4 Cara untuk Mendapatkan Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tanpa Batas

Perkembangan ilmu keselamatan kerja di Indonesia dan tantangan yang harus dihadapi terkadang tidak seimbang. Banyak sekali permasalahan yang dialami oleh profesional K3 yang tidak terselesaikan karena kurangnya informasi dan ilmu untuk menghasilkan solusi atas permasalahan yang ada. Untuk itu, kita memerlukan akses informasi keselamatan dan kesehatan kerja tanpa batas. Beberapa cara yang bisa kita lakukan adalah:

  1. Sci hub

Jurnal ilmiah merupakan sumber utama dari ilmu keselamatan dan kesehatan kerja. Beberapa jurnal terkenal yang memiliki pembahasan tentang K3 antara lain adalah “Safety Science” yang membahas keselamatan kerja, “Loss Accident and Prevention” yang membahas tentang kecelakaan dan investigasinya serta “Regulatory Toxicology and Pharmacology” yang membahas mengenai zat-zat beracun. Jurnal-jurnal tersebut memberikan ide-ide baru mengenai bidangnya masing-masing berdasarkan riset-riset terbaru, valid dan reliabel yang para peneliti lakukan.

Jurnal-jurnal tersebut dapat diakses dan dicari melalui beberapa pangkalan data seperti http://www.sciencedirect.com/, https://www.scopus.com/  dan https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/. Namun, beberapa jurnal yang ada harus diunduh dengan harga yang sangat mahal dengan kisaran harga $20 hingga $50 per judul jurnal. Sayangnya, sebagian besar nilai bayaran ini dipakai oleh lembaga publikasi dan bukan oleh penelitinya. Hal ini membuat 60 lembaga riset besar di Jerman memboikot Elsevier, salah satu penerbit jurnal, mulai dari 1 januari 2017. Elsevier memiliki margin profit 40% dari jurnal yang dipublikasikan dan Elsevier masih minta untuk menaikkan harga (sumber: https://www.sub.uni-goettingen.de/en/news/details/voraussichtlich-keine-volltexte-von-zeitschriften-des-elsevier-verlags-ab-dem-112017/ ).

Beberapa universitas di Indonesia ada yang memberikan akses gratis kepada para mahasiswanya untuk mengakses jurnal-jurnal internasional.  Namun, bagaimana untuk mereka yang tidak memiliki cukup dana untuk membayar jurnal? Bagaimana pula untuk mereka yang bukan mahasiswa di Universitas namun ingin membaca jurnal?

Sebuah website dari Rusia menawarkan cara untuk “membajak” jurnal-jurnal tersebut. Adalah scihub yang bisa diakses di http://sci-hub.cc/ memberikan akses gratis untuk semua jurnal dan hasil riset. Cukup meng-copy paste “doi number” yang ada di setiap pangkalan data atau abstrak jurnal ke kolom pencari sci hub. Dia akan mencarikan jurnalnya untuk Anda dan Anda bisa mengunduhnya secara gratis.

  1. Badan Kesehatan dan Keselamatan Kerja internasional:

Kita tidak bisa menutup mata bahwa perkembangan badan K3 di Indonesia sangat tertinggal jika dibandingkan dengan badan K3 dari negara maju. Badan-badan ini  menghasilkan banyak pendoman dan standard yang bisa diaplikasikan di tempat kerja kita. Beberapa badan yang menjadi referensi dalam K3 antara lain adalah  OSHA  dan HSE UK untuk sistem manajemen K3 https://www.osha.gov/ dan http://www.hse.gov.uk/ ; NFPA untuk keselamatan dalam kebakaran http://www.nfpa.org/ serta OGP untuk keselamatan dalam bidang minyak dan gas http://www.iogp.org/ .

Karena kebanyakan badan internasional ada di luar negeri, maka tak semua standar bisa diadaptasi untuk karakter pekerjaan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakter resiko, kondisi sosial dan kondisi ekonomi yang ada antara luar negeri dengan Indonesia.

  1. Forum diskusi

Sudah banyak profesional K3 di Indonesia dari yang baru lulus kuliah atau pelatihan hingga sudah melanglang buana. Hal ini tentunya merupakan suatu aset buat dunia K3 di Indonesia jika mampu mengoptimalkan pertukaran keilmuan di antara profesional K3. Oleh karenanya, beberapa forum komunikasi antar profesional K3 bermunculan dari mailing list, facebook, hingga whatsapp.

Salah satu forum komunikasi profesional K3 terbesar di Indonesia adalah HSE Indonesia. Forum yang sudah berulang tahun kedua ini memiliki banyak cabang se Indonesia yang tersebar dari Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. HSE Indonesia memiliki banyak acara baik itu kopi darat, diskusi rutin, pertanyaan operasional harian seorang K3, hingga lowongan kerja bisa ditanyakan di forum ini. Di facebook, HSE Indonesia telah memiliki lebih dari 23 ribu anggota.

Untuk mengetahui lebih lanjut HSE Indonesia, silakan ikuti tautan berikut:

https://www.facebook.com/groups/211186402274846/

  1. Fotokopi sekitar kampus

Dalam proses belajar, seringkali mahasiswa harus menggandakan sumber referensi yang bisa berupa materi dari dosen, jurnal dan buku. Untuk alasan ini, beberapa tempat fotokopi di sekitar kampus menyimpan referensi yang kaya akan ilmu pengetahuan.

Anda yang ingin mencari ilmu K3 maka jangan segan-segan untuk mencarinya di fotokopi sekitar kampus terutama kampus yang memiliki jurusan K3. Sebagai contoh saja, sebuah tempat fotokopi di Depok memiliki ribuan referensi tentang K3 yang akan sulit ditemukan di tempat lain.

Leave a Reply