Bahaya Pencampuran Zat Kimia yang Tidak Kompatibel

Pada 21 Oktober 2016, 2 zat kimia yang tidak kompatibel, asam sulfuric dan sodium hipoklorit (pemutih), secara tidak sengaja telah tercampur oleh pemasok bahan mentah dalam perjalanan rutin ke pabrik di Kansas, Amerika Serikat. Kedua zat kimia itu bereaksi dan membentuk awan gas klorin di komunitas sekitar sehingga sekitar 100 orang harus dilarikan ke rumah sakit, beberapa sekolah dievakuasi, dan sekitar 11000 penduduk dievakuasi selama lebih dari 2 jam.

A fog plume believed by authorities to contain chemicals is seen after a chemical spill at a facility in Atchison, Kansas, U.S., October 21, 2016. Courtesy Liz Wagner/Handout via REUTERS

Kecelakaan tersebut hanya salah satu dari sekian banyak kecelakaan akibat tercampurnya zat kimia yang tidak kompatibel. Beberapa kecelakaan akibat tercampurnya zat kimia yang tidak kompatibel sehingga membentuk awan gas klorin antara lain:

  • May 2013, Portland, Oregon, Amerika Serikat – Seorang pengemudi truk pemasok bahan mentah memompa campuran asam nitrat dan asam fosforik ke dalam sebuah tangki berisi sodium hipoklorit di sebuah peternakan
  • Oktober 2007, Frankfurt, Jerman – Asam hidroklorik secara tidak sengaja dipindahkan ke dalam sebuah tangki sodium hipoklorit. Sekitar 200 kg gas klorin terlepas di atmosfir yang menyebabkan 60 orang terluka. Operator yang memberhentikan proses transfer tersebut akhirnya harus meninggal karena pajanan gas klorin
  • Agustus 2001, COatbridge, UK – Seorang pengemudi tangker memindahkan larutan sodium hipoklorit dan asam hidroklorik ke dalam tangki yang sama di kolam renang. 30 orang harus menerima perawatan medis
  • Agustus 1993, Stockholm, Swediw – Seorang pengemudi truk memompa asam fosforik ke dalam tangki yang berisi sodium hipoklorit di sebuah kolam renang
  • Maret 1985, Westmalle, Belgia. Asam Hidroklorik dipompa ke dalam sebuah tangki yang berisi sisa dari sodium hipklorit
  • November 1984, Slaitwaite, UK – Sebuah pabrik meminta pengiriman dari sodium hipoklorit namun menerima larutan Ferik Klorida (larutan bersifat asam). Ferik klorida kemudian ditransfe ke tangki sodium hipoklorit.
  • September 1984, Hinckley, UK – asam hidroklorik ditransfer ke dalam sebuah tangki yang berisi sodium hipoklorit.

Gambar contoh zat kimia yang tidak kompatibel

Lantas, apa yang dapat kita lakukan?

  • Pahami bahaya dari interaksi berbagai macam zat kimia yang inkompatibel. Untuk memudahkan dalam pemahaman, CCPS telah membuat sebuah program komputer yang dapat mengidentifikasi inkompatibiltas dalam pencampuran zat kimia. Program tersebut bernama Chemical Reactivity Worksheet yang dapat diunduh di sini
  • Selalu periksa dan periksa kembali semua dokumentasi dan pelabelan dari pengiriman bahan mentah agar kita bisa yakin bahwa kita mendapatkan zat kimia yang sesuai dengan pesanan
  • Ikuti prosedur dari pabrik dalam mengidentifikasi bahan mentah dan membongkar zat kimia tersebut
  • Pastikan seluruh pipa dan peralatan bahan kimia telah diberikan label yang tepat. Pastikan juga tidak ada sambungan antar pipa yang dapat menghubungkan material yang tidak kompatibel
  • Jika area bongkar zat kimia memiliki pipa yang membingungkan atau zat kimia yang tidak kompatibel harus dibongkar di lokasi yang berdekatan, beritahu isu ini ke manajer Anda atau teknisi agar mereka dapat merubahnya
  • Pengemudi truk dari pemasok bahan mentah harus familiar dan paham terhadap fasilitas-fasilitas bongkar muat dan prosedurnya. Pastikan juga mereka membongkar material ke dalam tangki yang benar.

REFERENSI

Center for Chemical Process Safety. 2017. “Mixing incompatible chemicals in storage tanks.” Safety Beacon. February 1. Accessed February 13, 2017. https://www.aiche.org/sites/default/files/beacon/201702beaconenglish_1.pdf.

 

Occupational Hazard Band: Metode Analisis Bahaya Kesehatan dari Paparan Zat Kimia

Metode penilaian bahaya (risk assessment) yang digunakan untuk mengukur bahaya zat kimia telah sangat banyak dan telah dipakai dalam jangkau waktu yang lama. Namun, analisis bahaya kesehatan, khususnya untuk bahaya dari bubuk dan nanomaterial yang memiliki karakter dan kemampuan untuk bereaksi spesifik, masih perlu terus dikembangkan agar dapat sesuai dengan kondisi tempat kerja sekarang.

OverpackGambar 1. Ilustrasi Penanganan Zat Kimia

Sumber: http://www.iptsbh.com/en/health-and-safety/handling-chemical-safety/

Adalah Gridelet dan kawan kawan yang mengusulkan sebuah metode baru untuk menilai bahaya kesehatan dari zat kimia. Metode ini bernama Occupational Hazard Band yang telah ia kenalkan dalam jurnalnya berjudul “Proposal of a new risk assessment method for the handling of powders and nanomaterials” dan dapat diakses oleh publik di situs NCBI.

Metode yang ia usulkan adalah berdasarkan pendekatan “Control Banding” (CB) yang telah digunakan oleh dunia industri dalam beberapa decade terakhir karena metode ini relatif mudah dilakukan oleh operator. Secara prinsip, metode ini membandingkan data toksikologi dengan kesimpulan yang didapatkan dalam skenario pajanan. Metode ini menggunakan beberapa informasi yang mudah didapatkan dalam situasi setiap hari, sederhana, dan dapat digunakan untuk semua zat kimia khususnya yang bersifat bubuk (powder)

Occupational Hazard Band

Pendekatan baru untuk menilai resiko khususnya bubuk termasuk bubuk yang berjenis nanomaterial telah dikembangkan berdasarkan metode Occupational Hazard Band (OHB) yang secara luas digunakan dalam industri kimia. Dalam metode OHB, klasifikasi bahaya (Hazard) tidak diubah, hanya pengendalian pajanan yang diubah.

Metode ini digunakan secara baik dalam pencegahan pajanan material yang masuk melalui jalur udara (airborne), apapun ukuran partikelnya. Metode ini merumuskan tingkat resiko berdasarkan 7 parameter yang meliputi: karakteristik material yang digunakan, potensial emisi, kondisi dalam penggunaan, durasi pemakaian dan frekuensi.

Metode ini menggunakan seni dan data yang tersedia secara mudah dalam MSDS dan operasional sehari hari dalam tempat kerja. Hasil dari penilaian kemudian dimasukkan dalam matriks bahaya dan pajanan dari 4 level prioritas yang telah ditentukan seperti pada OHB klasik yang digunakan untuk zat kimia murni. Pendekatan ini mengisi celah dalam penilaian resiko dan menghindari “pengucilan” semua tahap OHB sebelumnya namun tetap pendekatan ini mudah untuk diakses oleh seluruh pekerja.

Alur melakukan penilaian bahaya kesehatan dari zat kimia menggunakan OHB adalah sebagai berikut:

Gambar 1Gambar 2. Alur Penggunaan Metode OHB

Tahap-tahap Menentukan Level Risiko

Berikut adalah tahap-tahap dalam menentukan level resiko kesehatan dari paparan kimia dengan metode OHB:

  1. Menentukan tipe OHB

Tipe OHB dapat ditentukan dengan menggunakan tabel 1 di bawah dengan bantuan informasi zat kimia yang ada di dalam MSDS

Tabel 1. Tipe OHB

Table 1.

  1. Menentukan nilai Parameter paparan

Tentukan nilai parameter-parameter dalam penggunaan zat kimia dengan bantuan tabel 2 di bawah ini. Pada masing-masing parameter, terdapat nilai yang digunakan dalam penentuan total level resiko

Tabel 2. Nilai Parameter Paparan

Table 3

  1. Menentukan hasil risk assessment

Hasil dari nilai parameter kemudian dimasukan ke dalam formula berikut:

IEx = H × S × E × C × Q × (F + D)

Di mana nilai H,S,E,C,F, dan D adalah nilai parameter paparan yang dapat diperoleh dari tabel 3. Nilai ini dan nilai Tipe OHB kemudian dimasukkan ke dalam matrix resiko sehingga dapat diperoleh nilai akhir resiko

Tabel 3. Nilai Resiko Akhir

Table 4. Risk matrixTabel di atas menunjukkan bahwa terdapat 4 level akhir resiko yang diwakili oleh warna-warna dalam sel matrix:

  1. Biru: Tidak diperlukan adanya perbaikan
  2. Hijau: Situasi yang masih dapat diterima
  3. Kuning: Situasi di mana zat kimia harus digunakan secara hati-hati
  4. Merah: Situasi yang tidak dapat diterima, perbaikan mutlak diperlukan.

Contoh dan informasi Lebih lanjut mengenai metode ini dapat diakses dari link berikut.

Referensi

Laurent G, Philippe D, Laurent H.et.al,. Proposal of a new risk assessment method for the handling of powders and nanomaterials, Ind Health 2014;Oct; 53(1):68-56

Sistem Harmonisasi Global / Globally Harmonisastion System (GHS)

Sebelum tahun 2000, Negara-negara di dunia mengenal sistem pelabelan yang berbeda untuk produk kimia yang beredar dalam Negara masing-masing. Hal ini tentu menyulitkan bagi produsen dan pekerja apabila terdapat zat kimia yang beredar lintas Negara. Bagi produsen akan kesulitan untuk merubah label kimia di bungkus (packaging) produk mereka sedangkan bagi pekerja akan kesulitan untuk mengerti arti dari lambang bahaya yang terdapat di produk sehingga dapat mengakibatkan resiko kecelakaan akibat bahan kimia semakin meningkat. Di bawah…

"Sistem Harmonisasi Global / Globally Harmonisastion System (GHS)"