Artikel Tamu K3Aspek Organisasi

3 Tips Mendapatkan Harga Training K3 Murah Yang Kamu Tidak Tahu

3 Tips Mendapatkan Training Murah Yang PJK3 Tidak Mau Kamu Tahu... Baca dan Share Sebelum Safety Training Provider Minta Tulisan Ini Diturunkan !!

Good Morning Safety People,

Dari tahun Ke tahun, harga pelatihan dan sertifikasi di bidang HSEQ (Health Safety Environment and Quality) semakin tinggi. Naiknya harga sewa tempat, tingginya harga sewa peralatan dan naiknya harga fee trainer menjadi penyebab utama. Ditambah, penetapan harga dasar penjualan pelatihan yang ditetapkan bersama antara pemerintah dan asosiasi.

Banyak safety training provider /Perusahaan Pembina Jasa K3 (PJK3) yang bertahan dengan harga rendah terpaksa tidak bisa melanjutkan bisnisnya. Tebakan Anda Tepat, Kemungkinan besar mereka gulung tikar karena tingginya biaya (pasak) tidak sebanding dengan harga jual (tiang)

Bahkan penetapan harga dasar penjualan pelatihan tersebut dianggap tidak mampu membendung gugurnya para safety training provider tersebut.

Di sisi lain, kompetisi dan persaingan pekerja tetap membutuhkan para HSE dan Safety people untuk mengikuti berbagai pelatihan. Bukan hanya pelatihan untuk memenuhi peraturan pemerintah dan perusahaan (seperti pelatihan dengan lisensi kemnaker), tetapi juga pelatihan untuk mengupgrade diri dan kompetensi personil (seperti pelatihan dengan Sertifikasi kompetensi BNSP).

Jadi, sebagai Training Coordinator / HSE Coordinator / Bagian Personalia/HRD yang mengurusi training: Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan harga training yang murah di masa seperti ini ?

Dari Pengalaman kami >10 Tahun di Training Provider, Berikut 3 cara mendapatkan harga training yang murah:

safety training provider - katigaku.top-lsp transafe-Luki Tantra

1) Jumlah Peserta Lebih Banyak

Banyak Peserta = Murah

Jumlah Peserta yang banyak membuat kita memiliki Bargaining Power yang Lebih tinggi dari para Safety Training Provider. Kita bisa melakukan negosiasi menggunakan keuntungan dari jumlah/ banyaknya peserta yang akan ikut.

Tentu, Misalnya jika perusahaan memiliki 30 Orang yang akan ditraining, Overhead Cost yang akan dikeluarkan PJK3nya akan sama dengan 10 orang yang di training (kecuali sertifikasi)

peserta banyak training k3 murah
Peserta yang banyak membuat training K3 lebih murah

Logika Bisnisnya, Overhead Cost (Misalnya Fee Trainer, Sewa Ruang, Transportasi dan Akomodasi Instruktur) akan tetap, hanya Variable Cost yang bergerak sesuai jumlah peserta (Misalnya Biaya Sertifikat,Biaya Asesor/asesmen, makan siang dan snack).

Jadi, semakin banyak jumlah peserta yang akan kita ikutkan pelatihan, makin besar kemungkinan harga paket pelatihannya turun. Selalu kirim peserta lebih banyak.

2) Pembayaran Cash / Tunai

Seperti diinformasikan di atas: Perusahaan, termasuk PJK3 butuh cashflow dalam perputaran bisnisnya. Para Safety Training provider ini sangat menyukai membutuhkan pembayaran dengan tunai/ Cash On Delivery (COD). Ini sebabnya beberapa rekan PJK3 menyukai kerjasama pengadaan pelatihan dengan beberapa komunitas HSE. Karena pembayaran dengan tunai tersebut membantu cashflow mereka.

Mengenai cashflow ini pernah beberapa kali dibahas dalam training di Transwish. Berikut pentingnya cashflow dari berbagai sumber:

” Cash flow adalah aliran kas masuk dan kas keluar. Apabila kas masuk lebih besar dari kas keluar, maka terjadi cash flow positif/surplus, dan sebaliknya jika kas masuk lebih kecil dari kas keluar, maka terjadi cash flow negatif/defisit.

Kas masuk berasal dari penerimaan penjualan tunai, penerimaan pelunasan piutang, dan penerimaan pinjaman. Kas keluar terdiri dari pengeluaran biaya kegiatan unit bisnis antara lain pembayaran kepada supplier, pembayaran pajak, pembayaran angsuran pengembalian pinjaman, pengeluaran biaya operasi, dan biaya-biaya lainnya.

Tidak jarang terjadi suatu unit bisnis membukukan angka profit yang tinggi namun ternyata didapat lebih banyak dalam bentuk piutang (apalagi piutang yang macet) sehingga mengakibatkan saldo kas rendah atau bahkan minus, maka hal ini akan mengakibatkan cash flow perusahaan terganggu dan menjadi masalah, karena tetap dibutuhkan dana tunai/cash untuk menjalankan kegiatan operasional suatu bisnis.

Dengan demikian, antara profit dengan cash flow, manakah yang lebih penting? Begini, meski profit rendah atau bahkan kegiatan usaha suatu unit bisnis sedang merugi, namun jika tersedia cukup cash, maka bisnis masih bisa jalan dan kemudian tinggal merencanakan strategi baru untuk meningkatkan profit pada periode berikutnya.  

Di sisi lain, jika suatu unit bisnis membukukan angka profit yang tinggi, tetapi tidak ada dana cash, maka cash flow unit bisnis pasti terganggu, bahkan bisa mengakibatkan saat itu juga kegiatan usaha unit bisnis terhenti.

Namun demikian, sebaiknya profit dan cash flow digunakan sebagai bahan analisis secara bersamaan, karena pada dasarnya keduanya merupakan suatu kesatuan sistem dalam menentukan kuat dan berkembangnya suatu bisnis.”

Beberapa PJK3 mau menerima system pembayaran dengan tempo (misalnya H+14 atau H+30). Tapi dengan begini harga tidak bisa turun karena mereka harus memperhitungkan manajemen arus kas ini.

Jadi kalau mau lebih murah lagi, setelah memastikan kita memiliki jumlah peserta yang banyak, informasikan jika kita  meminta diskon lagi karena akan membayar dengan tunai.

3) Ini yang paling Bisa Menghemat Biaya Training: Lakukan Trainingnya Secara Inhouse

Dari Ketiga tips yang dibagikan disini, ini yang saya rasa paling memberikan keuntungan bagi perusahaan. Ya, melakukan trainingnya secara inhouse di dalam perusahaan dengan mengundang instrukturnya.

Ada beberapa keuntungan kita melakukan Inhouse

  • Praktek Menggunakan Alat Sendiri

Ini Keuntungan yang paling baik. Pelatihan bisa menggunakan Alat sendiri. Instruktur dapat hadir sehari lebih awal untuk memeriksa peralatan yang digunakan untuk pelatihan. Terutama untuk pelatihan yang menggunakan alat teknis seperti Forklift, Crane, P3K AED, Alat berat, dan sebagainya.

Sering sekali kita mengirimkan peserta namun dirasa kurang puas dengan alat prakteknya. Karena pelatihan bersifat public (Public Training), maka pelatihan yang dilakukan pun menggunakan peralatan yang umum saja.

Baca Juga mengenai Peralatan EPIRB, Suar Sinyal / Flare, Life Jacket dan Liferaft yang penting untuk Anda

  • Peserta Tidak Perlu Mobilisasi

Di zaman saat ini, diharapkan pelatihan berjalan namun produksi dan koordinasi tidak terganggu.

Pertama, bagian HRD/Personalia tidak perlu pusing mengurusi transportasi dan akomodasi peserta yang akan dikirim mengikuti pelatihan. Bayangkan, mengurusi 2-3 orang saja mungkin rumit, apalagi jika jumlahnya banyak (10-30 orang mungkin).

Kedua. Dengan Pelatihan In House, peserta masih tetap berkoordinasi karena masih berada di lingkungan perusahaan. Untuk peserta level operator mungkin tidak terlalu banyak dibuthkan koordinasi. Namun untuk level yang lebih tinggi, tidak mudah menggantikan posisi dan koordinasinya.

Pastikan peserta pelatihan tidak terlalu sering dipanggil keluar kelas untuk berkoordinasi karena akan kontra produktif dengan tujuan training.

  • Biaya Bisa Tawar Menawar Dengan Safety Training Provider

Harga bisa tetap ditekan murah jika kita dapat bernegosiasi dengan provider. Intinya hanya berani bernegosiasi dengan provider. 

Soal Transportasi; Transportasi / Jemputan dari Bandara ke hotel atau tempat training, kita bisa menggunakan kendaraan perusahaan atau mengatur penjemputan daan pengantaran dengan taksi online. Kita juga bisa menawarkan perjalanan menggunakan kereta alih alih pesawat untuk moda Transportasi team instruktur.

Soal Akomodasi; Kita bisa menggunakan mess perusahaan atau menawarkan hotel bintang tiga terdekat untuk alternative.

Soal Konsumsi; Di masa modern ini banyak alternative untuk konsumsi, terutama di kota kota besar. Jika zaman dahulu kita mesti sedia transportasi khusus untuk menjemput dan mengambil makanan, saat ini banyak system delivery yang sudah ada. Yang Paling mudah? Pesen saja makanan melalui Ojek Online.

Pastikan saja apa yang kita sajikan tersebut “PANTAS” untuk tamu. Transportasinya, Akomodasinya dan Konsumsinya. Pantas itu bagaimana? Kalau dirasa kurang sesuai untuk tamu Perusahaan/ Vendor Level A, pilih yang lain.

Kekurangan dari Tips ketiga ini hanya sedikit ribet mengatur akomodasi dan transportasi intruktur dan tenaga kepelatihannya.

Nah itu tadi 3 Tips untuk membuat harga pelatihan lebih murah dan berbagai tips untuk bernegosiasi dengan vendor safety training provider. Semoga Sukses dan mendapatkan harga yang terbaik untuk Anda.

Luki Tantra

Trainer Sertifikasi BNSP I Asesor LSP Transafe

Baca Tulisan Saya Yang lain Di Sini

Source

https://www.syariahsaham.com/2018/05/pentingnya-mencermati-arus-kas-cash-flow.html

https://transwishindonesia.com/tag/cash-flow-management-training/

Tampilan Penuh

Luki Tantra

Associate Trainer HSE I Asesor LSP Transafe

Komentar Anda?

Back to top button
Close