8 Tips untuk Lulusan Baru dalam Mencari Pekerjaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Ratusan hingga ribuan lulusan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dihasilkan setiap tahunnya oleh Perguruan Tinggi Negeri ataupun Perguruan Tinggi Swasta di Seluruh Indonesia. Jumlah ini tentunya menggembirakan karena memang Indonesia masih membutuhkan banyak K3 mengingat tingkat kecelakaan kerja di Indonesia yang masih tinggi.

Namun, di sisi lain, lulusan yang begitu banyak ini harus bersaing satu sama lain untuk mendapatkan lapangan pekerjaan yang sudah diisi oleh para seniornya. Belum lagi dalam dunia K3, mereka tak hanya bersaing dengan lulusan K3 saja tapi juga bersaing dengan lulusan teknik, medik, bahkan sastra untuk mendapatkan pekerjaan di dunia K3.

Berikut adalah tips untuk para lulusan baru (fresh graduate) dalam mencari pekerjaan di dunia K3:

  • Menjadi excellence di kehidupan akademik dan sosial

Meraih indeks prestasi yang tinggi ketika kuliah adalah hal yang bagus namun kehidupan kuliah tidaklah seperti kehidupan SMA yang hanya fokus kepada hasil akhir di rapot. Saat kuliah, kita bisa menjadi lebih luar biasa dengan mengikuti berbagai kompetisi, konferensi atau penulisan jurnal untuk menambah wawasan kita. Kita juga dituntut agar bisa bermanfaat kepada lingkungan sekitar dengan berbagai macam kegiatan organisasi.

Prestasi di luar akademik di atas akan menjadikan kita memiliki banyak soft skill yang tidak pernah diajarkan di kehidupan intra akademik. Prestasi-prestasi tersebut juga akan memperkaya Curriculum Vitae kita. Selain itu, tabungan-tabungan kebaikan dalam berbagai macam aktivitas kita di luar akademik juga akan menjadi pembuka jalan kita untuk mencari penghasilan yang baik.

  • Pekerjaan dimulai saat magang bukan saat lulus

Biasanya, mahasiswa akan diminta magang oleh kampus pada saat semester-semester akhir. Beberapa mahasiswa lebih memilih masa magang yang singkat daripada masa magang yang panjang karena ingin cepat kembali ke keluarga atau ingin segera mengerjakan skripsi.

Magang yang singkat memang di satu sisi memiliki keuntungan seperti di atas, namun magang yang singkat juga membuat kita kehilangan banyak kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah kita dapatkan di bangku kuliah ataupun mendapatkan ilmu baru dari proses magang.

Gambar 1. Ilustrasi Wawancara Kerja

http://www.happyfox.com/blog/most-effective-customer-service-interview-questions/

Selain itu, sebagai fresh graduate, hal yang pasti ditanyak oleh pewawancara kerja adalah “berapa lama dan di mana Anda magang?”. Di saat pertanyaan itu diajukan, jawaban yang diharapkan adalah masa yang lebih lama untuk magang dan perusahaan yang representatif sebagai tempat kita magang.

  • Sertifikasi harus sesuai dengan kompetensi

Sertifikasi bagi fresh graduate di bidang K3 memang menjadi sebuah problem. Hal ini dikarenakan banyak lowongan kerja di K3 yang mempersyaratkan Ahli K3 Umum sementara untuk menjadi Ahli K3 Umum harus memiliki pengalaman 2 tahun sesuai dengan amanah UU 1 1970.

Seharusnya, sertifikasi Ahli K3 Umum ini menjadi kewajiban perusahaan bukan kewajiban profesional K3. Perusahaan idaman untuk menjadi tempat kerja adalah perusahaan yang lebih mementingkan kompetensi daripada sertifikasi. Hal ini penting karena beberapa orang yang memiliki sertifikasi di dunia K3 namun masih kesulitan untuk membedakan Bahaya dan Resiko ataupun membuat Job Safety Analysis.

Jika Anda memutuskan untuk memiliki sertifikasi, pastikan kompetensi yang ada miliki sudah sesuai dengan apa yang menjadi ekspektasi kita, penyelenggara pelatihan ataupun pemberi kerja. Ingatlah bahwa tanggung jawab kita sangat berat untuk memastikan orang lain selamat.

  • Membaca banyak referensi keilmuan

Kadang, salah satu penyakit dari lulusan K3 dari perguruan tinggi adalah rasa sombong dan menganggap ilmu yang dia kuasai sudah cukup untuk membuat tempat kerja selamat. Ini adalah sebuah pendapat yang keliru karena ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah sangatlah sedikit.

Di tempat kerja masih banyak ilmu yang didapatkan. Selain itu, referensi-referensi lain baik itu buku, artikel, jurnal di bidang K3 juga sangat banyak dan mudah diakses di internet, milist atau grup komunitas K3. Kita hanya memerlukan rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan Bahasa Inggris untuk dapat memahami lebih banyak referensi K3.

Semakin banyak kita membaca referensi di K3, maka kita akan merasa semakin bodoh. Artinya, kita akan merasa bahwa ilmu yang kita dapatkan masih terlalu sedikit dan akan mencari tambahan ilmu yang lain. Ilmu-ilmu ini kelak akan sangat berguna untuk kita menciptakan tempat kerja yang lebih selamat.

  • Melamar ke banyak perusahaan

Saat ini sudah banyak sarana untuk mencari lowongan. Kita bisa mendapatkan lowongan pekerjaan K3 terbaru di milist, jobstreet, linkedin ataupun dengan sarana lain. Sarana-sarana ini memudahkan kita untuk mengirim lamaran sebanyak-banyaknya.

Namun, banyaknya sarana ini kadang tidak disertai dengan kecerdasan kita dalam melamar kerja. Beberapa orang mengirim lamaran kerjanya hanya dengan melampirkan curriculum vitae saja di email tanpa adanya surat pengantar di body email. Beberapa orang lebih parah lagi ada yang hanya mengetik “interested” di Linkedin.

Untuk mengirim lamaran kerja yang baik, kita harus mempersiapkan curriculum vitae yang ringkas dan berkualitas maksimum sebanyak 2 lembar saja. Sebaiknya curriculum vitae disimpan dalam bentuk pdf kemudian dikirim melalui email dengan surat pengantar yang diketik di body email.

  • Menjadi kandidat idaman dalam wawancara kerja

Setelah Anda dipanggil untuk wawancara kerja di tempat yang Anda lamar, datanglah tepat waktu dengan penampilan yang terbaik.

Jangan hanya menyiapkan penampilan, Anda juga harus menyiapkan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang mungkin keluar. Anda juga harus mempelajari perusahaan yang mewawancarai Anda karena pastinya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan dipengaruhi oleh latar belakang perusahaan tersebut.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan bukti-bukti pendukung untuk memperkuat jawaban Anda. Bukti pendukung ini termasuk sertifikat pelatihan, sertifikat prestasi atau bukti Indeks Prestasi Anda.

  • Jangan putus asa ketika belum mendapat kerja

Setelah wawancara kerja, Anda tentunya akan menunggu apakah lamaran Anda diterima atau tidak. Jika diterima, maka itu keputusan Anda apakah akan masuk perusahaan tersebut atau menolak dengan baik dan mencari perusahaan yang lain.

Jika ditolak, maka anggaplah Anda telah menambah pengalaman dalam wawancara kerja yang dapat bermanfaat untuk wawancara kerja Anda selanjutnya. Anda tentunya dapat mencoba untuk melamar kembali di tempat lain dan memang setiap orang berbeda rezekinya. Ada yang bisa langung bekerja di tempat magangnya, ada yang harus melamar hingga ke puluhan atau ratusan perusahaan seperti saya atau bahkan harus melamar di bidang lain karena tidak ada posisi K3 yang bisa didapatkan.

  • Mengapa harus menjadi karyawan?

Menjadi karyawan di perusahaan besar dan terkenal adalah sebuah hal yang luar biasa, namun menciptakan perusahaan sendiri dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain adalah sebuah hal yang lebih luar biasa lagi. Maka janganlah Anda berputus asa jika memang lowongan Anda belum diterima.

4 Tahap Evaluasi Pelatihan K3 dengan Model Kirkpatric

Banyak rekan-rekan profesional keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang mengeluhkan kompetensi calon personil K3 yang akan bergabung dengan tim mereka. Beberapa orang yang akan direkrut padahal sudah memiliki pelatihan k3, sertifikat Ahli K3 Umum ataupun lulusan S1 jurusan K3, namun masih tidak mampu menjelaskan perbedaan antara bahaya dan resiko keselamatan kerja ataupun tidak mampu untuk menggunakan alat pemadam api ringan meskipun di pelatihannya atau di jalur pendidikannya sudah dijelaskan mengenai hal tersebut.

Di dalam tempat kerja, para profesional kerja juga sering menghadapi masalah di mana seseorang yang sudah diberikan pelatihan, beberapa pelatihannya berharga mahal, namun tidak mampu untuk menerapkan ilmu yang dia pelajari pada saat pelatihan untuk pekerjaannya sehari-hari.

Ini semua adalah salah satu pekerjaan rumah bagi seorang profesional keselamatan dan kesehatan kerja untuk dapat menjamin kualitas pelatihan yang diberikan ataupun peningkatan kompetensi seseorang yang didapat setelah pelatihan.

Pelatihan K3

Gambar 1. Ilustrasi Pelatihan K3

Sumber: http://www.nationalpeo.com/safety-training-classes/

Adalah Professor Donald Kirkpatrick dari Universitas Wisconsin yang telah menyusun model 4 tahap evaluasi pelatihan di tahun 1959 dan diperbaharui di tahun 1994. 4 model itu adalah:

  1. Reaksi (reaction)
  2. Pembelajaran (learning)
  3. Perilaku (behavior)
  4. Hasil (results)

Pelatihan K3

Gambar 2. Segitiga Model Kirkpatrick

Sumber: http://www.authorstream.com/Presentation/G.Deepak-1832406-kirkpatrick-evaluation-model/

Berikut adalah penjeasan untuk masing-masing tingkat pelatihan:

  • Reaksi

Tahap reaksi mengukur bagaimana orang yang dilatih bereaksi terhadap pelatihan. Kita ingin peserta pelatihan merasa bahwa pelatihan merupakan pengalaman yang sangat berharga dan kita ingin peserta merasakan kebermanfaatan dari pelatih, topic, material, presentasi dan tempatnya.

Tahap reaksi sangat penting untuk diukur karena pengukuran akan memberikan pengetahuan tentang seberapa baik pelatihan diterima oleh para peserta. Tahap ini juga membantu untuk meningkatkan kualitas pelatihannya ke depannya sekaligus juga mengidentifikasi area penting atau topik yang kurang dari pelatihan.

Cara untuk mengukur keberhasilan dalam tahap reaksi ini ada dalam pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah peserta pelatihan merasa pelatihan sangat berharga?
  • Apakah peserta yakin pelatihan sukses?
  • Apakah kelebihan dan kekurangan pelatihan?
  • Apakah mereka suka tempat dan gaya presentasi?
  • Apakah sesi pelatihan mengakomodasi gaya belajar masing-masing orang?

Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat diukur dengan menggunakan survey kepuasan pelatihan atau juga dapat melihat Bahasa tubuh peserta ketika pelatihan. Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, perubahan untuk peningkatan pelatihan bisa dilakukan.

  • Pembelajaran

Pada level pembelajaran ini, Anda harus mengukur apa saja yang dipelajari oleh peserta. Seberapa jauh pengetahuan peserta meningkat setelah pelatihan?

Ketika Anda merencanakan sesi pelatihan, Anda sebaiknya menyusun beberapa target dari pelatihan yang akan menjadi titik awal dari pengukuran. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara yang tergantung dengan tujuannya dan tergantung apakah Anda tertarik dengan perubahan pengetahuan, atau kemampuan atau sikap.

Untuk mengukur pelatihan, mulai dengan melakukan identifikasi apa yang Anda ingin evaluasi. Pengukuran yang dilakukan biasanya pada saat sebelum dan setelah pelatihan. Jadi, sebelum pelatihan dilakukan, Anda harus menguji peserta untuk mengetahui pengetahuan, tingkat kemampuan dan sikap mereka.

Setelah pelatihan selesai, peserta pelatihan bisa diuji lagi untuk kedua kalinya guna mengujji apa yang mereka pelajari atau dapat juga mengukur pelatihan dengan wawancara atau pengujian verbal.

  • Perilaku

Pada tingkat ini, Anda harus mengevaluasi seberapa jauh perubahan perilaku yang terjadi pada partisipan pelatihan setelah menerima pelatihan. Tahap ini secara khusus melihat bagaimana partisipan mengaplikasikan informasi yang ia dapat selama pelatihan.

Kita harus menyadari bahwa perilaku hanya dapat berubah dalam kondisi tertentu. Sehingga, kita harus paham bahwa apabila kita melewat pengukuran pada 2 tahap awal Level Kirkpatrick, kita tidak boleh memvonis bahwa tidak ada manfaat pelatihan bagi partisipan apabila perilaku tidak berubah karena bisa saja ada perubahan dalam tingkat pengetahuan.

Bagaimanapun, hanya karena perilaku belum berubah, itu tidak berarti bahwa peserta pelatihan tidak belajar apapun. Perubahan perilaku yang belum kelihatan bisa saja karena atasannya yang tidak mengizinkan untuk mengaplikasikan pengetahuan baru itu. Atau mungkin saja mereka telah belajar semua yang telah Anda ajarkan, namun mereka tidak memiliki keinginan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang ada.

Sangat sulit untuk dapat mengukur perubahan perilaku secara efektif. Pengukuran ini bisa dilakukan dalam waktu 1 minggu atau 1 bulan setelah pelatihan dilakukan.

Pengukuran bisa dilakukan dengan mempertimbangkan pertanyaan berikut:

  • Apakah peserta pelatihan melakukan salah 1 aspek pelatihan dalam kegiatannya sehari-hari?
  • Apakah peserta pelatihan mampu mengajarkan ilmu, perilaku atau sikap yang mereka dapatkan ke orang lain?
  • Apakah peserta pelatihan sadar bahwa terdapat perubahan perilaku yang mereka lakukan?

Pelatihan yang efektif mungkin terjadi pada saat sesi pelatihan. Namun, jika budaya organisasi tidak mendukung adanya perubahan perilaku, maka peserta pelatihan tidak akan mampu untuk menerapkan apa yang mereka pelajari.

  • Hasil

Pada tahap ini, Anda harus menganalisa hasil final dari pelatihan Anda. Ini termasuk hasil yang Anda atau organisasi Anda menilai pelatihan yang dilakukan baik untuk bisnis dan baik juga untuk pekerja

Pada semua tingkat, pengukuran hasil akhir pelatihan sepertinya adalah yang paling mahal dan paling menyita waktu. Tantangan paling besar adalah mengidentifikasi mana hasil, keuntungan atau hasil akhir yang paling dekat berkaitan dengan pelatihan dan datang dengan cara efektif untuk mengukur hasil yang ada dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa hasil yang harus disadari, tergantung dari tujuan pelatihan:

  • Meningkatnya masa bekerja pekerja
  • Meningkatnya produksi
  • Meningkatnya moral
  • Mengurangi limbah
  • Meningkatnya penjualan
  • Meningkatnya kualitas produk
  • Meningkatnya kepuasan pelanggan
  • Menurunnya aduan staf

Referensi:

Mindtools. (n.d.). Kirkpatrick’s Four-Level Training Evaluation Model. Retrieved Jun 16, 16, from Mindtools: https://www.mindtools.com/pages/article/kirkpatrick.htm

 

6 Jurusan K3 di Perguruan Tinggi Negeri Luar Jawa

Setelah sebelumnya membahas 14 Jurusan K3 di perguruan tinggi Pulau Jawa an 9 Jurusan K3 di Perguruan Tinggi Swasta, kini katigaku.com membahas mengenai 6 Jurusan K3 di Perguruan Tinggi Negeri Luar Jawa terutama untuk mereka yang ingin menimba ilmu K3 di luar Pulau Jawa.

  • S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3L) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (UNAND), Padang, Sumatera Barat.

Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Kesehatann Lingkungan (K3L) berada di dalam Program S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas. Tujuan Peminatan K3 di Unand adalah Mampu melakukan identifikasi dan mengukur agen lingkungan; melakukan analisis risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat, agen lingkungan penyebab risiko kesehatan, dan faktor lainnya; mengembangkan pengelolaan lingkungan secara makro dan mikro (institusi tempat kerja) yang efektif; dan menyusun alternatif kebijakan yang berorientasi langsung kepada perbaikan dan perlindungan lingkungan dan kesehatan. Mampu melakukan identifikasi bahaya dan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja, mampu melakukan kajian serta penerapan higiene industri di tempat kerja.

Prodi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas mendapatkan akreditasi B oleh Ban PT dan masih berlaku hingga 12 Agustus 2016.

Gambar 1. Gedung FKM UNAND

Sumber: https://alkahfiph.wordpress.com/kontak-kami/

  • S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU)

Seperti Unand, peminatan K3 USU juga berada dalam Program S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa K3 USU diharapkan Mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan lingkungan kerja, Mampu mengidentifikasi bahaya di lingkungan kerja, Mampu mengukur dan mengevaluasi faktor-faktor bahaya di lingkungan kerja, Mampu menjelaskan cara kerja yang aman dan sehat serta menetapkan pekerja sesuai dengan keahliannya, Mampu menjelaskan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Mampu menerapakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan kerja.

Terdapat kurang lebih 14 mata kuliah K3 yang akan dibahas dalam peminatan K3 USU ini, mulai dari K3 dasar, Toksikologi, Manajemen K3 hingga Kesehatan Kerja Perkebunan mengingat wilayah Sumatera Utara memang memiliki banyak daerah perkebunan. Akreditasi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat USU adalah B dengan nomor akreditasi 342/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2015.

Gambar 2. Kelas di FKM USU

  • S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3L) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan

Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Unsri berada dalam program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang baru dibentuk pada November 2008 lalu. Kelompok keilmuan FKM Unsri terdiri atas Kelompok Ilmu Administrasi Kebijakan Kesehatan, Kelompok Ilmu Biostatistik, Kelompok Ilmu Epidemiologi, Kelompok Ilmu Gizi Masyarakat, Kelompok Ilmu Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kelompok Ilmu Kesehatan Lingkungan, Kelompok Ilmu Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, yang saat ini terangkum dalam 3 bagian/jurusan. Pemilihan Jurusan/Bagian mahasiswa FKM Unsri dilaksanakan pada semester VII.

Beberapa mata kuliah K3 KL yang tersedia antara lain: Dasar-Dasar Kesehatan Kerja, Hygiene Industri, Penyakit Akibat Kerja, Sistem Manajemen K3, Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan, Toksikologi Lingkungan, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan, Pencemaran Lingkungan, Ergonomi.

Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya memiliki akreditasi B dengan nomor akreditasi: 192/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/IX/2013

Gambar 3. Mahasiswa Berfoto di Depan Gedung Unsri

Sumber: http://publishiafkmunsri.blogspot.sg/2014/02/pererat-silaturrahim-bem-km-unsri.html

  • S1 Peminatan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Peminatan Kesehatan kerja Universitas Udayana berada dalam naungan Program Studi Ilmu Kesehatan masyarakat Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Udayana. Program Studi kesmas ini telah berdiri sejak 16 April 2001 dan memiliki 8 peminatan yaitu: Epidemiologi, Gizi Kesmas, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Kesehatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, KIA Kesehatan Reproduksi, Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan.

Program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana telah memiliki akreditasi B dengan Nomor Akreditasi: SK BAN-PT No. 23/BAN-PT/Ak-XV/S1/VIII/2012.

Gambar 5. Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Sumber : https://hmkufkunud.wordpress.com/fk-unud/

  • S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan

Peminatan Keselamatan Kesehatan Kerja UNHAS berada di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan masyarakat. Program Studi Kesmas UNHAS telah mendapatkan akreditasi A dengan surat bernomor 051/BAN-PT/Ak-XIV/S1/I/2012.

Para mahasiswa K3 UNHAS diharapkan mampu menyelesaikan 15 mata kuliah wajib dari peminatan. Beberapa mata kuliah wajib Peminatan K3 UNHAS antara lain adalah Psikologi Industri, Penyakit dan Cidera Akibat Kerja dan K3 Rumah Sakit.

Gambar 6. Edutrip K3 UNHAS

Sumber: http://ohssfkmunhas12.blogspot.sg/

  • S1 Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan

Berada di dalam Prodi Kesmas, FIK, Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah banyak menghasilkan lulusan. Salah satu kegiatan K3 UIN Alauddin adalah kunjungan ke Pertamina Regional VII di Makassar di tahun 2014 lalu.

Program Studi Kesmas UIN Alauddin ini mendapatkan akreditasi B dari BAN PT dengan nomor akreditasi 328/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2015.

Gambar 7. Kunjungan K3 UIN Alauddin ke PERTAMINA

Sumber: http://www.uin-alauddin.ac.id/uin-4026-mahasiswa-peminatan-k3-kunjungi-pertamina-regional-vii.html

Referensi

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. (2016, Mar 3). Hasil Pencarian Program Studi. Retrieved from BAN-PT: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil-pencarian.php

Unit Penjaminan Mutu Universitas Hasanudin. (2016, Januari 26). Prodi S1 Kesmas. Retrieved Mar 6, 2016, from Fakultas Kesehatan Masyarakat: http://fkm.unhas.ac.id/konten-prodi-s1-kesmas.html

Universitas Andalas. (2016). Bagian Keselamatan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan. Retrieved Mar 3, 2016, from Universitas Andalas: http://fkm.unand.ac.id/?page_id=584

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. (2012). Profil. Retrieved Mar 6, 2016, from Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan: http://fik.uin-alauddin.ac.id/profil

Universitas Sriwijaya. (2010). Program Pendidikan. Retrieved Mar 2016, 3, from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya: http://www.fkm.unsri.ac.id/index.php/program-pendidikan

Universitas Sumatera Utara. (2015). Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Retrieved Mar 3, 2016, from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara: http://fkm.usu.ac.id/content/index/4/id_cnt_keselamatan

Universitas Udayana. (n.d.). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Retrieved Mar 6, 2016, from Universitas Udaya: https://www.unud.ac.id/in/prodi10-Ilmu%20Kesehatan%20Masyarakat.html

 

9 Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perguruan Tinggi Swasta Pulau Jawa

Meningkatnya permintaan ahli keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka jurusan Keselamatan dan kesehatan kerja (baca: link) namun juga terlihat dari semakin banyaknya perguruan tinggi swasta (PTS) yang membuka jurusan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). PTS ini sering dijadikan alternatif bagi para profesional yang sudah bekerja dan menginginkan waktu kuliah yang lebih fleksibel.

2Sumber: http://cohse.umich.edu/

Berikut adalah 9 Jurusan K3 yang ada di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Pulau Jawa

  1. S-2 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat  Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA)

Perkuliahan ini dibuka berdasarkan SK Departemen Pendidikan Nasional No. 373/D/T/2006 tanggal 28 September 2006. Kompetensi keselamatan disini masuk dalam konsentrasi kesehatan lingkungan dan biostatistika kesehatan. Program studi ini telah menjalin kerjasama dengan intansi pemerintah, dinas kesehatan, perguruan tinggi lain (UI & UNPAD) serta dunia usaha.

  1. S-1 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA)

Program Studi ini terdapat pada Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Program Studi ini telah terakreditasi B. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu peminatan dalam program studi ini.

  1. S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhamadiyah Jakarta (FKK-UMJ)

Program studi kesehatan masyarakat berdiri pada tahun 1996 dan merupakan program studi kesehatan pertama di DKI Jakarta. Prodi ini telah mendapatkan akreditasi B pada tahun 2001.

Dalam perkembangannya program studi ini memiliki 6 peminatan, yang salah satunya merupakan Kesehatan & keselamatan kerja (K3). Universitas ini terdapat di Jalan KH Ahmad Dahlan, Ciputat.

  1. D-IV Program Studi Kesehatan Keselamatan Kerja STIKes Binawan

Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja STIKes Binawan yang terdapat di Jl. Raya Kalibata, Jakarta Timur, mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi Sarjana Sains Terapan (S.ST). Mahasiswa diharapkan dapat memiliki ilmu dan seni untuk mengelola hazard (bahaya), risk (risiko) dan akibatnya, baik yang menganggu fisik maupun psikis, sehingga tercipta kondisi tempat kerja yang aman dan sehat dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja.

Program Studi ini mendapatkan Akreditasi B dari BAN PT dengan nomor akreditasi No.004/BAN-PT/Ak-VIII/Dpl-IV/VIII/2011

  1. S-2 Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja STIKes Binawan & STIAMI

Program studi ini merupakan kerjasama antara STIKes Binawan dengan STIAMI

  1. D1 & D3 Fire and Safety Akademi Minyak dan Gas (AKAMIGAS) Balongan, Indramayu

Pendirian AKAMIGAS Balongan dilaterbelakangi oleh daya tarik dari sektor minyak dan gas bumi yang memerlukan tenaga kerja yang mempunyai spesifikasi khusus.

Perkuliahan di AKAMIGAS Balongan mendapatkan izin dari SK Mendiknas No.167/D/O/2002 dengan akreditasi B dari BAN PT

Tujuan dari perkuliahan di Prodi ini adalah untuk menciptakan ahli madya bidang K3 Diploma 1 (1 tahun) dan Diploma 3 (3 tahun).

  1. S-1 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas MH. Thamrin

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri merupakan salah satu peminatan yang terdapat pada S-1 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas MH. Thamrin.

Universitas ini terletak di Jl. Raya Pondok Gede No 23-25, Kramat Jati, Jakarta Timur. Universitas ini mengedepankan ilmu kesehatan masyarakat berbasis ICT (Information Communication and Technology) sehingga mahasiswa diharapkan dapat bersaing di era globalisasi.

  1. S-1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonusa Esa Unggul

Konsentrasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terdapat pada Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Konsentrasi K3 yang terdapat ada dua, yaitu K3 Industri dan K3i atau Manajemen Rumah Sakit.

  1. S-1, Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Indonesia (URINDO)

Universitas Respati Indonesia terdapat di Jl. Bambu Apus I No. 3 Cipayung, Jakarta Timur. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu peminatan dalam program studi kesehatan masyarakat, fakultas ilmu kesehatan.

Demikian daftar beberapa PTS yang menyelenggarakan program studi atau sejenis terkait Keselamatan dan kesehatan Kerja. Nama-nama di atas tentunya tidak mencerminkan semua K3 di PTS Pulau Jawa karena bisa jadi ada jurusan K3 di PTS lain yang belum disebut dan masih bisa jadi alternatif bagi para profesional K3.

Referensi

All About Safety. (2015, November 19). 9 Kuliah Jurusan K3 Perguruan Tinggi Swasta (masih di Pulau Jawa). Retrieved November 19, 2015, from http://line.me/ti/p/%40allaboutsafety

6 Pelajaran dari ASSE untuk HSE Indonesia

10 Juli 2015 lalu, sebuah pabrik kosmetik di Kabupaten Bekasi terbakar. Kejadian tersebut menewaskan 22 karyawan di pabrik tersebut. Padahal, pabrik tersebut baru beroperasi 1 bulan saja dan beberapa hari lagi pabrik akan diliburkan untuk menyambut Hari Raya. Sampai saat ini belum jelas penyebab dan kronologis kecelakaan kerja yang masuk dalam kriteria katastropik itu.

Kecelakaan ini menjadi puncak Gunung Es dari buruknya kondisi Keselamatan Kerja di Indonesia. Pada tahun 2012, Jamsostek mencatat 9 kematian Pekerja Indonesia setiap harinya. Padahal, Jamsostek hanya melindungi total 30% dari seluruh pekerja Indonesia. Ini berarti angka kematian pekerja Indonesia sebenarnya bisa menembus hingga 3 kali lipat dari angka yang Jamsostek catat. Belum lagi masalah UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yang belum diamandemen. UU ini hanya mengganjar pelanggar Norma Keselamatan Kerja dengan uang maksimum 100 ribu saja.

Kejadian yang lebih buruk dari kecelakaan di atas terjadi di Amerika Serikat pada tahun 25 Maret 1911. Sebuah kebakaran menyelimuti Pabrik Garmen Triangle Shirtwaist. Pada saat kejadian, pintu-pintu Gawat darurat dikunci dan pintu akses sangatlah terbatas. Mereka hanya memiliki 27 ember air untuk memadamkan api yang sudah menyelimuti pabrik. Tragedi ini menelan 146 korban meninggal.

Tragedi ini mengingatkan dan menampar banyak orang atas pentingnya Keselamatan dan Kesehatan di tempat kerja. Salah satu pihak yang paling tertampar adalah para Inspektur dari United Association of Casualty Inspectors. Mereka kemudian membuat American Society of Safety Engineers (ASSE).

ASSE terbentuk pada 14 oktober dengan anggota dari para profesional yang memiliki kepeduliaan terhadap keselamatan pekerja. Organisasi ini menjadi Organisasi Profesional Keselamatan Kerja yang tertua bahkan salah satu yang terbaik di seluruh dunia.

Di Indonesia, banyak organisasi profesional keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan (K3L). Dari banyak organisasi tersebut, sedikit yang konsisten untuk memberikan kontribusi atau hanya untuk bertahan. Kabar baiknya, kini harapan baru untuk melihat organisasi profesional K3L yang kontributif dan konsisten muncul. Harapan baru itu bernama HSE Indonesia.

Belajar dari ASSE

HSE Indonesia adalah organisasi Para Profesional yang bergerak dalam bidang K3L. HSE Indonesia merupakan organisasi yang diawali dari diskusi-diskusi maling list, berkembang menjadi diskusi whats app dan kemudian menjadi sebuah organisasi di tahun 2014.

Sebagai organisasi baru, HSE Indonesia dapat belajar dari organisasi sejenis di Negara lain yang sudah banyak melakukan kontribusi untuk menyelamatkan pekerja. Contoh yang paling baik dijadikan contoh adalah ASSE. Kehadiran ASSE memberikan manfaat tidak hanya untuk warga Amerika Serikat tetapi juga untuk warga dunia.

Setidaknya terdapat 6 Pelajaran Penting dari ASSE untuk HSE Indonesia dalam membudayakan K3LH di Indonesia.

Gambar 1. Logo ASSE

clip_image001Sumber: http://www.picsauditing.com/blog/2013/06/asse-launches-new-risk-assessment-institute/

  1. Jaringan Profesional Safety yang luas

Anggota adalah nyawa dari sebuah organisasi. Tak mungkin sebuah organisasi bisa berkembang tanpa adanya anggota. Di tangan anggotanya lah, sebuah organisasi bisa maju atau malah bisa mundur.

HSE Indonesia meskipun baru 1 tahun berdiri tetapi telah mampu membuat 30 regional di seluruh Indonesia. Ratusan bahkan ribuan profesional Keselamatan Kerja Indonesia ada dalam Grup HSE Indonesia. Mereka tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia dengan berbagai macam latar belakang pendidikan dan profesi.

Berbeda dengan HSE Indonesia, ASSE hanya beranggotakan 62 orang inspektur di awal kelahirannya. Bahkan, 10 tahun setelah kelahirannya, keanggotaan ASSE hanya berjumlah 2500 orang. Namun kini, keanggotaan ASSE berkembang pesat. Tercatat lebih dari 35 ribu Praktisi K3L sebagai anggota ASSE. Tak hanya itu, keanggotaan ASSE tersebar di 80 negara seperti Meksiko, Arab Saudi, Australia dan Mesir.

  1. Meningkatkan Kompetensi Anggota

Banyaknya anggota tidak berbanding lurus dengan kualitas organisasi. Untuk alasan tersebut, setiap organisasi wajib untuk mengembangkan kompetensi anggotanya.

HSE Indonesia telah mengadakan berbagai pertemuan baik berupa kopi darat ataupun seminar. Acara ini ditujukan sebagai sarana bertukar informasi dan juga sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi anggotanya.

about-stock-photoGambar 2. Anggota ASSE

Sumber: http://www.asse.org/about/

Di tahun 1967, ASSE sudah berfikir cara untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan anggotanya. Sebuah panitia pun ditunjuk oleh ASSE untuk melakukan pencarian terkait dengan metode dan program uji dan sertifikasi yang dibutuhkan. 2 tahun kemudian Board of Certified Safety Professionals (BCSP) resmi dibentuk. Kini, sertifikasi ASSE yang bernama Certified Safety Professional (CSP) telah menjadi tanda kemampuan seseorang di bidang keselamatan kerja. Sertifikasi ini juga telah diakui oleh dunia internasional.

  1. Memperjuangkan Pembentukan Regulasi

Di Indonesia, regulasi sepenuhnya diinisiasi oleh pemerintah. Para Profesional K3 sebenarnya senang jika ada regulasi terkait dengan K3L yang baru karena akan ada tambahan pedoman untuk menerapkan prinsip K3 di tempat kerjanya. Namun, kenyataanya regulasi Indonesia masih dirasa kurang dibandingkan dengan banyaknya angka kecelakaan yang ada.

Di Amerika Serikat, ASSE mampu untuk memperjuangkan Undang-undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pertama di Amerika Serikat. Occupational Safety and Health Act diresmikan di Bulan Desember tahun 1970 setelah sejak 1968 diperjuangkan oleh ASSE. Undang-undang inilah yang menjadi Payung Legal utama dalam perlindungan nyawa Pekerja di Amerika Serikat. Undang-undang ini juga yang membangun Occupational Safety and Health Administration (OSHA) and the National Institute for Occupation Safety and Health (NIOSH).

  1. Membangun Standar Keselamatan Kerja yang berkelas dunia

Banyak diskusi-diskusi di Milist HSE Indonesia yang mempertanyakan standard keselamatan kerja. Standard yang ditanyakan mulai dari cara membuat Penilaian Resiko, jumlah APAR dalam suatu ruangan hingga menentukan Safety Integrity Level dalam suatu sistem.

Sayangnya, jawaban-jawaban yang diberikan oleh Praktisi Senior kebanyakan adalah Standard luar negeri. Hal ini bukan disebabkan tidak cinta Indonesia namun karena tidak adanya standard yang ditanyakan di Indonesia.

Ketika baru berdiri dulu, para anggota ASSE pun tidak memiliki standard dalam implementasi program K3. Namun, mereka tidak merasa tantangan tersebut sulit. Justru ASSE lah yang kemudian menciptakan banyak standard yang banyak dipakai di seluruh dunia.

Pada tahun 1935, ASSE telah membuat standard baru (Thresshold Limit Value) untuk Karbon Tetraklorida dan Zat Kimia lain. Kini, ASSE adalah sekertarat untuk 11 panitia American National Standard Institute (ANSI) yang bertanggung jawab untuk lebih dari 100 Standard Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Anggota ASSE juga bekerja untuk lebih dari 40 panitia Standar K3 termasuk 3 orang bekerja untuk International Organization for Standardization (ISO).

  1. Menciptakan jurnal keselamatan kerja

Penelitian adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penelitian yang baik dapat didokumentasikan dalam bentuk jurnal agar masyrakat dan profesional yang lain dapat mengambil pelajaran dari penelitian.

Di Indonesia, penelitian terkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebenarnya sudah banyak. Buktinya, setiap tahun ratusan Mahasiswa lulus dengan tugas akhir di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Namun, tugas akhir yang dibuat justru harus dikunci dengan rapat di perpustakaan dan sedikit yang bisa dipublikasikan dalam bentuk jurnal.

Di Amerika, ASSE sudah mulai menciptakan Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja sejak tahun 1956. Jurnal tersebut bernama Journal of the American Society of Safety Engineers. Pada tahun 1974, Jurnal ASSE berubah nama menjadi Profesional Safety. 5 tahun setelahnya, lebih dari 100 bagian ada dan keanggotan mencapai hingga 15.500 anggota dengan dana mencapai $1 Juta.

  1. Melibatkan masyarakat

Keselamatan kerja tidak melulu milik pekerja. Masyarakat pun perlu dilibatkan dalam bagian program keselamatan dan Kesehatan Kerja. Mereka harus mengajak anggota keluarga mereka yang berstatus pekerja agar bisa bekerja dan kembali dengan selamat.

HSE Indonesia, dalam peringatan ulang tahunnya, sudah sangat baik mengadakan berbagai macam lomba. Salah satunya adalah lomba mewarnai K3LH Online yang dapat diikuti oleh anak-anak anggota HSE Indonesia.

ASSE juga memiliki agenda serupa bertajuk Lomba Poster Internasional Tahunan ASSE Kid’s “Safety on the Job”. Lomba ini dapat diikuti oleh anak 5-14 tahun oleh anak-anak anggota ASSE di seluruh dunia. Lomba ini diklaim sebagai alat ASSE untuk mengedukasi anak-anak terkait dengan K3L.

HSE Indonesia harus terus berkontribusi dengan berbagai macam program untuk membuat Indonesia yang lebih aman dan selamat. HSE Indonesia, Bersama Pasti Bisa!

*)Tulisan ini berhasil menjadi Juara 1 Lomba Essay HUT HSE Indonesia dan dimuat dalam majalah IndoSafety

Daftar Pustaka

American Society of Safety Engineers. (2015). History. Retrieved September 8 , 2015, from The American Society of Safety Engineers: http://www.asse.org/about/history/

Setiawan, D. (2013, Februari 28). Naker. Retrieved September 8, 2015, from Antaranews: http://www.antaranews.com/berita/360749/jamsostek-setiap-hari-9-meninggal-karena-kecelakaan-kerja

Melanjutkan Studi di Program Magister (S2) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM UI

Seiring dengan perkembangan dunia kerja dan industri, keselamatan dan kesehatan kerja baik itu di dunia ataupun di Indonesia sudah mendapatkan perhatian dari pekerja dan juga dari pemberi kerja. Oleh karenanya, kesempatan bekerja bagi para profesional keselamatan dan kesehatan kerja terbuka lebar kini. Mereka bekerja tidak untuk diri mereka sendiri tapi untuk keselamatan pekerja seluruhnya.

Bagi para profesional yang ingin mengembangkan kompetensinya di dunia Keselamatan dan Kesehatan kerja, tak ada salahnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satu pilihan yang dapat diambil adalah Program Magister (S2) Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

S2 K3Program Magister K3 FKM UI berlokasi di Depok dan telah mendapatkan Akreditasi A dari BAN PT melalui sertifikat No.20/SK/BAN-PT/Akred/M/V/2014 yang berlaku hingga 2 Mei 2019. Program Magister K3 FKM UI memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Menciptakan lulusan yang mempunyai ketajaman analisis dan kemandirian berfikirdalam memahami K3dari segi akademis maupun segi praktis
  • Menciptakan lulusan yang mampu berfikir dalam kerangka sistem dalam rangka mengintegrasikan sistem manajemen K3ke dalam sistem manajemen perusahaan dan sistem kehidupan masyarakat umum.
  • Menciptakan lulusan yang mampu mengembangkan wacana sistem K3dalam setiap aspek kegiatan di perusahaan maupun dalam kehidupan masyarakat umum.

Untuk dapat belajar di Program Magister K3 FKM UI, seorang dengan gelar sarjana harus lulus dalam SIMAK UI semester Genap di antara Bulan Juni-Juli. Selain itu, mereka yang lulus SIMAK UI harus melakukan daftar ulang dengan melunasi biaya pendidikan yang meliputi Dana Pendidikan (di bayar hanya sekali di awal) sebesar IDR 8.500.000 dan Biaya Operational Pendidikan (dibayar per semester) sebesar IDR 12.000.000. Jumlah tersebut sesuai dengan Peraturan Rektor Universitas Indonesia nomor 4 tahun 2015 yang bisa diakses di sini.

Pada tahun 2015, total SKS yang harus diambil bagi seorang mahasiswa Magister hingga mendapatkan gelar M.KKK adalah 42 SKS. Perinciannya adalah sebagai berikut:

TABEL 1. Struktur Mata Kuliah Magister K3 FKM UI Tahun 2015

MATA KULIAH NAMA SKS SEMESTER
I II III IV
Wajib Fakultas Kesehatan Masyarakat Intermediate 2 2
Biostatistik Intermediate 3 3
Epidemiologi Intermediate 3 3
Wajib Program Studi Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 3
Faktor Manusia dan Pencegahan Kesalahan di tempat kerja 2 2
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lanjut 2 2
Penilaian dan Desain Ergonomi 3 3
Promosi Kesehatan Pekerja 3 3
Manajemen Higiene Industri 3 3
Keselamatan Kerja dan Manajemen Keselamatan Proses 3 3
Aplikasi Manajemen Risiko di Tempat Kerja 2 2
Metodologi Penelitian Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 3
Toksikologi Industri Lanjut 2 2
Manajemen Kebakaran dan Ledakan 2 2
Tugas Akhir Tesis 6 6
Jumlah 42 13 14 9 6

Program Magister K3 FKM UI ini telah banyak dipilih oleh profesional dari berbagai macam sektor Industri seperti Minyak dan gas, manufaktur, Institusi Pemerintahan, Fasilitas Medis hingga rekan-rekan yang baru lulus program sarjana pun ada. Keberagaman latar belakang ini menjadikan diskusi kelas lebih hangat dan kaya sehingga banyak ilmu-ilmu baru yang diserap sekalipun para mahasiswa sebelumnya sudah berpengalaman dan memiliki latar belakang pendidikan K3.

20151017_133935Gambar 2. Plang FKM UI

20151003_135451

Gambar 3. Kegiatan Belajar Mengajar di S2 K3 FKM UI

20151009_165643Gambar 4. Pusat Info Kesehatan Masyarakat

20151017_134058Gambar 5. Kantin FKM UI

20151017_133955Gambar 6. FKM UI

Info lebih lengkap mengenai Program Magister K3 bisa dilihat dalam Draft Buku Panduan Program Magister tahun ajaran 2015/2016 dan bisa juga membaca tulisan saya yang lain di sini.

Daftar Pustaka

FKM UI. (2015). Panduan Pendidikan Program Magister dan Doktor Tahun 2015/2016. Depok, Jawa Barat, Indonesia.

 

14 Kuliah Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perguruan Tinggi Negeri

Kini semakin banyak Perguruan Tinggi Negeri yang sudah memiliki program studi Keselamatan Kesehatan Kerja atau sejenisnya. Hal ini sangat wajar mengingat permintaan yang tinggi dari dunia kerja. Permintaan tersebut muncul karena masih tingginya angka kecelakaan di Indonesia, meningkatnya kesadaran dari pelaku bisnis tentang pentingnya K3 serta munculnya kebutuhan untuk memenuhi persyaratan keselamatan kesehatan kerja baik dari pemerintah atau dari klien. http://sie.gxmu.edu.cn/file/201205/2210224601.aspx Berikut adalah daftar 14 Program Studi Keselamatan Kesehatan Kerja di Perguruan Tinggi Negeri khusus…

"14 Kuliah Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perguruan Tinggi Negeri"

Universitas Indonesia Baru Membuka Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Peminatan Keselamatan Kerja yang selama ini bisa dipilih setelah mengikuti 3 semester di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, kini bisa dipilih langsung dari SIMAK UI. Hal ini dikarenakan Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja tidak lagi menjadi “Peminatan” namun telah menjadi “Program Studi”. Sebagaimana diumumkan secara resmi di website penerimaan.ui.ac.id sebagai berikut: Dengan diwajibkannya implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia. Seperti yang tercantum dalam UU No 1 Tahun 1970, UU No 13 Tahun 2003…

"Universitas Indonesia Baru Membuka Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja"

Prospek lulusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Sebagai orang yang baru berkecimpung di dunia Keselamatan Kerja, tentunya kadang kita bertanya-tanya tentang “Sebagai apakah nanti saya akan bekerja?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami berikan beberapa jenis profesi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja yang tentunya dapat menjadi pilihan prospek para alumni keselamatan dan kesehatan kerja. Sumber Gambar: http://www.collegescholarships.org/scholarships/law-enforcement/public-safety.htm Safety Inspector. Profesi ini lebih seperti “polisi keselamatan kerja”. Para safety inspector biasanya akan berkeliling di seluruh area pekerjaan dan mereka akan memberi tindakan kepada…

"Prospek lulusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja"

OHSC FKM UI Field Trip Goes To Loreal

Kamis, 18 Desember 2014, OHSC FKM UI mengadakan kunjungan perusahaan ke PT. Yasulor Indonesia, atau lebih dikenal sebagai L’Oréal Manufacturing Indonesia, yang bertempat di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Acara kunjungan perusahaan diikuti hampir 50 orang peserta yang sebagian besar merupakan Mahasiswa Peminatan K3 dan Kesehatan Lingkungan FKM UI. Acara dilaksanakan di Borneo Room dipandu oleh Agung Supriyadi, Safety Engineer PT. Yasulor Indonesia yang juga merupakan alumni K3 FKM UI tahun 2008. Acara dibuka…

"OHSC FKM UI Field Trip Goes To Loreal"