Aspek Personal

7P+ Mengatasi Gugup Berbicara Depan Umum untuk Orang Safety

Praktisi K3 Harus Tahu!

7P+ Cara Mengatasi Gugup Berbicara Depan Umum untuk orang safety – Pembaca setia katigaku.top, pernah gak sih merasa gugup atau takut ketika hendak berbicara di depan umum? Sebagai personel K3, seringkali kita diharapkan dengan tuntutan tugas dan peran yang mengharuskan kita untuk melakukan kegiatan berbicara di depan umum, seperti memimpin pelaksanaan safety talk, mengkoordinir berlangsungnya rapat P2K3 / safety commite, memberi safety induction atau mungkin hanya sekadar memperkenalkan diri di depan umum.

Nah, bagi sebagian besar orang ternyata berbicara di depan umum adalah momok yang mengerikan loh. Hal ini sebagaimana ditunjukkan pada data survey the people almanac book USA dalam buku berjudul Public Speaking Mastery karya Ongky Hojanto. Di sana dikatakan bahwa hal nomor 1 yang paling ditakuti oleh orang adalah berbicara di depan umum.

Gugup dan Takut karena Kurang Percaya Diri

Fakta mengejutkan lainnya adalah bahkan ketakutan akan kematian pun dikalahkan oleh ketakutan untuk berbicara di depan umum. Kalau dipikir-pikir, kenapa ya mesti takut? Hihihi. Sebenarnya, banyak faktor yang membuat orang menjadi gugup di depan umum, seperti kurangnya persiapan, kurang percaya diri, takut dinilai orang, trauma dengan peristiwa masa lalu dan lain sebagainya. Nah, kalau Anda termasuk salah satu orang yang mengalami gugup atau bahkan takut saat ini? Booom, tepat sekali! Anda berada pada situs dan artikel yang tepat. Lanjutkan membaca!

Pembaca setia katigaku.top, tak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memiliki ketakutan atau gugup saat berbicara di depan umum. Hanya saja, ada perbedaan mendasar antara seorang pembicara professional dengan pembicara amatir. Apa itu? Pembicara profesional adalah seorang yang dapat mengendalikan rasa takut sehingga tidak terlihat takut di depan audiensnya. Berbeda dengan pembicara yang amatir yang membiarkan ketakutan mengendalikan dirinya sehingga rasa takut tersebut terlihat di depan audiens.

Gugup takut public speaking
Ilustrasi gugup / takut untuk berbicara di depan umum

“Oh, berarti dapat dikatakan, setiap orang tidak dapat menghilangkan rasa takutnya ya?” Tepat sekali! Kita tidak dapat menghilangkan rasa gugup atau takut kita pembaca setia katigaku.top.

“Jadi, apa dong yang perlu kita lakukan?” good question pembaca setia katigaku.top. Di artikel kali ini kita akan mambahas tentang bagaimana cara mengatasi rasa gugup atau ketakutan saat berbicara di depan umum.

7P+ cara / tips mengatasi rasa gugup atau takut saat berbicara di depan umum

Berikut ini 7P+ cara / tips mengatasi rasa gugup atau takut saat berbicara di depan umum yang penulis sarikan dari hasil membaca buku public speaking mastery, mengikuti workshop public speaking dan saran-saran dari praktisi K3 di WhatsApp Group Sahabat HSE Sultra.

1. Penyesuaian Diri

Fisik

Sebelum berbicara di depan umum, Anda perlu datang lebih awal untuk menyesuaikan diri dengan situasi, lingkungan dan kondisi tempat Anda akan berbicara. Dengan datang lebih awal, banyak hal dapat dilakukan seperti memeriksa microphone, mengecek kembali materi atau mungkin merasakan suasana di atas panggung. Ingat kata pepatah ala bisa karena terbiasa.

Semakin Anda terbiasa dengan situasi, lingkungan dan kondisi dimana Anda akan berbicara, maka semakin nyaman Anda jadinya. Ketika Anda nyaman, secara otomatis kemampuan dan penguasaan audiens jauh lebih baik dibandingkan saat tidak nyaman.

Datang lebih awal untuk berbicara depan umum
Datang lebih awal untuk menyesuaikan diri dengan situasi

Mental

Selain itu, bayangkan hal penting (apa yang kita harapkan) saat presentasi berlangsung. Begitu banyak orang membayangkan hal-hal yang dia tidak harapkan saat tampil di depan umum yang akhirnya mengganggu dan membuat dia lebih takut dan gugup daripada sebelumnya.

Mereka membayangkan “duh bagaimana nih kalau saya lupa materinya”, “duh bagaimana kalau audiens yang dihadapi nantinya jauh lebih pintar” atau “hmm, gimana kalau kesalahan saat berbicara di depan umum pada waktu yang lalu, kembali terulang”.

Pembaca setia katigaku.top, daripada membayangkan hal-hal semacam itu, lebih baik Anda membuat pertanyaan yang lebih memberdayakan seperti bertanya “apa yang perlu Anda persiapkan agar bisa tampil lebih maksimal?” atau bayangkan saja hal-hal yang positif atau hal yang Anda harapkan! Cobalah bayangkan reaksi postif audiens, seperti bagaimana senyumannya, mimik wajah, tatapan mata dan anggukan audiens, serta penerimaan mereka saat Anda sedang berbicara. Jauh lebih membantu kan?

Senyuman manis audiens
Senyuman manis audiens saat Anda sedang berbicara
Photo by Min An from Pexels

2. Pemanasan

Panaskanlah organ-organ bicara Anda. Caranya dengan berbicara kepada audiens atau pendengar yang sudah hadir di lokasi lebih dulu. Sekadar melakukan basa-basi, seperti menyapa nama, menanyakan nama (kalau belum kenal) atau bisa juga dengan menanyakan kabar mereka.

Saya ingat betul saat mengikuti workshop public speaking 2 tahun lalu, hal ini di praktikkan dengan baik oleh Pak Wasito (trainer). Sebelum acara di mulai, Pak Wasito menanyakan kabar kepada kami yang telah masuk ke ruangan. Cara ini terbukti ampuh, karena dapat memecah kekauan antara trainer dengan auidiensnya.

Selain melakukan basi basi kepada audiens, Anda dapat melakukan pemanasan dengan berbicara kepada tim, TIM HSE (Health Safety Environment) misalnya untuk memastikan materi yang hendak disampaikan kemudian.

bicara depan cermin mengatasi gugup bicara depan umum
Ilustrasi berbicara depan cermin
Screenshot from a YouTube

Anda juga dapat berbicara sendiri hehe, iya berbicara sendiri di depan cermin, di kamar mandi, di atas kendaraan saat dalam perjalanan atau bahkan di ruang tunggu sambil menunggu acara di mulai.

3. Perubahan Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh dapat mempengaruhi emosi. Coba perhatikan orang-orang yang kurang memiliki kepercayaan diri, khawatir atau takut untuk berbicara di depan umum, mereka memiliki Bahasa tubuh yang sama. Bahasa tubuhnya cenderung tertutup, pandangan matanya cenderung ke bawah.

Ketika Bahasa tubuh diubah, maka emosi seketika juga dapat berubah. Coba perhatikan anak kecil yang sedang menangis dipeluk oleh orang tuanya kemudian digendong dan orang tuanya mengatakan “nak lihat cicak di atas” atau kalau di luar ruangan orang tuanya mengatakan “nak itu ada pesawat, kupu-kupu atau burung”, menariknya saat anak tersebut mengubah Bahasa tubuh dengan menoleh ke atas, perlahan-lahan emosi tangisannya berhenti. Hal ini juga berlaku saat akan berbicara di depan umum. Ubahlah Bahasa tubuh untuk meningkatkan rasa percaya diri, seperti melihat ke atas, tegakkan dada, berdiri tegak, tersenyum (walau sedikit dipaksakan) dan bila perlu lompat-lompat ringan di WC sebelum tampil. Hal ini sangat membantu Anda dalam meningkatkan percaya diri.

Tony Robbins – Emotion is created by Motion

Sekali lagi ingatlah emotion is created by our motion. Jadi, perhatikan Bahasa tubuh!

4. Pernafasan Perut

Kekhawatiran dan ketakutan umumnya bermain dalam pikiran. Ubahlah hal tersebut dengan bantuan pernafasan perut. Pengalaman saya dalam bermain catur mengajarkan betapa pentingnya mengatur pernafasan. Sering kali dalam pertandingan, sebenarnya saya tahu apa langkah terbaik yang harus saya jalankan dari posisi yang saya hadapi. Tetapi sulit untuk saya temukan, bahkan sangat sulit melakukan kalkulasi langkah demi langkah dalam pikiran. Hal ini terjadi karena saya begitu tegang akibat pernafasan yang kurang teratur. Anehnya, saat keluar ruangan, ngobrol dengan teman, eh mendadak langkah yang seharusnya saya jalankan tersebut muncul dari pikiran. Hal itu terjadi karena saya sudah relax, nyaman, dan tidak berada dalam ruangan pertandingan.

Pernapasan perut mampu memberikan lebih banyak udara yang masuk ke dalam paru-paru, yang kemudian dengan cukupnya suplai udara, maka nafas akan terasa mudah, stabil, dan terkontrol. Artinya dengan mengatur pernafasan maka tubuh dan pikiran dapat relax dan nyaman sehingga dapat mencapai performa yang baik.

Pernafasan perut membuat relax berbicara depan umum
Photo by Kelvin Valerio from Pexels

Maka latih atau ubahlah pernafasan Anda dengan cara pernafasan perut. Tarik nafas yang dalam, tahan beberapa detik dan hembuskan perlahan-lahan dengan mulut. Ulangi 3-5 kali dan lakukan ini sebelum memulai presentasi / tampil di depan umum atau saat rasa tegang muncul tiba-tiba (semakin meningkat).

5. Penjangkaran

Anda pasti pernah mengalami Ketika datang disuatu tempat maka mengingat orang-orang yang selalu bersama Anda mengunjungi tempat tersebut atau ketika mendengar sebuah lagu, Anda teringat seseorang dimana sering bersama sama dengan Anda ketika lagu tersebut sering diputar. Bisa juga saat mencium bau parfum tertentu, tiba-tiba muncul ingatan tentang mantan, upss ahaayyy

Lagu, tempat, dan parfum merupakan contoh dari sebuah jangkar yang menghubungkan suatu pengalaman.

Misalnya, saat Anda pernah menjadi juara, ingat kembali situasi dimana Anda merasa bangga, senang atau bahagia saat menerima piala/hadiah. Hal tersebut adalah penjangkaran yang akan membawa kembali pengalaman masa lalu ke kondisi saat ini sebagai modal atau bekal saat berbicara di depan umum.

Kondisi-kondisi positif seperti itu dapat digunakan untuk membangun rasa percaya diri.

penjangkaran untuk mengatasi gugup berbicara depan umum
Gunakan kata-kata bijak, kutipan favorit Anda sebagai jangkar

Caranya adalah dengan mulai mengingat kondisi-kondisi dimana Anda pernah berbicara di depan umum dengan percaya diri. Anda juga dapat mengingat dan menghayati kembali situasi dan memori hal-hal luar biasa yang pernah Anda capai atau alami sebelumnya.

Selanjutnya, mencium atau membawa sesuatu yang membuat Anda nyaman sebelum presentasi. Ketika Anda nyaman mencium aroma sesuatu, cobalah cium aroma tersebut. Tapi, penting diingat agar aroma tersebut tidak mengganggu audiens.

6. Pray (berdoa)

Poin selanjutnya adalah dengan berdoa, ya sebagai umat beragama tak ada hal terbaik selain memohon pertolongan dari sang Pencipta. Bagi yang beragama Islam dapat membaca doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Musa saat hendak menemui Firaun, berikut ini doanya:

Qāla rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī
Artinya “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.

(QS. Thaha ayat 25-28)

Kita berharap dengan membaca doa tersebut, Allah memberikan kemudahan urusan termasuk aktivitas berbicara di depan umum.

7. Praktik, Praktik, Praktik

Oke, Last but not least, Praktik, praktik, praktik . . . praktik.

Orang bijak mengatakan, impian menentukan apa yang Anda inginkan, namun usaha dan tindakan menentukan apa yang akan Anda dapatkan. Ya, jika Anda ingin menguasai audiens, mengendalikan rasa gugup dan takut maka teruslah bertindak dan memperaktikkan poin-poin di atas dan jangan lupa persiapkan materi-materi yang hendak disampaikan dengan membaca buku-buku K3.

Penutup

Kita semua tahu bahwa Practice makes perfect! Lakukan lah poin-poin di atas sehingga kegelisan, kekhawatiran, kegugupan atau ketakutan mulai berkurang dan memiliki rasa percaya diri untuk dapat membawakan public speaking (berbicara di depan umum) dengan jauh lebih maksimal.

Semoga 7P+ cara / tips mengatasi rasa gugup atau takut saat berbicara di depan umum yang kami sajikan bermanfaat yaa!

Referensi

Salam Selamat Sehat Sejahtera Sukses Selalu
Kolaka, 01 Juli 2021
Andi Balladho Aspat Colle

Baca Tulisan

Andi Balladho Aspat Colle

Master Candidate of Occupational Safety & Health and Environmental Management USAHID Jakarta

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button