Aspek OrganisasiHygiene IndustriKesehatan kerja

Bahaya gas diasetil dari Pop Corn

Siapa yang tidak mengenal pop corn? Cemilan enak yang berasal dari jagung ini sangat jamak dimakan sebagai pendamping di kala menonton layar lebar. Namun, apakan Anda tahu, ternyata pop corn ini mengandung gas yang sangat berbahaya terhadap kesehatan.

Adalah Gas Diasetil dalam pop corn yang merupakan gas beracun. Diasetil merupakan zat kimia artifisial yang dibuat untuk digunakan dalam perasa mentega dan umum digunakan dalam pop corn yang dibuat di microwave.  Diasetil juga digunakan dalam ribuan produk termasuk di antaranya adalah makanan berpengawet, roti, permen, makanan ringan dan lain-lain.

Uap diasetil dapat menimbulkan kerusakan paru-paru yang disebut dengan bronchiolitis obliterans. Penyakit ini ditandai dengan kesulitan bernafas, batuk kering, pusing dan kelelahan yang tak dapat dijelaskan. Jika pajanan terus berlanjut, kerusakan lebih lanjut dapat terjadi hingga harus melakukan transplantasi paru-paru. Penyakit ini bersifat irreversible atau tidak dapat dikembalikan ke kondisi kesehatan seperti semula.

Pada kasus terburuk, pekerja hanya dapat menggunakan 25 persen dari kapasitas parunya sehingga mereka membutuhkan pernafasan melalui botol oksigen. Maka wajar jika Occupational Exposure Limits Short Term Exposure Limit (Nilai Ambang Batas pajanan 15 menit) Diasetil yang ditetapkan oleh TLV ACGIH 2016 hanya sebesar 0.02 ppm. Nilai tersebut jauh lebih kecil daripada nilai untuk kategori sama yang ditetapkan untuk benzene yaitu sebesar 2.5 ppm.

Bronchiolitis obliterans sudah diamati semenjak 1985 oleh National Institute of Occupational Health and Safety (NIOSH) Amerika Serikat. NIOSH mengamati kasus tersebut di 2 pabrik pembuat perisa sintetik. Namun, kaitan antara bronchiolitis obliterans dengan diasetil baru dibuktikan secara ilmiah pada tahun 2002.

Untuk mengurangi efek buruk dari disetil, berbagai macam pengendalian harus dilakukan. Di beberapa tempat, diasetil telah diganti dengan 2,3-pentanedione namun substansi tersebut masih dicuragai memiliki bahaya yang sama dengan diasetil karena terdapat persamaan struktur kimia di antara keduanya.

NIOSH merumuskan 3 tahap sebagai basis program pengendalian bahaya terhadap diasetil:

  1. Memantau pajanan dari diasetil kepada pekerja
  2. Evaluasi efektifitas dari pengendalian tekhnis yang dipakai di tempat kerja
  3. Menggunakan alat pelindung yang tepat

Pengendalian resiko mutlak harus dilakukan untuk melindungi pekerja dari bahaya diasetil. Pengukuran lingkungan terhadap kandungan gas diasetil akan membuat awal yang baik dari pengendalian resiko. Pengendalian teknis adalah pengendalian resiko paling utama. Pengendalian teknis dapat dilakukan dengan memasang belalai exhaust di dekat penggunaan diasetil, menggunakan mesin robotic untuk mencapur diasetil ataupun menggunakan tempat tertutup dengan ventilasi yang baik. Alat pelindung diri bisa menjadi cara pengendalian pelengkap yaitu dengan menyediakan respirator yang sesuai.

Referensi

CBSNews. 2007. Can Microwaved Popcorn Ruin Your Lungs? September 5. Accessed November 11, 2016. http://www.cbsnews.com/news/can-microwaved-popcorn-ruin-your-lungs/.

  1. Food flavouring wrecked my lungs. March. Accessed November 1, 2016. http://www.hazards.org/diacetyl/.

Kreiss, Kathleen. 2016. “Recognizing Occupational Effects of Diacetyl: What Can We Learn from this History?” Toxicology InProof.

NIOSH. 2011. “Occupational Exposure to Diacetyl and 2,3-Pentanedione.” CDC. August 12. Accessed November 20, 2016. Occupational Exposure to Diacetyl .

Pintas & Mullins Law Firm. n.d. Popcorn Factory Lung Cases (Diacetyl). Accessed November 11, 2016. http://www.pintas.com/toxic-substances/popcorn-factory-lung-cases-diacetyl-/.

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Close
Close