Berita K3Budaya Selamat (Safety Culture)Keselamatan PublikRespons Gawat Darurat

CPR di Kehidupan Sehari-Hari

Melihat lebih dekat atas kejadian di dunia olahraga

CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) di kehidupan sehari-hari saat ini mungkin sedang hangat dibahas oleh beberapa orang di Indonesia maupun di dunia. Kita bisa lihat contoh nyata di perhelatan sepakbola antar negara eropa (EURO 2020) yang diadakan pada bulan Juni 2021. Bagaimana kejadian seorang pemain sepakbola kelas dunia terkapar tiba-tiba dalam suatu pertandingan akbar. Kemudian sang kapten tim menjadi penyelamat dalam “golden time” sebelum kemudian sang pemain mendapatkan pertolongan medis.

CPR di kehidupan sehari-hari kembali dibahas karena beberapa waktu setelah kejadian di EURO 2020. Seorang legenda badminton Indonesia, dikabarkan meninggal dunia saat bermain badminton. Lantas, tidak lama setelah kejadian tersebut, seorang rekan yang merupakan legenda badminton menceritakan detik-detik almarhum terkapar. Ya, almarhum terkapar di arena yang dahulu merupakan arena pendulang prestasi almarhum yaitu lapangan badminton.

Kemudian, CPR di kehidupan sehari-hari menjadi pembahasan yang hangat di media sosial. Netizen di twitter, membuat cuitan yang kurang lebih arahnya sama. Yakni, bagaimana cara belajar CPR? Apakah legenda badminton yang meninggal diberikan CPR saat “golden time“?

CPR di kehidupan sehari-hari
Gambar Ilustrasi Cuitan Warganet di Twitter

Dari cuitan warganet diatas, anda mungkin bisa menilai, bahwa warganet sebenarnya mulai aware terhadap hal ini. Kejadian yang menimpa almarhum, merupakan kejadian yang mendadak. Namun, dalam golden time yang terjadi, tidak ada yang melakukan penanganan awal terhadap itu.

golden time
Gambar Ilustrasi Petugas Melakukan CPR

Konsep “golden time” sendiri menurut Uttekar dalam artikel “What Is the Golden Hour in Medicine?” diambil dari militer Prancis. Yang merupakan konsep waktu emas antara hidup dan mati seseorang. Artinya, dalam “golden time” tersebut, orang yang cidera atau sakit perlu segera mendapatkan penanganan.

Sementara menurut dr. Sri Sari Mumpuni dikutip dari Tribunnews. Kasus serangan jantung, dalam waktu empat menit, paling lama sampai sepuluh menit, harus segera ditolong. Pertolongan pertama yang diperlukan adalah CPR. Hal ini belum diketahui semua orang, namun jika orang mengetahui hal ini, tentu akan berdampak besar di masyarakat.

Tak jauh berbeda dengan yang terjadi di worldwide. Beberapa klub eropa dan akun-akun sosial media yang membahas sepakbola memberikan edukasi bagaimana cara melakukan CPR. Tentu hal ini sebagai reaksi atas sebuah fenomena yang hangat terjadi di dunia nyata maupun dunia maya. Dari kejadian “jatuh”-nya seorang atlit sepakbola, dunia mengambil hikmah.

CPR di kehidupan sehari-hari
Gambar Ilustrasi Cuitan Mengenai CPR di Sepakbola

Dari kejadian yang menimpa pesepakbola diatas, kita dapat melihat bagaimana dampak penanganan awal yang cepat. Hal ini dapat menyelamatkan nyawa seseorang jika dilakukan secara cepat dan tepat. Aksi heroik sang kapten timnas sepakbola Denmark tersebut sampai saat ini sering diperbincangkan. Bagaimana ia bisa merespon keadaan darurat secara cepat, sehingga menyelamatkan nyawa rekannya.

Setelah semua ini, apakah anda mulai bertanya? Bagaimana cara yang baik dan benar dalam melakukan CPR? Gambar dibawah ini mungkin dapat membantu, untuk lebih jelas silahkan lihat disini.

How to do CPR
Gambar Ilustrasi Bagaimana Cara Melakukan CPR

Demikian artikel untuk kesempatan ini. Semoga dapat mencerahkan hidup kita kedepannya ya! Terima kasih!

Penulis : Permana Eka Satria

Referensi

Baca Tulisan

Permana Eka Satria

I might be not an expert but I learn from the experts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button