliputi siapa yang boleh dan tak boleh untuk masuk ke dalam tempat kerja. Adapun yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah:

  • Semua karyawan harus memeriksa kondisi kesehatan dan suhu tubuh sebelum meninggalkan rumah. Siapa pun yang memiliki gejala tidak normal seperti demam (di atas 37.5oC), lemas, batuk, sesak nafas; silahkan berdiskusi dengan manajemen departemen anda.
  • Tamu tidak akan diijinkan memasuki area pabrik sampai pemberitahuan lebih lanjut. Untuk kunjungan tamu yang tidak dapat dihindarkan, karyawan harus mengajukan permohonan dahulu, persetujuan lokasi harus berdasarkan kepentingan & urgensi kunjungan, jumlah tamu, setiap status karantina dari tamu (apabila diperlukan), dll, dan mengirimkan persetujuan dari manajer. 3. Setiap tamu perlu memberikan kartu identitas, menjawab kuesioner yang diberikan, dan mengikuti prosedur Kontrol Akses menuju Pabrik.
  • Kontraktor hanya diperbolehkan bagi mereka yang bekerja untuk operasional sehari-hari seperti cleaning service, teknisi gedung, keamanan, kantin, laundry, kontraktor operasional produksi. Kontraktor selain yang disebut harus memiliki izin dari direktur perusahaan.
  • Pemeriksaan suhu tubuh oleh satpam adalah wajib, dilakukan setiap kali sebelum memasuki area pabrik. Petugas keamanan memastikan tidak ada antrian dengan menjaga jarak 2 meter untuk tiap orang.
  • Jika suhu tubuh anda di bawah 37.5oC harap membersihkan tangan sebelum memasuki area pabrik. Jika anda mengendarai mobil untuk memasuki area pabrik, harap bersihkan tangan anda di bagian penerima tamu.
  • Jika suhu tubuh anda lebih dari 37.5oC (dikonfirmasi setidaknya melalui 2 kali pengukuran atau dengan thermal meter yang berbeda)

o   Tidak diijinkan memasuki area pabrik.

o   Petugas keamanan akan mencatat informasi anda (nama, departemen, nomor kontak) dan melaporkan ke departemen terkait, klinik, dan tim respons.

o   Petugas keamanan akan memberikan daftar rumah sakit dan nomor telepon dan dukungan lain yang diperlukan jika diperlukan untuk transportasi.

Penerimaan Paket

Virus Corona yang dapat menyebabkan COVID-19 menurut berbagai sumber ternyata dapat bertahan lama pada benda-benda mati. Penelitian dari.. telah menunjukkan daya tahan virus corona pada berbagai macam benda mati.

Tabel daya tahan virus corona covid pada benda mati
Tabel daya tahan virus corona di benda mati (Kampf dkk.,2020)

Oleh karenanya, kita harus waspada terhadap paket-paket yang masuk ked alam perusahaan kita. Berikut adalah poin-poin yang harus diperhatikan dalam menerima paket:

  1. Tetapkan area khusus untuk menyimpan paket
  2. Semprotkan sanitizer pada permukaan paket
  3. Jika karyawan menerima paket pengiriman ekspres secara langsung, harap ikuti persyaratan di atas.

Rapat dan kedatangan tamu

Rapat yang melibatkan banyak orang dapat berisiko sebagai saat penularan COVID-19. Kita harus menjaga kebersihan saat rapat dan memastikan agar seminimal mungkin orang yang mengikuti rapat dalam ruangan yang sama.

Beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Disarankan untuk menggunakan alat komunikasi seperti TEAMS, Webex, telepon, zoom, dll.
  • Batasi maksimum jumlah peserta, terbatas hanya untuk orang-orang yang berkepentingan
  • Sebisa mungkin jaga jarak 1 m dari satu sama lain dan hindari duduk berhadapan
  • Gunakan masker saat melakukan Meeting
  • Jangan membawa makanan ke dalam ruangan
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Apabila tidak terdapat air, gunakan hand sanitizer.
  • Tutupi mulut dan hidung anda dengan lipatan siku atau dengan sapu tangan jika anda batuk atau bersin. Buang sapu tangan segera setelah itu dan cuci tangan anda.
  • Hindari kontak fisik saat menyapa, hindari berjabat tangan.
  • Sediakan botol-botol hand sanitizer di dekat semua ruang meeting

 Pengendalian di Kantin

Kantin merupakan tempat lain yang berpotensi terjadinya penularan COVID-19 karena di kantin berkumpul banyak orang dan tidak mungkin juga mereka menggunakan masker mengingat mereka harus memasukkan makanan ke dalam mulut. Pengendalian virus corona COVID-19 di kantin dibagi menjadi pengendalian bagi petugas kantin dan bagi pekerja yang makan di kantin.

Pengendalian COVID-19 bagi Petugas Kantin

  • Perusahan jasa catering harus memberikan daftar nama termasuk data traveling dan riwayat perjalanan selama 14 hari
  • Personel yang kembali dari negara yang terinfeksi COVID-19 harus dikarantina
  • Mengawasi dan merekam data dari suhu pekerja termasuk kondisi kesehatan setiap hari, stop bekerja jika kondisi kesehatan tidak baik
  • Atur meja dan kursi untuk memastikan jarak aman 1 meter di antara kursi, hindari makan dengan hadap-hadapan. Lihat ilustrasi berikut sebagai contoh
Penyusunan meja makan dengan memperhatikan social distance
Penyusunan meja makan dengan memperhatikan social distance
  • Manajemen perusahaan akan mengatur pekerja agar mengambil makanan sesuai dengan gilirannya masing-masing menurut kapasitas dari tata ruang terbaru
  • Buka pintu kantin 3 kali per hari selama 30 menit masing-masing untuk melancarkan pertukaran udara
  • Sediakan hand sanitizer di akses masuk kantin, area cuci tangan, dll
  • Lakukan sanitasi kantin sebelum makan dengan sanitizer yang food grade
  • Lakukan sanitasi piring, garpu, sendok dan lain-lain untuk peralatan di dapur dan kantin
  • Masak makanan dengan baik, tidak ada makanan mentah, dan lalapan mentah
  • Pekerja kantin harus menggunakan masker dan sarung tangan dengan benar sepanjang waktu
  • Bersihkan dan sanitasi meja, kursi dan lantai setelah setiap sesi makan.
  • Kumpulkan dan buang limbah makanan tepat waktu
  • Ikuti ketentuan yang ada dan simpan pencatatan. Manajemen berhak untuk melakukan pengawasan dan inspeksi

Pengendalian bagi para pekerja yang bekerja di kantin

  • Cuci dan sanitasi tangan sebelum makan
  • Jangan makan secara berhadapan
  • Jangan mengganti tata ruang meja dan bangku di kantin
  • Semua pekerja mengambil makanan sesuai dengan waktu yang ditentukan, perubahan waktu akan diinformasikan kemudian.
  • Dengan bertujuan untuk memastikan semua pekerja mendapatkan giliran makanan yang sesuai, mohon untuk meninggalkan meja setelah menyelesaikan makan. Hindari menggunakan handphone ketika makan.
  • Pekerja dapat membawa makanan yang aman dengan catatan makanan tersebut harus dimasak dan tidak ada makanan mentah seperti lalapan atau salad ke kantin. Makanan dari luar dibolehkan jika mereka sudah dimasak dan diletakkan dalam kemasan tertutup.

Pengendalian HVAC (Heating, ventilaition and Air Conditioning)

OSHA memasukan pengendalian terhadap ventilasi sebagai pengendalian engineering control (pengendalian teknis). Hal ini dipahami untuk mencegah droplet-droplet yang berisi virus di udara terakumulasi di sekitar pekerja dan juga untuk mencegah agar droplet tidak tersebar ke area lain melalui jalur HVAC. Berikut adalah poin-poin yang bisa jadi pertimbangan Anda dalam pengendalian HVAC:

  • Hentikan sistem HVAC langsung ketika ada suspect penderita virus Corona COVID-19. Lakukan sanitasi pada HVAC langsung setelah suspect dievakuasi dari tempat kerja. Apabila pasien suspect tersebut terbukti positif menderita COVID-19, sistem HVAC dapat dinyalakan kembali hanya setelah memastikan tidak ada virus yang tersebar dalam HVAC.
  • Persiapkan alat dan material untuk memelihara HVAC seperti filter, sanitizer, dan lain-lain
  • Nyalakan HVAC dengan mode maksimum fresh air supply dalam full speed
  • Bersihkan dan sanitasi kipas serta filter dari HVAC dalam jangka waktu mingguan
  • Monitor kualitas udara (air quality) secara mingguan
  • Monitor kelembaban di angka 45%-65%
  • Pertimbangkan untuk mengubah atau menghentikan HVAC jika menggunakan shared building dan hanya ada 1 sistem yang tidak 100%
  • Lakukan ventilasi dengan membuka pintu dan jendela kantor sebanyak 3 kali per hari dengan durasi 30 menit per sesi

Sanitasi di tempat yang dipakai Bersama dan hygiene personal

Sanitasi bertujuan untuk membunuh virus pada benda-benda mati. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk memastikan sanitasi berjalan baik adalah:

  • lakukan sanitasi pada tempat-tempat yang sering dipegang Bersama, contoh : tombol lift, tombol dispenser, susuran tangga, gagang pintu, dan lain-lain
  • Jadwalkan sanitasi pada tempat tersebut setidaknya 1 kali dalam 1 shift
  • letakkan hand sanitizer pada tempat-tempat strategis yang sering dilewati oleh pekerja, contoh: akses masuk, ruang rapat, area setelah pintu, dan lain-lain
  • bentuk tanggung jawab pada setiap pekerja agar mau mensanitasi mesin dan alat kerjanya, contoh: mesin produksi, joypad forklift, hand pallet, dan lain-lain
  • Budayakan tidak sharing alat tulis bersama
  • Budayakan untuk mengganti salaman dengan tindakan sapa non-kontak
  • Budayakan jaga jarak 1 meter antar pekerja

Pengendalian terhadap supir truk

Barang jadi yang telah diproduksi pasti harus diantar ke tujuan selanjutnya. Biasanya, barang akan diantar dalam truk atau kendaraan lain. Risiko penularan COVID-19 dari supir truk perlu dikendalikan karena supir truk bisa pergi ke daerah-daerah berisiko seperti pelabuhan, bandara, gudang bersama, dan lain-lain. Berikut adalah poin-poin yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam mengendalikan risiko Covid-19 dari supir truk.

  • Supir truk harus melewati pengecekan suhu di pintu masuk, jika lebih dari 37.5 derajat celcius maka transporter harus mencari supir lain untuk menggantikan
  • Supir truk harus menggunakan masker ketika di dalam pabrik
  • Jaga-jarak minimum 1 meter di ruang tunggu, jika memungkinkan dan jika aman, maka supir truk lebih baik berada di dalam kabin
  • Lakukan ventilasi terhadap kontainer dengan membukanya dan membiarkan udara luar masuk

Itulah poin-poin yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda dalam menyusun atau menambah prosedur pengendalian virus corona COVID-19. Untuk mempermudah, kami telah menyusun checklist pengendalian COVID-19 di tempat kerja yang bisa Anda unduh di sini.

Referensi

 

Tampilan Penuh

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close