Aspek OrganisasiAspek PersonalBudaya Selamat (Safety Culture)

HSOPSC Survey : Alat untuk Mengukur Tingkat Budaya K3 Pasien (Patient Safety Culture) di Rumah Sakit

Alhamdulillah anak saya yang pertama berhasil lahir dengan normal di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan. Selama proses persalinan dan pasca persalinan, pelayanan rumah sakit sangatlah memuaskan baik dari segi harga, tenaga medis, ataupun dari desain rumah sakit sendiri yang artistik. Namun ada satu hal mengganjal bagi saya di rumah sakit ini, yaitu mengenai keselamatan pasien (patient safety)

Banyak area keselamatan kerja yang perlu ditingkatkan pada rumah sakit tersebut. Semua tabung oksigen besar di rumah sakit tersebut tidak ada yang diikat, kondisi tersebut sangat berbahaya apabila terjadi gempa bumi atau tersenggol sehingga tabung oksigen tersebut jatuh dan kemudian bisa meledak. Tidak adanya tombol gawat darurat di setiap lantai. Ada troli bayi yang kunci pengamannya bisa dibuka sehingga bisa menimbulkan risiko bayi jatuh dari troli.

Bahkan yang paling menyeramkan untuk saya adalah ketika istri sedang pembukaan 8-10, pendingin ruangan di tempat melahirkan mulai mengeluarkan air kondensat dan ada juga batu-batu es. Padahal di bawahnya persis ada stop kontak listrik serta ada istri saya yang sedang berjuang. Saya langsung minta matikan saja pendingin ruangannya dengan konsekuensi istri saya lahiran dalam kondisi temperatur ruangan yang “tidak bersahabat”.Gambaran di atas saya rasa dapat mewakili kondisi patient safety di rumah sakit-rumah sakit Indonesia.

Tidak banyak rumah sakit yang memperhatikan keselamatan pasiennya. Menurut WHO, dari setiap 100 rumah sakit pada waktu sembarang, 7 rumah sakit di Negara maju akan mengalami infeksi akibat pelayanan rumah sakit sendiri dan 10 rumah sakit di Negara berkembang juga mengalami hal yang sama. Jumlah pasien sendiri yang terkena penyakit akibat rendahnya patient safety menyentuh angka ratusan juta orang setiap tahunnya.

Patient safety harus mulai segera diterapkan oleh rumah sakit di Indonesia. Salah satu cara untuk menerepkan patient safety secara efektif adalah dengan membudayakan K3 di setiap kegiatan rumah sakit yang biasa disebut dengan patient safety culture.

icon_patient_safety

Sumber Gambar: http://www.health-first.org/images/icon_patient_safety.jpg

Patient safety culture adalah sebuah kerangka lengkap yang terdiri dari beberapa diminesi dan menunjukkan perilaku sukarela dalam memberikan keselamatan untuk patient safety. The Agency For Healthcare Research and Quality (AHRQ) telah membuat sebuah kuestioner untuk mengukur tingkat patient safety culture di Rumah Sakit.

Kuesioner tersebut bernama “Hospital Survey on Patient Safety Culture” (HSOPSC).
HSOPSC merupakan sebuah survey pengukuran patient safety culture yang terdiri dari beberapa dimensi. HSOPSC memiliki tujuan untuk:

• Meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja pada pegawai rumah sakit
• Diagnosis budaya k3 pada masing-masing unit rumah sakit
• Hasil kuesioner dapat digunakan untuk Meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit
• Identifikasi peningkatan dalam waktu ke waktu
• Evaluasi inisiatif pelaksanaan program K3
• Benchmarking (Perbandingan) membandingkan internal dan eksternal rumah sakit
• Sebagai bentuk ketaatan peraturan (Misal pada JCAHO)

Berikut adalah beberapa tautan terkait informasi lebih jelas HSOPSC:

• Jurnal HSOPSC, klik di sini
• Kuesioner HSOPSC, klik di sini
• Website AHRQ tentang deskripsi HSOPSC, klik di sini
• Panduan pengguna HSOPSC, klik di sini
• Jurnal Contoh Penerapan HSOPSC, klik di sini

Referensi

AHRQ. (2014, July). Hospital Survey on Patient Safety Culture. Retrieved July 4, 2014, from Agency of Healthcare Research and Quality: http://www.ahrq.gov/professionals/quality-patient-safety/patientsafetyculture/hospital/index.html
Jones, K. J., Skinner, A., Xu, L., Sun, J., & Mueller, K. The AHRQ Hospital Survey on Patient Safety Culture: A tool to plan and Evaluate Patient Safety Programs. AHRQ.
Premier. (2005). AHRQ Hospital Survey on Safety Culture (HSOPSC). PremierInc.
World Health Organization. (2014, June). 10 fact on patient safety. Retrieved July 4, 2014, from World Health Organization: http://www.who.int/features/factfiles/patient_safety/en/

Tampilan Penuh

Agung Supriyadi, M.K.K.K.

Health and Safety Manager di Perusahaan Multinasional, Master Degree di Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia. Selalu senang untuk berdiskusi terkait dengan K3

4 Comments

    1. Dear Mba anita,

      Saya copy hasil penelitiannya di http://www.ahrq.gov/professionals/quality-patient-safety/patientsafetyculture/hospital/userguide/hospcult.pdf

      To develop this survey, the researchers conducted a review of the literature pertaining to
      safety, accidents, medical error, error reporting, safety climate and culture, and organizational
      climate and culture. In addition, the researchers reviewed existing published and unpublished
      safety culture surveys and conducted in-person and telephone interviews with hospital staff. The
      survey was pretested with hospital staff to ensure the items were easily understood and relevant
      to patient safety in a hospital setting. Finally, the survey was pilot tested with more than 1,400
      hospital employees from 21 hospitals across the United States. The pilot data were analyzed,
      2
      examining item statistics and the reliability and validity of the safety culture scales, as well as the
      factor structure of the survey through exploratory and confirmatory factor analyses. Based on the
      analysis of the pilot data, the survey was revised by retaining only the best items and scales. The
      resulting Hospital Survey on Patient Safety Culture has sound psychometric properties for the
      included items and scales.
      The survey and its accompanying toolkit materials are designed to provide hospital officials
      with the basic knowledge and tools needed to conduct a safety culture assessment, along with
      ideas for using the data. Part One of the Hospital Survey presents issues inherent to the data
      collection process and the overall project organization. Part Two includes the survey form,
      followed by a separate overview of the included items, grouped according to the safety culture
      dimensions they are intended to measure and the reliability findings derived from the pilot data.
      A sample page from the Survey Feedback Report also is provided. Appendix A summarizes the
      development of the pilot survey. Appendix B is a journal article on the uses of safety culture
      assessments and their place in the clinical treatment environment.

      Semoga membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close