Aspek TeknisBerita Kecelakaan Kerja

10 Pendapat Saksi Ahli Tentang Penyebab Ledakan PT Mandom

Sudah lebih dari 7 bulan lamanya, kasus ledakan di PT Mandom belum menemui titik terang. Total 28 orang meninggal dan 31 lainnya mendapatkan luka serius akibat kejadian ini. Kasus ini sekaligus menjadi kecelakaan proses terburuk dalam sejarah Indonesia menurut Indonesia Institute of Process and Safety (IIPS).

Gambar 1. PT Mandom

PT-MandomSumber: http://warta.sumedang.info/nasional/daerah/9995-tak-lama-pt-mandom-akan-beroperasi-setelah-kebakaran/

Belum adanya lesson learn (hikmah) resmi dari pemerintah yang dapat diambil dalam kejadian ini membuat banyak profesional K3 bertanya-tanya. Padahal mereka membutuhkan lesson learn dari kejadian ini untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

Pihak kepolisian berpendapat bahwa terdapat kebocoran gas pada flexible hose yang mengakibatkan gas mudah terbakar terakumulasi dalam ruangan sehingga terjadinya ledakan.

Namun, para saksi ahli dalam persidangan kasus mandom ini telah menyampaikan pendapat-pendapat ilmiah yang berbeda tentang penyebab-penyebab kasus ini terjadi. Pendapat mereka dijelaskan dengan masuk akal dan juga memperhatikan prinsip-prinsip keselamatan kerja.

Berikut adalah 10 pendapat ilmiah dari saksi ahli tentang penyebab ledakan PT Mandom:

Kunihiko Koike, ilmuwan fisika terapan dan kimia terapan, memberikan pendapat sebagai berikut:

  • Pertama, menurut database The High Pressure Gas Safety Institute of Japan, yakni lembaga resmi pemerintah Jepang di bawah Kementerian Perekonomian dan Perindustrian, selama kurun waktu 50 tahun terakhir (1965-2014) belum pernah ada laporan tentang insiden kebocoran LPG ataupun insiden ledakan yang disebabkan oleh flexible tube.
  • Kedua, hasil investigasi menunjukkan bahwa pada bagian dalam flexible tube digunakan bahan resin, dan resin tersebut adalah PTFE (polytetrafluoroethylene) yang sangat stabil terhadap LPG. Hasil pemeriksaan terhadap permukaan PTFE dengan menggunakan mikroskop menunjukkan bahwa tidak terdapat lubang kecil maupun keretakan; flexible tube tersebut tidak kalah baik kualitasnya dibandingkan dengan flexible tube yang diproduksi oleh perusahaan terkemuka di Jepang.

Gambar 2. Flexible Hose dengan PTFE

PTFE flexible hoseSumber: http://www.ebay.com/bhp/ptfe-hose

  • Ketiga, telah dilakukan eksperimen untuk verifikasi bahwa di bawah tekanan dalam kondisi penggunaan yang normal, flexible tube tidak akan patah. Spesifikasi dari produsen mengenai batas minimum tekanan yang akan menyebabkan flexible tube patah adalah 34,5MPa untuk flexible tube dengan diameter ¾ inch, dan 20,7MPa untuk flexible tube dengan diameter 1 inch.

Sedangkan eksperimen dengan tekanan air menunjukkan bahwa untuk mencapai titik     patah, untuk flexible tube dengan diameter ¾ inch diperlukan tekanan  43MPa, sedangkan untuk flexible tube dengan diameter 1 inch adalah 36MPa.

Di samping itu, walaupun flexible tube ditekuk dengan kekuatan di atas kemampuan tenaga fisik manusia, setelah dikembalikan ke kondisi semula dan diukur batas minimum tekanan yang dapat menyebabkan kepatahan, ternyata batas minimum tekanan tersebut tidak berubah menjadi lebih rendah.

Terbukti bahwa flexible tube hanya akan patah jika berada pada tekanan tinggi yang ekstrem. Dalam kondisi normal pada penggunaan di pabrik, tekanan hanya mencapai 1,5MPa, sehingga tidak mungkin menyebabkan flexible tube patah.

  • Keempat, telah terbukti bahwa seandainya kita berasumsi bahwa terjadi kebocoran LPG akibat patahnya flexible tube maka akan tersembur asap putih dan terdengar bunyi dentuman, sehingga para pekerja di lapangan dengan mudah dapat menangkap gejala-gejala kelainan tersebut.

Telah dilakukan eksperimen untuk mengukur semburan LPG dari tabung propane melalui valve ½ inch dalam kondisi factory operating pressure (tekanan pada saat pabrik beroperasi), yaitu 1,5MPa. Kondisi semburan tersebut hampir sama dengan kondisi jika kita berasumsi bahwa flexible tube pada pabrik Mandom patah.

Saat LPG tersembur ke udara dari tabung maka propane cair akan mengalami proses ekspansi adiabatik, berubah wujud menjadi gas dan menyembur ke udara dengan kekuatan dahsyat dan dibarengi semburan asap putih. Pada saat bersamaan akan terdengar bunyi dentuman yang melampaui 100 dB. Kecepatan semburan gas mencapai 0,25kg per detik.

Video Detik Detik PT Mandom Meledak

Menilik dari layout pabrik tempat insiden ledakan terjadi maka agar kandungan LPG di dalam udara mencapai 2%, yaitu batas minimum yang dapat menyebabkan ledakan, diperkirakan volume gas yang bocor ke udara sebanyak 28kg. Kecepatan semburan gas adalah 0,25kg per detik, sehingga jika memang terjadi kebocoran, maka akan timbul gejala bunyi dentuman dibarengi dengan semburan asap putih selama lebih dari 100 detik.

mandom logoGambar 3. Logo Mandom

Sulit membayangkan bahwa para pekerja di lapangan tidak ada yang menyadari gejala-gejala abnormal tersebut. Oleh karena itu, kiranya logis kalau kita beranggapan bahwa kebocoran LPG bukan terjadi akibat bocornya gas cair dari flexible tube, melainkan kebocoran dari mesin dan perlengkapan lainnya, di mana kebocoran dalam wujud gas, terjadi tanpa menimbulkan bunyi serta dalam jangka waktu agak lama, sampai akhirnya memicu kebakaran.

Sementara itu, saksi ahli lain yaitu Prof Anondho Wijanarko, guru besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan ahli keselamatan kerja memberikan kesaksian sebagai berikut:

  • Pertama, LPG merupakan campuran gas bumi yang dalam kondisi suhu tertentu dapat disimpan dalam wujud cair dan memiliki massa jenis yang lebih besar dibandingkan udara sehingga dalam bentuk gas akibat penguapan yang terjadi cenderung terakumulasi di bagian bawah dari  ruangan yang tersedia.
  • Kedua, terhadap proses pemasangan kembali instalasi filling machine harus ada Hazard Operability Studies (HAZOPS) yang menginformasikan poin-poin keselamatan kerja yang adequate (mencukupi) dan reliable (handal). Namun hal itu saya kira tidak dilakukan.
  • Ketiga, karena instrumen keselamatan kerja  termasuk Shut Down Valve (SDV) dioperasikan secara manual, maka control panel harus ditempatkan di ruang yang ada administratornya atau sinyal peringatan harus sampai ke ruangan kantor.
  • Keempat, panel deteksi keberadaan hidrokarbon di line 2 dalam ruang instalasi fillng machine menunjukkan fakta tingkat hidrokarbon yang tinggi namun alarm tidak aktif dan ini mengindikasikan alarm dapat di ON-OFF-kan secara manual. Karena itu saya kira alarm dalam keadaan off. Kondisi seperti itu menunjukkan tidak memadainya standard operation procedure (SOP) yang ada atau pekerjaan tidak dilakukan sesuai SOP.
  • Kelima, kebocoran yang terjadi di ruang filling machine diduga merupakan kebocoran noktah yang terakumulasi dari suatu saluran yang dialiri LPG. Bukan kebocoran lubang besar dimana pemuaian fluida bertekanan 15 bar yang teruapkan secara ekstrim menimbulkan kebisingan dan gumpalan embun yang akan teramati oleh personil di ruang filling machine.

Kebocoran LPG tidak semata-mata terjadi di flexible hose/tube namun  bisa terjadi di berbagai saluran dimana  LPG mengalir, baik didalam saluran internal filling machine maupun saluran eksternalnya.

Secara umum pengisian LPG ke dalam produk parfum biasanya meninggalkan residu LPG dalam jumlah kecilyang secara otomatis dihisap keluarkan ke atmosfer melalui blower hisap. Tetapi di pabrik PT Mandom Indonesia Tbk., berfungsi tidaknya blower hisap dalam ruangan filling machine masih tanda tanya besar mengingat panel deteksi keberadaan hidrokarbon di line 2 menunjukkan fakta adanya tingkat hidrokarbon yang tinggi.

Gambar 4. Blower dengan HEPA filter

blower hepa filter

  • Keenam, kebakaran gas yang biasa terjadi, api akan menyambar hingga titik sumber kebocoran, dan sumber kebocoran akan mengalami kerusakan parah. Apabila ada kebocoran noktah pada flexible hose/tube, maka api dari ruang packaging akan menyambar hingga ke titik kebocoran sehingga LPG yang penuh di dalam flexible hose/tube akan memuai 250 kali lipat akibat panas. Dan itu pasti akan menyebabkan robekan yang parah dan hangus terbakar.

Dari pendapat saksi ahli di atas kiranya kita dapat menarik beberapa kesimpulan:

  • Patahnya flexible hose sebagai penyebab ledakan PT Mandom sangat dipertanyakan
  • Ledakan bersumber dari LPG yang terakumulasi di bawah ruangan dalam jangka waktu lama
  • Identifikasi bahaya dengan menggunakan HAZOP wajib dilakukan untuk mencegah hal yang sama
  • Detektor gas mudah meledak harus selalu menyala dan dipasang dengan tepat
  • Shut down valve harus dapat ditutup dengan mudah setelah sinyal penunjuk kandungan gas yang berlebih aktif
  • Blower dengan kapasitas yang cukup harus tersedia untuk menarik uap (vapor) yang mudah terbakar

Referensi

Maskur, F. (2015, Oct 25). KEBAKARAN PT MANDOM INDONESIA: Ini Penjelasan Saksi Ahli Dari UI. Retrieved Jan 24, 2016, from Kabar24.com: http://kabar24.bisnis.com/read/20151129/16/496862/kebakaran-pt-mandom-indonesia-ini-penjelasan-saksi-ahli-dari-ui

Maskur, F. (2015, Oct 25). KEBAKARAN PT MANDOM INDONESIA: Karena Bocor Flexible Tube? Ini Pendapat Pakar. Retrieved Jan 24, 16, from Kabar24.com: http://kabar24.bisnis.com/read/20151025/16/485703/kebakaran-pt-mandom-indonesia-karena-bocor-flexible-tube-ini-pendapat-pakar

 

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Saya berharap Anda selalu selamat

Komentar Anda?

Close
Close