Berita Kecelakaan Kerja

Analisa Kecelakaan Truk BBM di Jalan Tol Wiyoto Wiyono

Untuk memenuhi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan di masyarakat,maka pengiriman BBM dari Terminal BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilakukan 24 jam sehari menggunakan Mobil Tangki (MT).

Mengemudikan kendaraan pada malam hari akan menghadapi risiko yang lebih tinggi, diantaranya
kondisi jalan yang relatif lebih gelap dan kondisi pengemudi yang mengantuk atau lelah akan menyebabkan respon terhadap kondisi lingkungan yang berubah dengan tiba-tiba bisa menjadi lebih lambat dibandingkan kondisi pada pagi atau siang hari ketika kondisi badan masih segar.

Jalan raya merupakan prasarana yang dapat digunakan oleh masyarakat umum secara bersama-sama. Oleh karena itu, keselamatan angkutan BBM di jalan raya juga tergantung kepada perilaku pengguna jalan lain, bahkan sering dijumpai pengemudi kendaraan yang berkendara dengan tidak aman, atau pejalan kaki yang berjalan tidak di jalur yang telah ditentukan.

Kombinasi kondisi-kondisi di atas jika tidak diantisipasi dengan baik berpotensi menimbulkan gangguan atau kecelakaan, seperti kejadian jatuh dan terbakarnya MT setelah mengalami benturan dengan kendaraan lain dalam perjalanan di Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta pada tanggal 21 Juli 2019 yang lalu.

Kronologi Kejadian

Hari Minggu, 21 Juli 2019, pukul 00.53 WIB sebuah Mobil Tanki (MT) yang dikemudikan oleh Awak Mobil Tangki (AMT) 1 dan pengemudi cadangan AMT 2 keluar dari pintu gerbang Terminal BBM Jakarta Grup-Plumpang. MT kapasitas 24 KL membawa muatan produk (BBM) berupa 8 KL Premium, 8 KL Pertalite dan sejumlah 8 KL Pertamax menuju pintu Tol Podomoro dengan tujuan exit Tol Bekasi Barat ke SPBU Bekasi.

Pukul 01.38 WIB saat MT melaju di jalur kiri jalan layang Tol Wiyoto-Wiyono Km 4.8 Rawamangun, tiba-tiba sebuah mobil Toyota Calya mencoba mendahului MT dari bahu jalan dan menabrak sisi kiri MT.

Mobil tangki oleng kemudian menabrak pagar(railing) pengaman jalan tol layang di sebelah kiri. Headtruck dari MT terlepas dari trailer tangki dan jatuh ke bawah jalan tol layang, tepat di depan Gerbang Tol Rawamangun dan terbakar. Tangki BBM terguling menimpa mobil Toyota Calya dan terbakar hingga menewaskan pengemudi Toyota Calya.

Pukul 02.40-03.29 WIB dilakukan proses pemadaman oleh 12 unit mobil pemadam milik Damkar DKI dan Pemadam Kebakaran Pertamina. Pukul 03.45 WIB dilakukan evakuasi korban AMT 1, AMT 2, dan pengemudi Toyota Calya ke RSCM.

Pukul 04.30-06.15 WIB proses pemindahan BBM dari MT yang mengalami kecelakaan ke MT bantuan. Pukul 08.51 WIB evakuasi headtruck dan tangki dari pintu Tol Rawamangun.

kecelakaan truk BBM terguling
Kecelakaan truk BBM terguling di Tol Wiyoto Wiyono
Kondisi tangki terbakar
Kondisi mobil tangki terbakar

Fakta dan Temuan

  • Posisi kejadian digambarkan dalam sketsa di bawah. Waktu kejadian adalah sekitar pukul 01.38
    WIB, lebih kurang setengah jam setelah keluar dari pintu gerbang (Gate Out) dari TBBM Jakarta Grup Plumpang. Lokasi kejadian di Jalan Tol Wiyoto Wiyono KM 4.8 Rawamangun Jakarta Timur.
Ilustrasi reka ulang kecelakaan mobil tangki
Ilustrasi reka ulang kecelakaan truk BBM
  • Head truck mobil tangki (MT) terlepas dari trailer nya dan jatuh ke Gerbang Tol Rawamangun.
  • Head truck, tangki muatan BBM dan satu unit mobil Toyota Cayla terbakar.
  • Dua orang AMT (AMT 1 dan AMT 2) dan satu orang pengemudi Toyota Calya meninggal dunia.
  • Dari rekaman CCTV menunjukkan bahwa pengemudi MT tidak mengemudikan kendaraan melebihi batas kecepatan (Overspeed). Kecepatan terakhir MT pada Global Positioning System (GPS) tracking tercatat 67 km/jam, masih dalam batas kecepatan kendaraan di jalan tol yaitu 80 km/jam.

Analisa Kejadian dan Penyebab

Penyebab langsung dari insiden ini diduga kuat akibat mobil Toyota Calya membentur sisi kiri MT yang sedang melaju, sehingga MT oleng dan menabrak pagar (railing) pengaman jalan layang Tol Wiyoto Wiyono.

Penyebab meninggalnya AMT 1, AMT 2, dan pengemudi Toyota Calya adalah luka bakar. Kebakaran terjadi diduga karena adanya percikan api akibat gesekan kendaraan yang kemudian menyambar uap BBM yang keluar dari MT yang bocor akibat terjadinya benturan keras.

Info dari rekaman kamera CCTV jalan tol belum optimal karena CCTV yang terdekat mengarah ke Cawang dan kamera CCTV yang posisinya 500 m sebelum TKP mengarah ke Tanjung Priok terpotong (± 7-8 menit sebelum kejadian). Tidak diperoleh informasi yang cukup untuk menganalisa perilaku pengemudi Toyota Calya.

Untuk mencari akar penyebab kejadian, dilakukan analisa penyebab kejadian dengan menggunakan metoda Schematic Cause Analysis Technique (SCAT), dengan hasil akhir digambarkan sebagai berikut

Analisa SCAT Kecelakaan truk BBM

Berdasarkan fakta dan analisa, disimpulkan bahwa insiden ini disebabkan oleh kedua kendaraan (mobil Toyota Calya dan Mobil Tangki) yang berbenturan ketika sedang melaju ke arah Cawang. Benturan itu mengakibatkan MT oleng melaju ke arah kiri menabrak pembatas jalan layang tol.

Head truck terlepas dari tangki gandengan dan jatuh ke bawah jalan layang tol, sedangkan tangki gandengan yang masih berada di jalan layang tol terbalik menimpa mobil Toyota Calya. Selama proses investigasi ditemukan beberapa hal yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian ini, serta berpotensi menyebabkan insiden serupa bila tidak dikelola secara baik. Untuk itu temuan dimasukkan sebagai referensi yang dapat digunakan sebagai bahan Action for Improvement.

Pembelajaran & Rekomendasi

  • Memberikan penyegaran Pelatihan AMT untuk menjaga dan meningkatkan wawasan & kompetensi dalam mengemudikan kendaraan
  • Selama perjalanan agar memastikan rotary lamp tetap menyala agar MT dikenali dan menjadi
    perhatian pengguna jalan lain.
  • Memastikan AMT yang akan bekerja dalam keadaan fit to work sehingga dapat dengan baik mengantisipasi dan merespon kondisi jalan yang mungkin berubah tiba-tiba.
  • Melakukan sosialisasi agar semua pengguna jalan raya harus memahami bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama semua pengguna jalan

Sumber:

Atlas Keselamatan Migas Volume 3

Baca Tulisan

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button