Aspek PersonalErgonomik

4 Bahaya Bekerja di Rumah (Working From Home)

Tidak dipungkiri pandemic Covid-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Aspek kesehatan, sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan merupakan beberapa aspek yang secara nyata mengalami dampak kejadian pandemi ini. Dalam aspek sosial dan budaya, keberadaan Covid-19 mengubah cara seseorang untuk bekerja. Transmisi Covid-19 yang dapat ditularkan dari manusia ke manusia (human transmission) membuat jaga jarak menjadi sebuah keharusan.

Konsep untuk bekerja dari mana saja (remote working) sebenarnya sudah mulai digaungkan oleh banyak negara. Remote working ini dinilai mempunyai berbagai macam keuntungan yaitu peningkatan komitmen terhadap perusahaan, penciptaan kepuasan kerja, pemotongan aspek finansial, dan juga peningkatan fleksibilitas (Felstead and Henseke, 2017).  Didukung dengan perkembangan teknologi yang mumpuni, Finlandia adalah salah satu negara yang sudah mulai menerapkan konsep remote working (BBC, 2019).

bahaya bekerja di rumah
ilustrasi bekerja di rumah

Pada 2020 Indonesia “dipaksa” untuk menerapkan konsep remote working yang populer dengan nama Work from Home. Keterpaksaan ini disebabkan oleh kemunculan pandemic Covid-19 yang mengharuskan para penduduk Indonesia untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Indonesia mau tidak mau merombak dan beradaptasi dengan sebuah sistem kerja yang baru. Twitter dan Facebook adalah contoh perusahaan yang pada akhirnya menerapkan kebijakan WFH secara permanen (CNBC; www.theverge.com). Konsep WFH ini tentu saja tidak dapat diterapkan pada semua jenis pekerjaan. Pekerjaan yang berhubungan dengan proses produksi secara langsung, misalnya, tidak akan maksimal jika menggunakan konsep WFH.

Meskipun dinilai memiliki banyak manfaat, pada dasarnya sama seperti sebuah cara kerja konvensional, konsep WFH memiliki bahaya dan risiko K3 tersendiri. Bahaya bekerja di rumah dan risikonya tersebut antara lain:

1.Posisi Kerja Janggal dan Working Station tidak Ergonomis

Bekerja di rumah berarti beradaptasi dengan tempat kerja yang ada di rumah. Tidak semua rumah pekerja memiliki tempat kerja yang disesuaikan dengan antropometri tubuh. Tempat kerja/kantor pasti telah menyesuaikan working station dan posisi kerja seergonomis mungkin bagi pekerja. Untuk mengatasi hal ini, hal yang perlu kita pahami bersama adalah posisi kerja yang baik. Usahakan untuk bekerja dengan posisi netral sehingga bekerja dengan cara berbaring di tempat tidur harus dihindari. Posisi kerja yang tidak baik akan berisiko mengganggu tulang dan otot sehingga dikhawatirkan dapat mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDS).

Posisi duduk yang ergonomis
sumber: www.ergonomics-info.com

2. Computer Vision Syndrome

Penggunaan laptop secara lama dapat menyebabkan CVS. Menurut Kementerian Kesehatan (2020), CVS ini adalah sekumpulan gejala pada mata dan leher yang disebabkan oleh penggunaan komputer/layar monitor yang berlebihan. Hal ini bisa kita hindari dengan menerapkan 20-20-20 rule yaitu istirahat setiap 20 menit dengan cara memandang sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik (Kementerian Kesehatan, 2020).

3. Stress Kerja

WFH dapat mengaburkan konsep kehidupan “pribadi” dan “professional”. Hal ini terjadi karena biasanya kehidupan pribadi berada di “rumah” sementara kehidupan professional berada di “kantor”. Peleburan tempat kerja ini dapat membuat seseorang menjadi tertekan dan merasa tidak mampu untuk meciptakan keseimbangan kehidupan “pribadi” dan “professional”. Hal yang bisa kita lakukan adalah membuat batasan antara dua hal tersebut misalkan membuat daftar yang harus dikerjakan dalam sehari, membuat komitmen untuk bekerja pada jam yang pasti, dan tetap melakukan hobi sehingga terhindar dari stress.

4. Kebakaran

Penggunaan gawai yang meliputi laptop dan telepon genggam sepanjang hari dapat memicu terjadinya panas terhadap barang elektronik tersebut. Penggunaan laptop dan telepon genggam bersamaan dengan proses pengisian baterai juga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kebakaran. Seperti yang kita ketahui, kebakaran dapat terjadi jika terdapat sumber panas, oksigen, bahan bakar, dan juga rantai kimia secara bersamaan (fire tetrahedron) (www.firesafe.org.uk). Semua hal di rumah dapat berperan menjadi bahan bakar. Untuk menghindari hal ini, kita harus memastikan bahwa penggunaan alat elektronik tersebut tidak berlebihan. Penyediaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), penggunaan karung goni basah. Maupun pasir basah juga dapat dilakukan apabila telah terjadi kebakaran kecil.

Meskipun bekerja dari rumah memiliki banyak keuntungan, ternyata WFH juga mempunyai beberapa bahaya dan risiko K3 yang perlu kita perhatikan agar kesehatan dan keselamatan kita senantiasa terjaga di masa pandemi ini.

Itulah tulisan tentang 4 bahaya bekerja di rumah (working frome home). Tentunya, penulis akan merasa sangat senang berkolaborasi dan bekerjasama dengan pembaca sekalian.

Referensi

Felstead and Henseke. 2017. Assessing the growth of remote working and its consequences for effort, well- being and work- life  balance. New Technology, Work, and Employment.

BBC. 2019. Why Finland Leads the World in Flexible Works. Available from: https://www.bbc.com/worklife/article/20190807-why-finland-leads-the-world-in-flexible-work (Accessed 28 May 2020)

CNBC. 2020. Twitter tells employees they can work from home ‘forever’. Available from: https://www.cnbc.com/2020/05/12/twitter-tells-employees-they-can-work-from-home-forever.html (Accessed 28 May 2020)

The Verge. 2010. Mark Zuckerberg on Taking His Massie Workforce Remote. Available from: https://www.theverge.com/2020/5/21/21265780/facebook-remote-work-mark-zuckerberg-interview-wfh (Accessed 28 May 2020)

Kementerian Kesehatan. 2020. Computer Vision Syndrome. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/page/6/apa-itu-cvs-computer-vision-syndrome (Accessed 28 May 2020)

Kementerian Kesehatan. 2020. Yuk, Simak Teknik Pencegahan Computer Vision Syndrome (CVS) dengan 20-20-20 Rule. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/gangguan-indera/yuk-simak-teknik-pencegahan-computer-vision-syndrome-cvs-dengan-20-20-20-rule (Accessed 28 May 2020)

Fire Safe. 2020. Information about the Fire Triangle/Tetrahedron and Combustion. Available from: https://www.firesafe.org.uk/information-about-the-fire-triangletetrahedron-and-combustion/ (Accessed 28 May 2020)

Tampilan Penuh

Fandita Maharani

Dosen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di UPN Veteran Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close