Aspek PersonalK3 Transportasi

Distracted Driving / Gangguan Saat Mengemudi

11 Mei 2011 menjadi tanggal bersejarah dalam dunia keselamatan lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, karena pada hari itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendeklarasikan Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 64/255 tanggal 10 Maret 2010 tentang Improving Global Road Safety melalui Program Decade of Action for Road Safety 2011-2020 (Sarifudin, 2017). Indonesia yang kala itu dipimpin oleh Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 Tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan. Lantas bagaimana sejauh ini penerapan program tersebut di lapangan?

Catatan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada semester awal tahun 2016, angka kecelakaan lalu lintas di Amerika Serikat meningkat sebesar 10,4% dan sekitar 17.775 orang meninggal dalam kecelakaan mobil (Rachmanto, 2016). Hal ini jelas menjadi perhatian khusus bagi negeri Paman Sam tersebut.

Bahkan menurut NHTSA, distracted driving / gangguan saat mengemudi seperti misalnya menggunakan smartphone saat berkendara, melihat layar navigasi saat berkendara dsb berperan cukup besar dalam angka kecelakaan lalu lintas di Amerika Serikat (LMRIS, 2015). Hal ini yang membuat pemangku kepentingan di Amerika Serikat berupaya mensosialisasikan untuk menghindari gangguan saat mengemudi ini.

Cost of Distraction Driving

Gambar Ilustrasi Nilai dari Gangguan Saat Mengemudi

Sumber : https://www.flickr.com/photos/ca_dept_insurance/34890869032

Sementara itu, di Indonesia, angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2017 mencapai 105.374 kasus (Sarifudin, 2017). Tentu hal ini masih sangat jauh dari harapan yang ada dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013. Bahkan pesimistis yang cenderung muncul dengan melihat data ini, apakah bisa tahun 2020 angka kecelakaan lalu lintas di dunia menurun sampai target 50% ?

Perlu tindakan nyata dari seluruh pihak agar dapat tercipta keselamatan di jalan raya terutama soal distracted driving / gangguan saat mengemudi. Berikut beberapa fakta mengenai distracted driving / gangguan saat mengemudi ini (LMRIS,2015).

1. GANGGUAN VISUAL

Visual Distraction

Gambar Ilustrasi Gangguan Visual

Sumber : https://c1.staticflickr.com/4/3576/3373530024_63c5621ef4_b.jpg

Adalah gangguan yang menyebabkan pengemudi tidak melihat ke arah jalan yang ia lalui, sehingga pengemudi tidak lagi fokus untuk mengemudi dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Contoh : membaca pesan di handphone saat berkendara, melihat layar navigasi peta, dll.

2. GANGGUAN MANUAL

Manual Distraction

Gambar Ilustrasi Gangguan Manual

Sumber : https://media.defense.gov/2015/Nov/18/2001493805/-1/-1/0/151020-F-IN231-005.jpg

Adalah gangguan yang menyebabkan pengemudi melepaskan stir mobil atau stang motor dari tangannya yang dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali terhadap kendaraan yang dikemudi. Contoh : memegang handphone, menjangkau benda lain dll.

3. GANGGUAN KOGNITIF

Cognitive Distraction

Gambar Ilustrasi Gangguan Kognitif

Sumber : https://media.defense.gov/2013/Apr/09/2000060112/-1/-1/0/130403-F-XX000-013.JPG

Adalah gangguan yang menyebabkan pengemudi berpikir terlalu keras sehingga mengurangi konsentrasi pengemudi saat berkendara. Contoh : percakapan via telepon atau percakapan langsung yang menyebabkan stress pada pengemudi dan bahkan saat pengemudi berpikir mencari opsi rute perjalanan.

Beberapa jenis gangguan ini memang menjadi bahaya yang kadang tidak kita sadari. Bahkan di jalan raya, sering kita lihat pengemudi menelepon sambil berkendara, melihat pesan sambil berkendara dan bahkan update status di media sosial sambil berkendara. Padahal hal tersebut termasuk gangguan saat mengemudi dan berpotensi menjadi kontributor dalam peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Dan ternyata, menggunakan handphone saat berkendara termasuk kedalam 3 gangguan tersebut dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, kita harus memahami dan melakukan kampanye untuk tidak menggunakan handphone saat berkendara untuk menghindari kecelakaan lalu lintas yang pasti mengakibatkan kerugian.

Penulis : Permana Eka Satria

REFERENSI

  • Sarifudin, A. 2017. Astaga! Angka Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia Termasuk Tinggi di Dunia. Diakses dari https://news.okezone.com/read/2017/09/14/340/1775815/astaga-angka-kecelakaan-lalu-lintas-di-indonesia-termasuk-tinggi-di-dunia
  • Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 Tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan
  • Rachmanto, M. Bagus. 2016. NHTSA Catat Kematian dan Kecelakaan di Amerika, Meningkat. Diakses dari http://otomotif.metrotvnews.com/mobil/aNrL3Dak-nhtsa-catat-kematian-dan-kecelakaan-di-amerika-meningkat
  • Liberty Mutual Research Institute for Safety (LMRIS). 2015. From Research to Reality, Driver Safety, In-vehicle Distractions. Diakses dari http://image.email-libertymutual.com/lib/fe541570726d02757312/m/1/RR+Winter+2015.pdf

Permana Eka Satria

I might be not an expert but I learn from the experts.

Komentar Anda?

Back to top button
Close