Aspek Personal

4 Jenis Sarung Tangan Safety berdasarkan OSHA

Sarung tangan safety atau sarung tangan keselamatan sangat penting untuk dipakai guna mencegah kecelakaan kerja. Sekitar 1.000.000 luka di tangan akibat kecelakaan kerja terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2013. 70% luka akibat kecelakaan kerja di tangan diakibatkan oleh tidak menggunakan alat perlindungan tangan apapun. 30% dari luka di tangan diakibatkan dari menggunakan sarung tangan yang salah. Kecelakaan-kecelakaan ini mengakibatkan lebih dari $ 740.000.000 kerugian akibat luka di bagian tangan dan pergelangan tangan.

Jika sebuah tempat kerja telah menganalisa bahwa terdapat risiko yang mengancam tangan pekerja, maka tempat kerja harus mengendalikan sebisa mungkin dengan eliminasi, substitusi, pengendalian teknis dan pengendalian administratif. Contoh pengendalian teknis untuk risiko-risiko kecelakaan tangan adalah pelindung mesin, pemasangan sensor untuk pencegahan tangan masuk, tombol darurat, dan sistem kerja joggling.

Jenis Sarung Tangan Safety

Jika tempat kerja masih tidak mampu untuk mengendalikan risiko tersebut, maka sarung tangan keselamatan yang sesuai dengan jenisnya harus disediakan. Pemilihan sarung tangan safety dapat dipilih berdasarkan risiko-risiko di tangan seperti penyerapan zat berbahaya di kulit, luka bakar karena zat kimia atau panas, bahaya listrik, patah, hingga amputasi.

pekerja menggunakan sarung tangan safety

Ilustrasi Pekerja Menggunakan Sarung Tangan Keselamatan

Banyak jenis sarung tangan safety yang beredar saat ini untuk melindungi berbagai macam bahaya. Sarung tangan safety harus dipilih berdasarkan bahaya spesifik yang ada karena sarung tangan safety yang didesain untuk sebuah bahaya, bisa saja tidak cocok untuk bahaya yang lain. Berikut adalah faktor-faktor yang bisa dijadikan pertimbangan dalam pemilihan sarung tangan keselamatan atau sarung tangan safety:

  • Jenis zat kimia yang dipegang
  • Penyebab kontak dengan tangan (total kontak, percikan, dll)
  • Durasi kontak
  • Area yang membutuhkan perlindungan (tangan saja atau lengan)
  • Persyaratan pegangan/ grip ( kering, basah, berminyak)
  • Perlindungan panas
  • Ukuran dan kenyamanan
  • Abrasi dan persyaratan resistansi

Menurut OSHA 3151-12R 2004 tentang Personal Protective Equipment, sarung tangan safety atau sarung tangan keselamatan berdasarkan bahannya dibagi menjadi 4 jenis:

1. Sarung tangan kulit, kanvas, atau jaring-jaring besi

Sarung tangan kuat dari jaring-jaring besi, kulit atau kanvas menyediakan perlindungan untuk melawan goresan atau luka bakar. Kulit atau kanvas juga melindungi dari panas yang terus menerus.

Sarung tangan kulit:

melindungi dari percikan listrik, panas sedang, tempaan, chip (kayu) dan permukaan kasar

sarung tangan keselamatan kulit

Sarung tangan kulit

Sarung tangan aluminium:

menyediakan perlindungan reflektif dan insulator untuk melindungi dari panas dan dingin. Kadang juga ditambahkan material sintetik untuk menambah kuat.

sarung tangan safety aluminium

Sarung tangan safety aluminium

Sarung tangan serat aramid:

menyediakan perlindungan terhadap panas dan dingin, serta goresan dan abrasif.

Sarung tangan sintetis:

dibuat dari berbagai macam material yang menawarkan perlindungan terhadap panas dan dingin; goresan dan abrasive; dan bahkan mampu untuk menahan asam yang dilarutkan. Namun, material ini tidak mampu untuk menahan alkali serta solven.

2. Sarung tangan kain atau kain yang dilapisi (coated gloves)

Sarung tangan safety kain atau sarung tangan safety yang memiliki lapisan khusus (fabric and coated fabric gloves) dibuat dari bahan katun atau kain lain untuk menyediakan berbagai macam tingkatan perlindungan.

Sarung tangan keselamatan berbahan kain :

melindungi dari berbagai macam kotoran, kepingan material, dan abrasi. Sarung tangan jenis ini tidak menyediakan perlindungan terhadap material yang tajam atau berat. Dengan menambah lapisan plastik, sarung tangan kain akan menjadi lebih kuat.

Sarung tangan kain yang dilapisi (coated gloves):

sarung tangan jenis ini dibuat dari flannel katun dengan pelapisan di satu sisi. Dengan pelapisan ini, sarung tangan akan memiliki kualitas untuk menahan licin. Sarung tangan ini dapat dipakai untuk mengerjakan berbagai macam aktifitas seperti mengangkat bata, mengangkat kabel, hingga kontak dengan kontainer di laboratorium kimia.

Sarung tangan coated gloves

Sarung tangan safety yang dilapisi (coated gloves) sumber: legionsafety.com

3. Sarung tangan tahan kimia dan cairan

 Sarung tangan tahan kimia dibuat dari berbagai macam jenis karet: natural, butyl, neoprene, nitrile dan fluorocarbon (vitor); atau dibuat dengan berbagai macam plastik: polyvinyl chloride (PVC), polyvinyl alcohol, dan polyethylene. Material-material ini dapat dicampur atau delaminating untuk mendapatkan performa yang lebih baik.

Sebagai peraturan umum untuk sarung tangan safety ini: semakin tebal material sarung tangan safety maka semakin bagus perlindungan dari zat kimia. Namun, sarung tangan yang tebal dapat mengganggu aktivitas dan kesulitan dalam memegang benda.

Beberapa contoh dari sarung tangan safety yang tahan terhadap zat kimia meliputi:

Sarung tangan safety butyl

Sarung tangan ini dibuat dari karet sintetis dan melindungi dari beberbagai macam jenis zat kimia seperti peroksida, bahan bakar roket, asam yang sangat korosif, basa kuat, alcohol, aldehid, ketin, ester dan nitrocompounds. Sarung tangan butyl juga tahan terhadap oksidasi, karat dari ozon dan abrasi serta tetap fleksibel terhadap temperature rendah. Sarung tangan safety butyl tidak dapat bekerja dengan baik dengan hidrokarbon aliphatic, aromatic dan solven terhalogenisasi

sarung tangan keselamatan butyl

Sarung tangan Butyl

Sarung tangan safety karet (latex)

Sarung tangan safety karet sangat nyaman untuk dipakai sehingga membuat sarung tangan jenis ini sebagai sarung tangan yang popular dan sering dipakai. Mereka memiliki kekuatan dalam daya tarik, elastisitas dan ketahanan terhadap temperatur. Sarung tangan ini memberikan perlindungan dari abrasi yang disebabkan oleh penggerindaan dan pemolesan (polishing), larutan asam, alkali, garam dan keton.

Kelemahan dari sarung tangan ini adalah sarung tangan ini dapat menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Sebagai solusinya, sarung tangan hypo allergenic, sarung tangan latex tanpa bubuk (biasanya sarung tangan latex ada bubuknya) ataupun sarung tangan lain yang lebih aman terhadap alergi.

Sarung tangan safety Neoprene

Sarung tangan neoprene dibuat dari karet sintetis dan memberikan kelenturan yang baik, keleluasan jari, kepadatan yang tinggi dan kekuatan anti potong (tear resistance). Sarung tangan jenis ini melindungi dari cairan hidrolik, bensin, alcohol, asam organic dan alkali. Mereka memiliki ketahanan terhadap zat kimia dan properti uji pakai yang lebih baik daripada sarung tangan karet alami.

Sarung tangan safety Nitril

Sarung tangan safety nitril dibuat dari copolymer dan memberikan perlindungan dari solven klorin seperti trichloroethylene dan per chloroethylene. Sarung tangan nitril dapat bertahan dalam pemakaian berat dalam jangka waktu lama bahkan ketika sarung tangan lain sudah rusak. Sarung tangan safety nitirl juga memiliki perlindungan baik terhadap minyak, oli, asam, basa dan alkohol, namun tidak direkomendasikan untuk dipakai dalam zat pengoksidasi kuat, benzena, keton dan asetat.

sarung tangan safety nitril

Pekerja menggunakan sarung tangan safety nitril

Tak ada sarung tangan safety yang tahan terhadap semua jenis zat kimia. OSHA memberikan sebuah tabel panduan untuk menentukan sarung tangan kimia yang tepat untuk zat kimia tertentu. Tabel di bawah ini menjelaskan pemakaian sarung tangan safety terhadap penggunaan zat kimia, di mana kata VG = very good (sangat bagus), G = good (bagus), F = Fair (cukup) dan P = poor (lemah). Zat kimia yang diberikan tanda * artinya dipakai dengan terbatas.

 

4. Sarung tangan keselamatan anti listrik

Sarung tangan safety anti listrik biasanya terbuat dari karet yang merupakan bahan isolator listrik. Sarung tangan jenis ini harus lulus serangkaian uji yang ada dalam standar American Society for Testing and Materials (ASTM) D120-09, standard specification for Rubber insulating gloves. Pengujian sarung tangan ini meliputi uji hantar listrik dalam kondisi sarung tangan safety listrik karet ini terendam air.

sarung tangan safety karet anti listrik kelas 3

Sarung Tangan Safety Anti Listrik Kelas 3

Sarung tangan safety anti listrik harus diperiksa setiap hari sebelum dipakai untuk memastikan keefektifan sarung tangan tersebut. Pekerja yang menggunakan sarung tangan ini harus memastikan bahwa sarung tangan ini tidak dipakai untuk memegang benda-benda yang tajam karena sarung tangan karet sangat rentan terhadap sisi tajam.

Sarung tangan safety anti listrik harus disesuaikan dengan besarnya voltase yang ada pada jaringan listrik yang akan diintervensi. Kita bisa melihatnya dalam kode-kode kelas yang ada di sarung tangan safety karet anti listrik tersebut:

Kelas Peralatan Anti ListrikMaksimum Voltase (AC)
00500 volt
01000 volt
17500 volt
217000 volt
326500 volt
436000 volt

Sarung tangan keselamatan anti listrik harus dihindarkan dari kerusakan meskipun hanya minor seperti robek, tergores, ataupun rapuh. Sarung tangan yang rusak sebenarnya bbisa diperbaiki dengan cara ditambal atau menggunakan cairan khusus namun OSHA hanya memperbolehkannya untuk area tertentu.

Referensi

Occupational Safety and Health Administration. n.d. Occupational Safety and Health Standards 1910.137. Accessed Aug 7, 2018. https://www.osha.gov/pls/oshaweb/owadisp.show_document?p_table=STANDARDS&p_id=9787.

—. 2015. “Personal Protective Equipment.” Occupational Health and Safety Administration. Accessed Aug 7, 2018. https://www.osha.gov/Publications/osha3151.pdf.

RingerGloves. 2017. Hand Injury Statistics. Dec 14. Accessed Aug 7, 8. https://blog.ringersgloves.com/hand-injury-statistics .

 

 

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Leave a Reply

Close
Close